ketika kau katakan
"cinta itu bukan sepenggal kata"
aku seperti bermandi riak awan
tubuk ku tergulung putih awan yang berlarian
setengah dari tubuhku membeku terhentak
sedang sebagian lain nya terbius akan bisik alam yang terselimuti langit biru cerah
ketika kesempurnaan bukan lagi hal yang di utamakan
kita seperti barisan anak tangga yang saling menopang
menuju ruang bahagia akan hidup sebenarnya
barisan ini tak bisu,
walau langkah nya bak langkah semut yang mengendap
tapi...
kokoh nya dapat mengangkat berlipat-lipat beban untuk kehidupan kelak
kali ini
saat ini
detik ini
mungkin...
aku hanya bisa mendekap mu dalam hitungan waktu yang terbatas
namun...
kelak bila tiba wktunya...
izinkan aku menjadi imam dan bulir detak waktu untuk terus menjagamu
menjaga ruang cinta kita
menjadi payung kala hujan tiba
menjadi pohon rindang ketika panas menyengat
serta menjadi perahu yang siap mengantar mu ke arah tujuan kita
walau aku...
hanya secuit cinta yang harus kau bagi untuk keluarga, buah hati, serta cinta akan dunia mu kelak
Bandung, 05 desember 2012
mungkin kalian bertanya ada apa dengan pak tani yang seringkali melamun di tengah padang ilalang? mengapa iya selalu menyapa sapi-sapi gembala nya.tak pernah lain dan tak juga bukan karna mimpi tak dapat di beli. sedang untuk makan sehelai ilalang saja dia harus terus berjalan berkilo-kilo meter jauhnya. tapi banyak juga yang tak pernah mengerti siapa pak tani ini
Kamis, 06 Desember 2012
Rabu, 04 April 2012
puisi adinda, untuk keluarga
tinta berwarna biru kembali tertoreh
dalam balik semak belukar dia pun keluar
tanpa mengenakan sehelai pakaian
berlari mengejar cahaya terang yang hadir di mimpinya
tubuhnya membungkuk
menyusup di antara
kakinya tertatih
terseok bukan alasan karena
dalam perjalanan harapan, tak dapatkan sebulir pun ketenangan
kerinduan akan rumah, di tepiskan untuk sebuah pembenaran
hai yang tercinta disana
bukan diri ini enggan mengetuk pintu rumah
namun berikan waktu sedetik saja untuk bertelanjang di luar sana
sebelum akhirnya aku kan kembali dengan baju yang utuh dan bersih
kabar ku, terselip di antara doa
tak pernah luput bayang kalian di benak ananda
karna dzikir dan tasbih ku terucap untuk keselamatan dan lindungan yang kuasa
agar kelak bahagia tak kan ternoda
dalam balik semak belukar dia pun keluar
tanpa mengenakan sehelai pakaian
berlari mengejar cahaya terang yang hadir di mimpinya
tubuhnya membungkuk
menyusup di antara
kakinya tertatih
terseok bukan alasan karena
dalam perjalanan harapan, tak dapatkan sebulir pun ketenangan
kerinduan akan rumah, di tepiskan untuk sebuah pembenaran
hai yang tercinta disana
bukan diri ini enggan mengetuk pintu rumah
namun berikan waktu sedetik saja untuk bertelanjang di luar sana
sebelum akhirnya aku kan kembali dengan baju yang utuh dan bersih
kabar ku, terselip di antara doa
tak pernah luput bayang kalian di benak ananda
karna dzikir dan tasbih ku terucap untuk keselamatan dan lindungan yang kuasa
agar kelak bahagia tak kan ternoda
Rabu, 14 Maret 2012
puisi ku subuh tadi
di pagi hari
ketika sang ayam pamerkan suara terindah nya
saat mentari baru menyempurnakan warna terang nya
kala itu diri bersumpah dan bertatap langsung dengan sang khalik
di dalam tasbih dan takbirnya
terurai air mata
teringat akan terompet sangsakala kelak
apa yang akan bisa aku ucapkan pada saat berada di padang mashar?
apa yang dapat membantuku di kala hari perhitungan kelak?
ya robb.....
diri yang mungil dan kerdil di hadapan mu
memohon ampun akan beribu-ribu kelalaian serta kesalahan yang telah di perbuat
ya robb...
apa masih bisa diri tertawa dan bertindak santai ketika hari itu datang?
mungkin aku berhak untuk meminta
tapi apa layak meminta sesuatu dengan tanpa mempertimbangkan kadar?
sejenak suasana hening
berada di kerumunan, namun sepi
hanya mata-mata yang seperti menghujam ke arah ku
sejenak...
diri sejenak....
jatuh dan tak berdaya di ladang dosa
ya robb....
pantaskah keimanan ini dan pertaubatan ini di pertanyakan?
aku merasa seperti bakteri yang terombang ambing di tengah lautan
ingin menjadi berguna di ladang fana
dan berharap keimanan ini tak pupus di terjang zaman
bandung, 14 maret 2012
(dalam mimpi terkurung sepi)
ketika sang ayam pamerkan suara terindah nya
saat mentari baru menyempurnakan warna terang nya
kala itu diri bersumpah dan bertatap langsung dengan sang khalik
di dalam tasbih dan takbirnya
terurai air mata
teringat akan terompet sangsakala kelak
apa yang akan bisa aku ucapkan pada saat berada di padang mashar?
apa yang dapat membantuku di kala hari perhitungan kelak?
ya robb.....
diri yang mungil dan kerdil di hadapan mu
memohon ampun akan beribu-ribu kelalaian serta kesalahan yang telah di perbuat
ya robb...
apa masih bisa diri tertawa dan bertindak santai ketika hari itu datang?
mungkin aku berhak untuk meminta
tapi apa layak meminta sesuatu dengan tanpa mempertimbangkan kadar?
sejenak suasana hening
berada di kerumunan, namun sepi
hanya mata-mata yang seperti menghujam ke arah ku
sejenak...
diri sejenak....
jatuh dan tak berdaya di ladang dosa
ya robb....
pantaskah keimanan ini dan pertaubatan ini di pertanyakan?
aku merasa seperti bakteri yang terombang ambing di tengah lautan
ingin menjadi berguna di ladang fana
dan berharap keimanan ini tak pupus di terjang zaman
bandung, 14 maret 2012
(dalam mimpi terkurung sepi)
Selasa, 28 Februari 2012
PUISI perdebatan antara yang hidup dan kehidupan
bila rangkaian itu tak pernah termakan waktu
mungkin tak akan ada persimpangan antar dua logika di sini
bila harus kata-kata terangkai di tungku perapian
mungkin hanya hiasan sempurna akan sebuah huruf-huruf acak
di antara kesempurnaan yang kita harapkan
semua berbentuk semu dan ungkapan yang menggebu-gebu
serta fikiran akan sebuah salah yang terus menelusuri sanubari
tapi pernahkah coba untuk merasakan
kesempurnaan dari sebuah keihklasan
di sini
di ruang yang tak pernah tersentuh
ada yang hidup namun mati suri
berharap berfungsi, namun diri tak ingin menyentuhnya sama sekali
di sini
saat kelam menjadi perbandingan
hati di abaikan dan logika menjadi misiu untuk membudik target
sampai pada waktu berkata
"pemakaman yang belum waktunya
tapi terasa percuma karna hidup tak di maknain dengan semestinya"
mungkin tak akan ada persimpangan antar dua logika di sini
bila harus kata-kata terangkai di tungku perapian
mungkin hanya hiasan sempurna akan sebuah huruf-huruf acak
di antara kesempurnaan yang kita harapkan
semua berbentuk semu dan ungkapan yang menggebu-gebu
serta fikiran akan sebuah salah yang terus menelusuri sanubari
tapi pernahkah coba untuk merasakan
kesempurnaan dari sebuah keihklasan
di sini
di ruang yang tak pernah tersentuh
ada yang hidup namun mati suri
berharap berfungsi, namun diri tak ingin menyentuhnya sama sekali
di sini
saat kelam menjadi perbandingan
hati di abaikan dan logika menjadi misiu untuk membudik target
sampai pada waktu berkata
"pemakaman yang belum waktunya
tapi terasa percuma karna hidup tak di maknain dengan semestinya"
Senin, 06 Februari 2012
UNDANGAN TERBUKA ANTOLOGI PUISI 100 PENYAIR UNTUK PELACUR (DL 10 Februari 2012)
UNDANGAN TERBUKA ANTOLOGI PUISI 100 PENYAIR UNTUK PELACUR (DL
10 Februari 2012)
Seringkali kita menganggap bahwa seorang pelacur adalah mereka yang tak berbudi, bernaluri hewani, bahkan tak punya harga diri. Sebuah pertanyaan yang harus kita garis bawahi dan jawab bersama; apakah mereka (yang mengatakan pelacur sama dengan hewan) lebih baik dari seorang pelacur? bagaimana bila mereka berada dalam posisi sebagai seorang pelacur?
Pelacur juga punya hak hidup, menyampaikan aspirasi, dan bersosial dengan yang lain. lantas apakah kita akan bisa menerima mereka dalam hidup ini kalau kita meng-klaim bahwa mereka adalah segerombolan hewan yang berwajah manusia.
Berangkat dari itulah kami dari Komunitas Sanggar Gladakan mengundang teman-teman dalam antologi puisi 100 PENYAIR UNTUK PELACUR. Mari kita angkat martabat saudara-saudara kita itu dari kaleng-kaleng paradigma kotor, stigma-stigma negative yang memvonis sebagai sampah masyarakat. Dan mari kita sandingkan mereka sejajar dengan kita.
Ketentuan Umum:
1. peserta adalah mereka yang peduli terhadap masalah-masalah sosial
2. tidak ada batasan usia dan jenjang pendidikan
3. terbuka untuk umum baik penulis dalam negeri maupun luar negeri
Ketentuan Khusus:
1. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik & online.
2. Puisi tidak sedang diikutkan dalam sayembara atau sudah diterbitkan dalam antologi lainya.
3. Puisi adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan atau plagiat.
4. Puisi minimal satu kata.
5. Naskah diketik dengan komputer di atas kertas A4 dengan jarak spasi 1,5. Times New Roman, panjang naskah maksimal 2 halaman.
6. Peserta menyertakan biodata narasi dan alamat lengkap yang ditempatkan pada bagian akhir puisinya, serta foto terbaru di file terpisah (di attach file kirim email).
7. Memiliki akun FB dan memposting info undangan ini di catatan FB masing-masing dengan mengetag teman minimal 25 teman beserta Komunitas Sanggar Gladakan Tuban.
8. Peserta hanya boleh mengirim maksimal 3 pusi terbaiknya.
9. Naskah di kirim ke email: sanggargladakan@yahoo.co.id dengan subjek email:PUISI_AKU DAN PELACUR
10. Naskah dikirim paling lambat 10 Pebruari 2012 pukul 23.59 WIB.
11. Pengumuman puisi terpilih pada tanggal 15 Februari 2012.
12. Panitia hanya mememilihl 2 puisi terbaik dari masing-masing penyair.
13. panitia hanya memilih 100 penyair yang akan dibubukan oleh panitia.
Tema Puisi:
Pelacur; mereka sama dengan kita.
copas sini
Seringkali kita menganggap bahwa seorang pelacur adalah mereka yang tak berbudi, bernaluri hewani, bahkan tak punya harga diri. Sebuah pertanyaan yang harus kita garis bawahi dan jawab bersama; apakah mereka (yang mengatakan pelacur sama dengan hewan) lebih baik dari seorang pelacur? bagaimana bila mereka berada dalam posisi sebagai seorang pelacur?
Pelacur juga punya hak hidup, menyampaikan aspirasi, dan bersosial dengan yang lain. lantas apakah kita akan bisa menerima mereka dalam hidup ini kalau kita meng-klaim bahwa mereka adalah segerombolan hewan yang berwajah manusia.
Berangkat dari itulah kami dari Komunitas Sanggar Gladakan mengundang teman-teman dalam antologi puisi 100 PENYAIR UNTUK PELACUR. Mari kita angkat martabat saudara-saudara kita itu dari kaleng-kaleng paradigma kotor, stigma-stigma negative yang memvonis sebagai sampah masyarakat. Dan mari kita sandingkan mereka sejajar dengan kita.
Ketentuan Umum:
1. peserta adalah mereka yang peduli terhadap masalah-masalah sosial
2. tidak ada batasan usia dan jenjang pendidikan
3. terbuka untuk umum baik penulis dalam negeri maupun luar negeri
Ketentuan Khusus:
1. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik & online.
2. Puisi tidak sedang diikutkan dalam sayembara atau sudah diterbitkan dalam antologi lainya.
3. Puisi adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan atau plagiat.
4. Puisi minimal satu kata.
5. Naskah diketik dengan komputer di atas kertas A4 dengan jarak spasi 1,5. Times New Roman, panjang naskah maksimal 2 halaman.
6. Peserta menyertakan biodata narasi dan alamat lengkap yang ditempatkan pada bagian akhir puisinya, serta foto terbaru di file terpisah (di attach file kirim email).
7. Memiliki akun FB dan memposting info undangan ini di catatan FB masing-masing dengan mengetag teman minimal 25 teman beserta Komunitas Sanggar Gladakan Tuban.
8. Peserta hanya boleh mengirim maksimal 3 pusi terbaiknya.
9. Naskah di kirim ke email: sanggargladakan@yahoo.co.id dengan subjek email:PUISI_AKU DAN PELACUR
10. Naskah dikirim paling lambat 10 Pebruari 2012 pukul 23.59 WIB.
11. Pengumuman puisi terpilih pada tanggal 15 Februari 2012.
12. Panitia hanya mememilihl 2 puisi terbaik dari masing-masing penyair.
13. panitia hanya memilih 100 penyair yang akan dibubukan oleh panitia.
Tema Puisi:
Pelacur; mereka sama dengan kita.
copas sini
Kamis, 22 Desember 2011
puisi ku sebut dia dahaga
seorang anak di pinggiran kota besar bertanya pada ku
kakak apa itu IBU?
apa satu bentuk keindahan atau kemurnian akan cinta yang tulus
serta bagaimana bisa ibu memiliki kesempurnaan melebihi seorang ayah?
dan mengapa penjelasan akan ibu lebih sering dan mulia di banding ayah?
aku terdiam, tak bisa berbuat apa-apa
tak sanggup aku mengatakan nya
hanya bisa membelai dan memeluk nya dengan penuh cinta
hati ku terasa teriris
pandangan ku jauh melayang ke arah dimana dulu aku dapat melihat senyum terindah di muka bumi ini
aku.... hanya bisa tertunduk terdiam
sambil kembali membasahi wajah ini dengan linangan cinta yang hilang
tanpa sanggup berucap karna ketakutan akan suatu ungkapan akan membuat ia meneteskan air mata
kembali membanjiri wajahnya yang kini di lingkari kebahagiaan......
aku hanya bisa berucap dalam hati....
kita kunang-kunang yang sama
terlahir kedunia dengan kesempurnaan yang sama
serta pernah memiliki waktu terindah yang sama pula
yang membuat kita beda hanyalah waktu dimana kita harus rela melepas wanita terhebat pergi dari sisi kita
ibu ku meninggal karna sakit yang sudah mulai akut
sedang ibu mu meninggal di terjang badai besar kala bulan desember lalu
ku sebut kamu dahaga
namun ku harap haus mu tak membuat kamu menjadi batu di tepian zaman
tapi dahaga mu menjadi bentuk kebangkitan yang kelak akan menjadi penerang di masanya.....
bandung, 21 desember 2011
*teringat akan sebuah pertemuan di sebuah camp pengungsian....
kakak apa itu IBU?
apa satu bentuk keindahan atau kemurnian akan cinta yang tulus
serta bagaimana bisa ibu memiliki kesempurnaan melebihi seorang ayah?
dan mengapa penjelasan akan ibu lebih sering dan mulia di banding ayah?
aku terdiam, tak bisa berbuat apa-apa
tak sanggup aku mengatakan nya
hanya bisa membelai dan memeluk nya dengan penuh cinta
hati ku terasa teriris
pandangan ku jauh melayang ke arah dimana dulu aku dapat melihat senyum terindah di muka bumi ini
aku.... hanya bisa tertunduk terdiam
sambil kembali membasahi wajah ini dengan linangan cinta yang hilang
tanpa sanggup berucap karna ketakutan akan suatu ungkapan akan membuat ia meneteskan air mata
kembali membanjiri wajahnya yang kini di lingkari kebahagiaan......
aku hanya bisa berucap dalam hati....
kita kunang-kunang yang sama
terlahir kedunia dengan kesempurnaan yang sama
serta pernah memiliki waktu terindah yang sama pula
yang membuat kita beda hanyalah waktu dimana kita harus rela melepas wanita terhebat pergi dari sisi kita
ibu ku meninggal karna sakit yang sudah mulai akut
sedang ibu mu meninggal di terjang badai besar kala bulan desember lalu
ku sebut kamu dahaga
namun ku harap haus mu tak membuat kamu menjadi batu di tepian zaman
tapi dahaga mu menjadi bentuk kebangkitan yang kelak akan menjadi penerang di masanya.....
bandung, 21 desember 2011
*teringat akan sebuah pertemuan di sebuah camp pengungsian....
Rabu, 21 Desember 2011
puisi 211211
lama sekali sepertinya saya meninggalkan rumah saya yang satu ini, kangen pula rupanya saya ingin menyapa penghuni yang setia bermain di dunia maya...
namun pertama kali saya membuka blog ini setelah sekian lama ternyata sudah banyak yang berubah dari bentuk sampai setingan nya.
mencoba meraba-raba lagi dan mencoba bertegur sapa kembali.
semoga kalian dalam keadaan sehat selalu dan selalu dalam berkah serta lindungan TUHAN YANG MAHA ESA
masih dengan titik fokus yang terdahulu, saya kembali coba menorehkan beberapa baris kata-kata yang sedang melayang asyik di imajinasi saya
semoga dapat di terima kembali kehadiran saya.....
selamat menikmati
puisi 211211
jangan
jangan
jangan pernah bertanya
jangan terlalu sering menoleh ke belakang
jangan pula menghunuskan belati ke tubuh sendiri
satu itu tunggal
namun satu kadang menjadi awal
kadang pula menjadi akhir
di sini termaram semakin kental
kala aroma kopi menyeruak ke sela-sela lubang hidung
dulu...
semua nampak indah
dulu....
ceria menjadi penghangat yang sangat kental
sebelum senja menjadi dongeng penghantar tidur
karna waktu membentuk karakter yang tak terlalu cerdas untuk di cerna
sehingga hanya tercipta manusia-manusia hina yang menganggap dirinya berharga
berceloteh sana sini namun tak ada yang bisa di buktikan
berteriak sana sini namun hitam kelam yang ia kemukakan
tak pelaknya sebuah kotoran
kamu hanya menjadi duri dalam daging
cimahi, 21 desember 2011
* kala permainan logika di hempaskan begitu saja, dan wajah mu menjadi cerita lucu akan kebodohan kalian sendiri
namun pertama kali saya membuka blog ini setelah sekian lama ternyata sudah banyak yang berubah dari bentuk sampai setingan nya.
mencoba meraba-raba lagi dan mencoba bertegur sapa kembali.
semoga kalian dalam keadaan sehat selalu dan selalu dalam berkah serta lindungan TUHAN YANG MAHA ESA
masih dengan titik fokus yang terdahulu, saya kembali coba menorehkan beberapa baris kata-kata yang sedang melayang asyik di imajinasi saya
semoga dapat di terima kembali kehadiran saya.....
selamat menikmati
puisi 211211
jangan
jangan
jangan pernah bertanya
jangan terlalu sering menoleh ke belakang
jangan pula menghunuskan belati ke tubuh sendiri
satu itu tunggal
namun satu kadang menjadi awal
kadang pula menjadi akhir
di sini termaram semakin kental
kala aroma kopi menyeruak ke sela-sela lubang hidung
dulu...
semua nampak indah
dulu....
ceria menjadi penghangat yang sangat kental
sebelum senja menjadi dongeng penghantar tidur
karna waktu membentuk karakter yang tak terlalu cerdas untuk di cerna
sehingga hanya tercipta manusia-manusia hina yang menganggap dirinya berharga
berceloteh sana sini namun tak ada yang bisa di buktikan
berteriak sana sini namun hitam kelam yang ia kemukakan
tak pelaknya sebuah kotoran
kamu hanya menjadi duri dalam daging
cimahi, 21 desember 2011
* kala permainan logika di hempaskan begitu saja, dan wajah mu menjadi cerita lucu akan kebodohan kalian sendiri
Kamis, 12 Mei 2011
dear toa
dear toa
Memutari seperempat perjalanan umur
Ambilah sebuah cermin dan amati
Apa yang sudah kau pasangkan dalam ragamu?
Itu hitam apakah putih?
Hari ini mulutku berucap doa
Semoga ragamu dijaga Tuhan selalu
Diikuti malaikat selalu
Dan semakin mendekati Rasulmu
Aku pun berucap doa
Pondasi iman dan taqwamu
Menjadi sekokoh Ka’bah
Tak ada yang berani menggoyah
Jika semua bukan lagi menjadi doa
Aku akan bersedia kau rangkul
Dari hangatnya rengkuhan cinta
Dan mesranya belaian kasih
12 mei 2011
With love kutiel
thanks puisinya
yang nulis puisi ini
Selasa, 19 April 2011
puisi dalam gelap
aku ingin pejamkan mata
tapi dengan diri mu di samping ku
aku ingin berbaring sejenak
tapi dengan belaian tangan mu di dada ku
sejenak kita terang dalam gelap
dalam lentera yang sesaat mungkin kan memudar
bandung.19 april 2011
tapi dengan diri mu di samping ku
aku ingin berbaring sejenak
tapi dengan belaian tangan mu di dada ku
sejenak kita terang dalam gelap
dalam lentera yang sesaat mungkin kan memudar
bandung.19 april 2011
Rabu, 30 Maret 2011
puisi SIXTY 'N' 10
waktu saling bekejaran
memutar lakon, menumpahkan peran-peran baru
dalam derap kita berpegangan
mengatur langkah, membius kura-kura
kata-kata bukan kita-kita
aku dan mereka, tetap pada pendirian nya
pencarian pada titik awal di akhir perjalanan
lantunan nada-nada dari kenalpot sang sapi-sapi perah
melengking tinggi, merobek gendang telinga
tarian perih dari penghuni kampung-kampung tengah
menodai nafsu makan dalam meja di pagi hari
bisik-bisik semut merayap di dahan-dahan pohon
bersapa satu dan lainnya tanpa melontarkan kata-kata
sepucuk surat yang menjadi berita
tersebar dari langkah-langkah kecil semut hitam di ujung dahan
ya... o... ya... o....
langkha terhenti, mati lah kini
diri terbujur kaku, hanya meninggalkan jejak-jejak kebencian
memutar lakon, menumpahkan peran-peran baru
dalam derap kita berpegangan
mengatur langkah, membius kura-kura
kata-kata bukan kita-kita
aku dan mereka, tetap pada pendirian nya
pencarian pada titik awal di akhir perjalanan
lantunan nada-nada dari kenalpot sang sapi-sapi perah
melengking tinggi, merobek gendang telinga
tarian perih dari penghuni kampung-kampung tengah
menodai nafsu makan dalam meja di pagi hari
bisik-bisik semut merayap di dahan-dahan pohon
bersapa satu dan lainnya tanpa melontarkan kata-kata
sepucuk surat yang menjadi berita
tersebar dari langkah-langkah kecil semut hitam di ujung dahan
ya... o... ya... o....
langkha terhenti, mati lah kini
diri terbujur kaku, hanya meninggalkan jejak-jejak kebencian
Jumat, 25 Maret 2011
puisi BERITA
langkah kura-kura
ladang penuh siksa
dilema
terkurung dalam rasa
pucat pasih
warna bangkai di jeruji besi
lembayung senja berlarian mengikuti arah
arah tuan yang mencari pegangan
sinar senja jatuh ke pangkuan
pangkuan bulan yang bunting karna ideologi
gembala menggiring domba-domba
di sangkar macan terhenti seduhan kopi tersaji
pak tani menyeret lumpur ke tengah jalan
ubah aspal menjadi galian ladang.
jalur gaza, berita bencana
akan tahta, dan para pengobral dosa
tindak tanduk takut terkonfrontir
buang nuklir menjadi lautan mayat
ladang penuh siksa
dilema
terkurung dalam rasa
pucat pasih
warna bangkai di jeruji besi
lembayung senja berlarian mengikuti arah
arah tuan yang mencari pegangan
sinar senja jatuh ke pangkuan
pangkuan bulan yang bunting karna ideologi
gembala menggiring domba-domba
di sangkar macan terhenti seduhan kopi tersaji
pak tani menyeret lumpur ke tengah jalan
ubah aspal menjadi galian ladang.
jalur gaza, berita bencana
akan tahta, dan para pengobral dosa
tindak tanduk takut terkonfrontir
buang nuklir menjadi lautan mayat
Minggu, 20 Maret 2011
puisi MAAF
adat timur memang penuh ke ramah tamahan
sopan santun dan sering memaafkan
namun apabila kata maaf mudah untuk di ucap
maka akan lebih sering kita melakukan kesalahan
karna dengan memasang mimik sedih
maka kata maaf akan terucap
memang nikmat hidup di timur
kesalahan dapat langsung mudah di lupakan dengan memasang mimik sedih
atau sekedar beri sedikit senyum dan bingkisan kecil
pantas banyak yang berlari ke negri ini
karna kata maaf dapat menjadi tameng
dan kemudian kembali bertingkah setelah maaf itu terucap
sopan santun dan sering memaafkan
namun apabila kata maaf mudah untuk di ucap
maka akan lebih sering kita melakukan kesalahan
karna dengan memasang mimik sedih
maka kata maaf akan terucap
memang nikmat hidup di timur
kesalahan dapat langsung mudah di lupakan dengan memasang mimik sedih
atau sekedar beri sedikit senyum dan bingkisan kecil
pantas banyak yang berlari ke negri ini
karna kata maaf dapat menjadi tameng
dan kemudian kembali bertingkah setelah maaf itu terucap
Kamis, 17 Maret 2011
puisi wanita ku
wahai tubuh manis yang menemaniku
kamu tercipta dari tulang rusuk pria
untuk menjaga hati juga detak jantung
untuk wanita ku
jangan kamu anggap tugas mu terlalu berat
tapi maknai dan bersyukur atas keberadaan mu
jaga diri ku ketika aku rapuh
lindungi aku dari cumbuan duniawi
dan bisikkan aku lantunan sajak-sajak sang dewi
juga belai aku layak nya seorang peri
bandung 17 maret 2011
kamu tercipta dari tulang rusuk pria
untuk menjaga hati juga detak jantung
untuk wanita ku
jangan kamu anggap tugas mu terlalu berat
tapi maknai dan bersyukur atas keberadaan mu
jaga diri ku ketika aku rapuh
lindungi aku dari cumbuan duniawi
dan bisikkan aku lantunan sajak-sajak sang dewi
juga belai aku layak nya seorang peri
bandung 17 maret 2011
Selasa, 08 Februari 2011
puisi ku malam ini
NYANYIAN SEPI
saat kamu berada di persimpangan
jangan biarkan arus membawa mu
tapi tetapkan standar mu dengan penuh keyakinan
karna hitam adalah hitam
dan waktu tetaplah berjalan pada alur yang telah di tetapkan
mungkin pujangga berkata
“aku gunakan hati dalam menulis
dank u lukis wajah mu dengan baris-baris puisi
aku memeluk mu layaknya sang pemimpi
di kejar untuk dapat memiliki”
tapi pujangga tetap menyendiri
dalam lorong dia bernyanyi
karna sepi lebih baik dari pada sunyi
dan di sini ada senyum pucat pasih yang tergambar pasti
dalam langkah kembali terdiam dan sepi
saat mala mini
ketika lentera padamkan cahaya nya…
bandung, 8 februari 2011
Selasa, 01 Februari 2011
pak tua dan odong-odong
PAK TUA DAN ODONG-ODONG
Odong-odong di pinggiran kota
Berputar demi sesuap nasi
Beri senyum keriangan wajah pucat pasih
Berlari kaki-kaki mungil pinggiran
Mendekat, menaiki dengan riang
Lembar 1000 rupiah berubah menjadi senyum indah
Dan kemudian terhenti di warteg kumuh dekat TPA
Jengkol, sayur sop dan ikan teri
Menu istimewa mengobati gelisah cacing di perut
Sepuntung rokok di saku
Di bakar kemudian dimatikan lagi
Sisakan untuk sore dan malam hari
Sisa nasi 3 butir di saku kemeja lusuh
Pengobat lengking lapar ketika tidur nanti
Pak tua berbaring lah pulas
Esok kembali dengan senyum 3 jari yang kamu miliki
Ulurkan kayuhan untuk senyum orang-orang yang terbuang
Semoga kelak di surga kau dapat kemewahan yang setimpal
Bandung, 29 januari 2011
Kamis, 27 Januari 2011
CATATAN GAYUS KAH INI?
CATATAN GAYUS KAH INI?
Aku terantuk batu
Diriku masuk ke arena perjudian
Mati lah kini kejujuran yang lama ku pertahankan
Membuat nangis keluarga
Membuat makelar kebakaran jenggot
Hutan-hutan yang bersarang di gedung hijau
Berubah warna menjadi merah
Kepalan tangan di malam hari
Mengganggu tidur dan mimpi indah
Rekaman video dan perbincangan di rubah menjadi lembar rupiah
Agar diri tak mati dalam tembok derita
BANDUNG 25 JANUARI 2011
PUISI KAMPUNG ANTAH BERANTAH
KAMPUNG ANTAH BERANTAH
KURAWA
KURAWA
KURAWA
KURAWA
KURCACI
KURCACI
KURCACI
KURCACI
BIDAK CATUR
BIDAK CATUR
BIDAK CATUR
BIDAK CATUR
PARA PENGUASA MENGANGKANG
IBLIS, SETAN DAN RAJA-RAJA TERTAWA
BERSULANG DI JAMUAN KAMBING GULING
TIK TAK TAK TIK
LICAK CILIK CICAK
BULUS LICIN BELUT
TEKUKUR PERKUTUT KUTILANG KAU KARNA TAK MENGGUNAKAN HELM
BUNTING SINTING MIRING ANTING GILING SAWAH MENJADI LADANG PORTITUSI
DEBAT SIDAK SIDIK TELISIK KASUS MANIPOLITIK
AKAL PICIK LICIK PELIK DALAM GEDUNG MEWAH BERLINANG TAHTA DAN KEJAYAAN
DECIT KENING KERUPUT DARI LADANG YANG DI GONDOL ORANG
DI BOYONG KE NEGRI ORANG BERJUBAH PENDIDIKAN
DASI KEMEJA SAFARI DASTER MEROSOT BUNTING LAH IBU PERTIWI
MELAHIRKAN GILA MENGGILA DI GILAI MENGGELIAT
MELIHAT CACING DI KAMPUNG TENGAH MULAI GEMBUL DENGAN MERAH DARAH SEGAR
BANDUNG 25 JANUARI 2011
Senin, 24 Januari 2011
mari kunjungi salon sastra
setelah sekian lama pencarian saya tentang dunia sastra. akhirnya dengan berbangga hati saya pun ikut bergabung di dalam wadah yang sangat indah dan penuh kekeluargaan. namanya salon sastra, bagi kalian yang mencintai sastra, atau bentuk seni yang sangat menawan dan jujur ini, silahkan untuk bergabung dan berkunjung di sini
di jamin ga akan rugi dan di jamin pasti seru.
garansi uang kembali.....
kita telah melakukan rekaman dan sekarang memasuki volume 3.
salah satu bentuk rekaman saya bisa kalian lihat di sini
ayo segera bergabung, dan tunjukkan bakat terpendam mu
di jamin ga akan rugi dan di jamin pasti seru.
garansi uang kembali.....
kita telah melakukan rekaman dan sekarang memasuki volume 3.
salah satu bentuk rekaman saya bisa kalian lihat di sini
ayo segera bergabung, dan tunjukkan bakat terpendam mu
puisi KATA ACAK, PASAK, MASAK DAN MERANGSAK
kidung cahaya senja
berlarian sajak-sajak acuh dari diri
mengejar kunang-kunang
terhenti di pangkuan rembulan
diri menunjuk acak
berteriak lantang tangisan teriris
di benak bergulir beribu taktik
licak licik tergelincir di kubangan
mengganggu tidur sang bunting yang telanjang
angka 0 di ubah menjadi dunia
kalimat dunia di ubah menjadi surga
kata surga tak layak untuk dia sebutkan
kata TUHAN enyah lah kau segera dari muka bumi ini
sinting,
linting,
bunting,
pesing,
usak,
usik,
asik,
bisik,
iblis kalian....
otak dan kontol berdekatan
logika dan kondom berpelukan
berlarian sajak-sajak acuh dari diri
mengejar kunang-kunang
terhenti di pangkuan rembulan
diri menunjuk acak
berteriak lantang tangisan teriris
di benak bergulir beribu taktik
licak licik tergelincir di kubangan
mengganggu tidur sang bunting yang telanjang
angka 0 di ubah menjadi dunia
kalimat dunia di ubah menjadi surga
kata surga tak layak untuk dia sebutkan
kata TUHAN enyah lah kau segera dari muka bumi ini
sinting,
linting,
bunting,
pesing,
usak,
usik,
asik,
bisik,
iblis kalian....
otak dan kontol berdekatan
logika dan kondom berpelukan
BANDUNG 24 JANUARI 2011
Langganan:
Postingan (Atom)




