Kamis, 30 Desember 2010

di buang sayang

dalam diam dia bertanya
tentang apa yang tak terjawab
dalam renung dia memainkan kata
tentang apa yang bersembunyi dalam gelap

melangkah untuk kembali terhenti
menunggu dan hanya menanti yang dapat ia lakukan

mencari ataupun menari tak ada yang berbeda
sama bergerak dan sama berkeringat
dan yang pasti sama-sama tak berguna....

lingkaran kosong di dalam lorong
melahap ruang yang telah luluh lantah
hangus karna dengus ketika malam
yang kemudian di buang begitu saja.....

Kamis, 23 Desember 2010

untuk apa?

hampa..
sepi..
terbaring dalam waktu yang panjang

mencium
mencumbu
amis daging dari degup yang sama

dalam konsep kita tak berbeda
berakal, berhati, berjasad juga bernyawa
namun dalam perjalanan kita berbeda
akan penempaan waktu, ruang, nuansa juga praduga akan adegan yang tercerna

air tetap akan mengalir dan berbentuk sesuai penempaan nya
debu tetap akan terhempas dan hinggap pada posisi yang tak selalu sama
angin akan tetap bergerak tanpa kita dapat melihat nya.

namun bahagia lah matahari dan bulan,
tak pernah saling beradu pandang namun dapat saling berbagi dan seimbang

tak ada yang di ciptakan sia-sia
hanya saja kita yang berfikir itu semua sia-sia
dan menyia-nyiakan....


NB: orang yang baik bukan orang yang tak pernah melakukan kesalaha, tapi orang yang baik adalah orang yang ingin memperbaiki kesalahan nya.

Selasa, 14 Desember 2010

ELING

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku berdosa?
sedang lonte di sana asik memperdagangkan tubuh

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku salah?
sedang mereka yang berdasi masih liar memakan hak asasi

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku tak beragama?
sedang mereka saling memperkosa agama mereka

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku binatang?
sedang mereka asik ngentot dan jual alat kelamin mereka di sembarang tempat

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku tak bermoral?
sedang di sana majikan memperlakukan manusia bak binatang

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku tak memiliki cinta?
sedang di sana ribuan orang berkata cinta, kemudian lepaskan keperjakaan & keperawanannya

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku tak berakal?
sedang di sana banyak badut menelanjangi diri sendiri

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku pujangga?
sedang di sana banyak tipu daya tentang adegan analisa

tuhan... malam ini sebotol wiskie di tangan ku
apa aku anak kecil?
sedang di sana, mereka asik memainkan peran.

tuhan... malam ini aku mabuk....
apa boleh aku memanggil nama MU, semua nama lengkap MU beserta pujiannya?
yang kemudian menyentuh Qolbu.
kemudian membuat mereka terperangkap dalan renungan panjang tentang cerita si pemabuk dengan sebotol wiskie di tangan nya.

Senin, 13 Desember 2010

1/2

1/2 nadiku berhenti
ketika waktu menunjukkan pukul 15.30
1/2 ragaku melayang
ketika sapaan angin di antara sore dan petang
1/2 jiwaku tertinggal
ketika langit berwarna orange dan jingga
1/2 keyakinan ku tertumpuk
ketika gumaman berkumpul di satu atap
1/2 harapan ku terpatri
ketika semua saling memeluk dan berbagi

namun semua hanya 1/2

1/2 dari 1/2 yang tersisa
1/2 dari 1/2 yang menggebu-gebu untuk segera berlari
1/2 dari 1/2 keyakinan yang katanya penuh

karna semua yang kulakukan hanya 1/2 - 1/2

Minggu, 05 Desember 2010

di balik bias

aku tak ingin mengingat MU karna orang lain
dan aku tak ingin mengenal MU karna sesuatu
biarkan rasa ini datang secara sendirinya
tanpa ada hal yang mengganggu
dan benar adanya datang karna bisikan hati
karna keyakinan bukan hal yang harus di paksakan
begitu juga dengan aku yang mencoba mengenal MU

dari semua warna yang ku kenal
aku ingin merasakan nya sendiri
tak ingin berucap hitam itu hitam karna pendapat mereka
dan tak ingin memilih putih itu putih karna menurut mereka

aku memang insan yang hina
tapi percaya lah akal fikiran ku masih lah berfungsi
juga tentang keyakinan ku masih lah berjalan sesuai layak nya

biarkan anak kecil berlari mencari dimana tempat ternyaman
jangan hadaihkan dia mainan untuk bersarang di ladang penyamun

Senin, 29 November 2010

untuk yang terpisah

menari di balik buih
bersama ombak berlarian mengejar mimpi
nikmati sayup yang datang menghampiri
kemudian biarkan semua menyelimuti alur di nadi

mencari jejak yang terhapus perlahan
dan jatuh pada pelukan waktu
di dalam remang gelap yang datang
nyalakan api dalam tungku imajinasi

di dalam luka ada senyum tersisa
di jamuan hidangan akan laksana
mencari hiburan hati terluka
dan berbaring dalam logika

di sini babak baru dimulai
saat sepi di atas hamparan pasir putih
melarikan diri dari kenyataan yang ada
menjerumuskan jiwa saat bayangan melayang

di saat ini lentera kembali menyala
mengundang kunang-kunang untuk kembali berkumpul
pada saat malam ketika setelah senja
tak ada lagi hiasan pelangi di tepian...


nb : untuk yang kini telah berpisah jauh, maaf mungkin hanya saat malam dan sendiri aku merenung akan dirimu yang kini entah dimana keberadaan nya, aku hanya ingin bersikap adil. tapi ternyata kamu acuhkan semua tentang tawaran ku...
terimakasih kamu telah mengizinkan aku untuk menyusup sejenak kedalam ruang rahasia mu, dan terimakasih kamu telah menyentuhku dengan amat sangat hangat....

Selasa, 23 November 2010

NALURI

sisa-sisa suara di ujung cerita
terbawa angin menuju ke arah mana
di seling riang burung bekejaran menunggu berita
tentang landasan di ubah ladang nafsu sejengkal

logika di taro di ubun-ubun
hati nurani di jual ke pengepul
mata terbuta rengek kura-kura
langkah terhenti pluit berbunyi

darimana datang doa?
sedang kita sudah tak percaya
darimana ada keyakinan?
sedang pria murtad akan kejantanan

poros awan terus berlarian
gantikan panas dengan hujan badai
harimau dan serigala segera ke bunker
selamatkan diri dari amuk masa

lampu pinggian jalan mulai menyala
mengusik jangkrik dari tidur panjangnya
bulan tampakkan muka
beri kesempatan setan-setan berpesta pora.

di antara slangkangan semua pecah
sakit pun terasa surga
dendam di hati ketika kedua tangan meraba
menjadi bisu ketika punya mu di kenyot nya.

Senin, 15 November 2010

00.00



dentum pesta tepat pukul 00.00
dalam aula singga sana
dan ribuan kepala dnegan maksud yang berbeda
berbaur menjadi satu keluarga

dentum pesta tepat pukul 00.00
saat semua terpejam dan melahap mimpi
beberapa raga bersulang dan berpesta
dengan tebaran senyum dan suka cita

dentum pesta tepat pukul 00.00
satu usia melayang dan beranjak menjadi tua
mendewasakan diri tanpa dia pinta
juga melangkahkan kaki walau terpapa

dentum pesta tepat pukul 00.00
dering telpon menyusup ke lubang telinga
ketika lilin tertiup dan kegiatan sakral pecah
menjadi harap akan susunan anak tangga

dentum pesta tepat pukul 00.00
dia duduk di ujung tenda pesta
tanpa ada yang menghiraukan air mata tumpah
membanjiri jiwa-jiwa yang terpesona akan suasana

dentum pesta tepat pukul 00.00
dia kembali bertanya APA pada setiap yang menyapa
APA saya telah benar dewasa?
APA saya harus merayakannya?
APA saya telah siap akan diri?
APA di sana tahu akan saya?
APA saya akan tetap berdiri?
APA esok kelam hadir setelah pesta?
APA kemudian saya hanya akan menjadi sejarah?
yang terangkum dalam bongkahan hati yang haus akan SENJA
atau APA setelah ini saya hanya akan menjadi jasad tak bernyawa?

Kamis, 11 November 2010

KONTOL dan KONTROL

ada yang bertanya ketika malam tertidur
dia meminta sesuap nasi untuk cacing dalam perutnya
dia berkeluh kesah karna pagi akan kembali memaksanya untuk berlari..
bersembunyi di liang TAI.
berisi BABI dan buruan imajinasi.
yang terpenjara dalam hidangan KONSPIRASI

kalau seandainya terasi wangi
mengapa sampai burung ku muntah ketika masuk ke lubang betina?
seandainya dunia nyata?
mengapa banyak hal yang samar?
seandainya waktu benar berputar?
mengapa tak ada pendewasaan?

mereka pecah di jalan
ketika otak tercampur dengan otot
ketika yang berkata adalah jajaran KONTOL-KONTOL bertameng baja
membersihkan jalan untuk BERSENGGAMA

Senin, 08 November 2010

NAK BELAJAR LAH KAMU, JANGAN TIDUR TERUS NANTI BISA JADI BODOH, NAK GUNAKANLAH MATAMU, NAK KALAU BERTANYA MENGGUNAKAN HATI...NAK SEBELUM IBU DAN BAPAK MU MATI. KAMI TINGGALKAN WARISAN UNTUK MU

nak berjalan itu ke depan
melangkah itu mundur
mati itu tertidur
berbasuh diri itu bermain lumpur
nak melihat itu kedepan
berpaling itu murtad
melirik itu tikus
menoleh itu cicak
mengedipkan mata itu binal
nak apa yang ada dalam kantong keresek mu?
sekantong sperma untuk kau jadikan otak?
nak kaki itu sepatu besi
tangan itu belati
pikiran itu bom atom
keyakinan itu matahari
mata itu teropong.
nak....
dimana kursi?
nak kenapa bapak mati?
sebelumnya baru saja dia meninggal....
nak, di sini kita bersenggama
nak, bapak mu dulu pelacur
ibu mu penggali kubur
nak...kencing mu kini berwarna putih
nak..itu bunga
nak..itu celana dalam
nak...itu kantong sperma
nak...itu lubang buaya
nak...itu jendral logika
nak...itu kodok sawah
nak...itu tahi lalat
nak...itu botol
nak...itu buah
nak...itu ladang masalah

Rabu, 03 November 2010

yang selalu menjadi perdebatan, bisa saling membunuh, yang di jadikan alasan, berusaha berebut kuasa, saling duduk menduduki dan saling sikut sana sini

TAI




maaf bila mungkin beberapa hari kedepan ini pak tani akan memosting kan sesuatu yang sangat fulgar, seronok, jorok dan sangat sentimental. tapi sebenarnya pak tani tak ingin menyebarluaskan bahasa kotor tersebut tapi pak tani inginkan kalian melihatnya dari segi yang berbeda....

Selasa, 02 November 2010

di ujung lentera


 kejujuran di ujung lentera
di balik bias cahaya lilin ketika senja
terukir dengan terpaksa
demi secuil terang akan jalan

ketika sketsa-sketsa lakon silih berganti
dan mimik-mimik topeng saling bergulir
juga tamparan dan cercahan dari buih-buih liur di mulut
ada adegan terekam tentang sajak diri

saat hati harus menyetubui pikiran dan raga
di kala kesimpang siuran meredam sisi gelap
di saat itu diri tak jadi abu-abu
karna hitam adalah hitam
dan yang berjalan adalah dinamo jam

kejujuran di ujung lentera
yang menjadi titik terang dalam sisi gelap.

Senin, 01 November 2010

GOL A GONG

bak mutiara di tengah rawa
lukisan kehidupan dari sang pencipta
saat keterbatasan bukan lah kendala
ia ciptakan keindahan yang berguna

ketika ku tak bisa berjalan dengan kaki
ku gunakan tangan untuk berdiri
ketika tangan tak bisa berfungsi
ku gunakan akal fikiran tuk mengejar mimpi

demi senyum untuk anak negri
dan satu goresan ku beri
karna TUHAN bukan tak mengetahui
tapi inilah kesempurnaan akan diri....



puisi ini terisnpirasi ketika saya dan kawan-kawan berkunjung ke rumah dunia yang di gawangi oleh sang maestro mas gol a gong. beliau orang yang memiliki kreatifitas yang sangat tinggi dan keterbatasan bukan lah menjadi kendala beliau untuk meraih mimpinya (menggenggam dunia) kini siapa orang yang tak mengenal karya-karya emas beliau. tidak sampai di situ tapi masih banyak lagi sumbangsi beliau terhadap perkembangan membaca dan kesenian di indonesia.... salah satunya adalah ode kampung #4....
kalian wajib untuk menyambangi kediaman mas gol a gong.....karna selain orang nya yang sangat ramah, dan juga banyak hal lain nya yang dapat kita petik dari beliau.....

Kamis, 28 Oktober 2010

ketika doa

jangkrik-jangkrik bernyanyi di tepian zaman
ketika ucapan berubah menjadi doa
seperti gemericik hujan yang basuh raga
melenggangkan harapan dari tumpuan badan

sedikit harap hilang di meja jamuan
begitu juga dengan nyala lilin di ujung sumbu
menjadi butir-butir indah beterbangan
yang di hadiahkan kunang-kunang saat diri meragu

satu pinta akan kehidupan yang layak
tak terkabul dari tubuh mungil yang semakin mengering
bukan dunia ini adalah ladang tandus tak pernah di sapa hujan?
tapi ada pakaian yang lebih layak dari pada nikmat dunia
yang bersifat kekal pada waktunya
ketika kita dapat bertegur sapa dengan pencipta
tanpa ada batasan di hadapan

Rabu, 27 Oktober 2010

DITUNGGANGI

aroma liang lahat di ujung misiu
berkeliaran bebas tanpa melihat sekitar
pecahkan amarah
muntahkan darah dari tubuh-tubuh tak berdosa

berjuta malaikat pencabut nyawa
bertameng helm baja berdiri tegak menebar pesona
menunggu aba-aba dari sang kusir di kursi kerajaan
melenyapkan nyawa terpisah dengan raga

satu tontonan menarik ketika setan menunggangi jiwa
otak, akal dan hati di belenggu menuju tarian pesta
pesta dajal berlakon penguasa
memeras rakyat untuk dapat menceboki mereka

dalang menari dengan segelas anggur di tangan
para wanita ditiduri dengan perasan susu sembarang
bocah-bocah di tembak mati agar tak berkicau
derap langkah terpatri di depan gerbang pintu makam.

Senin, 25 Oktober 2010

dalam waktu

putaran roda mengejar langkah waktu
menuju dimensi antara rangkaian mimpi
membeli ketulusan hati memburu raga yang lebih tinggi
dalam ruang nuansa memancarkan pesona
dalam wujud yang berusaha jadi nyata

mahkota di atas kepala bertengger mesra
dan sejuta gerak telunjuk mengarah acak
menjadi tragedi terkubur di sungai musi
di gerus gelombang saat kapal angkuh memecah tenang

liukan awan-awan saat senja menjelang
diikuti sapa mesra malaikat pencabut nyawa
mata melihat, mulut tak sanggup berucap
mengecap taubat telah menginjak-injak semut dan rayap

dalam relung waktu terukir bingkai kehidupan
tertumpu tingkah pola yang menjadi wacana
akan cambuk juga siksa para terdakwa
di hadapan sang pemilik dunia dan raga.

Sabtu, 23 Oktober 2010

derap

dawai-dawai nada kehidupan
terangkum dalam barisan lamunan senja
di tepian rinihan sajak
dari lantunan langkah terseok

baris demi baris kalimat terlampaui
mendewasakan yang hidup di dunia

kepulan asap kejenuhan tersulut
tergantung di tembok-tembok ratapan

berada sejengkal dari cahaya
merubah gelap yang dibutakan mata
meraba dengan seksama
menyentuh ajal di pelupuk mata

jangan pernah menjadi kayu bakar
menghanguskan semuda dengan lahap
berusahalah menjadi obor
menerangi jalan setapak yang pasti mengantar ke tujuan

Selasa, 19 Oktober 2010

tertunduk

dimensi mimpi mengalir di ladang emosi
tangan membasuh air mata
dari gemericik hujan yang turun di sela-sela mata
membawa satu petanda nada yang sedang bergentayangan

rasa di belenggu di antara
wangi bunga terhendus dalam jiwa
dalam raga terpancar satu pesona
dari insan yang terhimpit dunia

Minggu, 17 Oktober 2010

waktu malam di anyer

dan aku kembali terperangkap dalam permainan waktu
kala bibir tipis mu melantunkan nada merdu
menyapa hati dengan gerakan menggoda
dan mencumbu harapan yang lama aku tinggalkan

dalam elegi tentang rasa
mungkin kita bak obor di tengah padang ilalang
menjadi terang di sekitar
namun tumpah menjadi api dan membakar segala

menikmati rasa yang telah lama hanyut
terbawa lumbung jiwa menuju satu penjara raga
ini permainan rasa yang kita ukir di tepian pantai
yang kemudian hanyut karna botol terbawa arus menuju ke tengah

kita lepaskan semua rasa dari beringin dunia
berguguran bak daun jati di musim semi
pecah ruah menumpahkan segala curahan tentang kebebasan
kemudian kembali berlayar karna layar tlah menunggu

Rabu, 13 Oktober 2010

slogan

awalnya kita adalah sama
dari tulang rusuk adam dan hawa
namun karna bumi harus berevolusi
akhirnya kita membedakan diri

tapi sebenarnya kita masih satu rumpun
tanah yang sama, juga air susu yang sama pula

mengapa kita tak saling mengeratkan tangan?
berjabatan dan melangkah beriringan...
tak ada satu agamapun yang inginkan perpecahan
injil, taurat, zabur dan alquran pun mensiratkan tentang perdamaian

tercipta teknologi hanya menjadi ladang konspirasi
membunuh dan meracuni berniat mengurangi populasi
sedang slogan besar di jalan utama berkata cerdas
tentang penggunaan kondom juga KB
namun nyatanya rencana tak sesuai perhitungan di atas kertas
sampai akhirnya kita bak kutu-kutu yang di pitas
bom bardir sana sini untuk mengurangi populitas

Senin, 11 Oktober 2010

bisik alam

layar berkembang di samudra lepas
burung-burung camar panik dari balik sarang
penyu-penyu berlarian ke pesisir
lumba-lumba sibuk selamatkan jutaan jiwa

laut berteriak, menyapu pencuri ikan
gunung-gungung muntah, semburkan lahar panas ke kota-kota
hutan dan dedaunan marah
menimbun mereka dengan lumpur segar

mari kita bertafakur
menyadari keegoisan yang tak kunjung usai
mungkin mereka sedang berkata
"sudahi semua dan sisakan kami untuk anak cucumu kelak"

resapi bisikan dedaunan yang sedang melantunkan doa
coba kita bersatu dengan alam
dan hargai mereka sebagai ciptaan TUHAN

Jumat, 08 Oktober 2010

LANGKAH

kematian adalah bagian dari hidup
sedang waktu merupakan bagian akan perjalanan
kawan, saudara dan lawan adalah bumbu peemainan
dan pengalaman bekal, yang akan menjadi cerita anak cucu kelak

jangan pernah melamun akan putaran roda
nikmati sayup-sayuo angin yang menyapa diri
sebida mungkin basuh diri dengan senyum dan kasih sayang
agar tak terlalu cepat kulit mengkertu dan menyesal ajal cepat datang

berusahalah menjadi setitik cahaya untuk sekitar
yang berguna untuk mencerahkan jalan setapak dalam remang
berusahalah menciptakan senyum di manapun
walau susah dan gundah gulana sedang menerpa...

Rabu, 06 Oktober 2010

ana hanyalah sebuah lukisan

dan aku pun tak pernah berharap kamu datang
walau sering bersembunyi dalam bayang
sebenarnya aku tak inginkan akan waktu itu
saat mata kita saling beradu pandang

suguhan hidangan dalam pesta
juga ajakan kamu untuk berdansa
tak seromantis alur yang sebenarnya

kita bersandiwara
saling menyakiti karna perasaan yang kita dustai
aku enggan berada di samping mu
begitu juga kamu yang pura" tersenyum mengobati lara

ana....begitu orang menyebut mu
lalu ketika aku berada di lorong
orang lain kembali memanggilmu dengan sebutan lisa
bak sebuah lukisan di dinding istana
ayu dan rupawan, namun dengan lembaran duniawi mereka dapat membelinya
di jadikan suguhan para raja
juga sebagai penobatan agar segala negosiasi menjadi lancar.


Senin, 04 Oktober 2010

lentera

beri kesempatan aku untuk menjadi lentera
menerangkan sedikit ruangan mu yang di landa gelap

biarkan dia tertidur dengan pulas
karna kelak dia akan kembali berjalan untuk dapat menjadi cahaya

saat lembayung senja
saat semua amarah padam dan pulang pada peraduan
biarkan aku menjadi cahaya dalam lentera
menerangi sediit ruangan dalam diri mu
dan mencoba menuntun arah yang sebenarnya

Minggu, 03 Oktober 2010

pengembara

untuk postingan kali ini pak tani tak ingin panjang lebar lagi, pak tani hanya ingin berbagi sedikit foto tentang pementasan musialisasi puisi dengan judul PENGEMBARA, bertempat di cimahi pada tanggal 03 oktober 2010

mungin lebih enak nya liat langsung di

sini

Jumat, 01 Oktober 2010

bersandiwara

selamat malam semuanya, selamat bergabung kembali dan selamat menikmati hidangan kampung yang sudah teremar pengaruh kota(alay), semoga dalam bacaan kali ini kalian semua akan muak membacanya, karna kata-kata yang tertera terlalu sinetron banget.
dalam perjalanan kali ini kalian harus menyediakan beberapa kantong kresek kecil yang berguna untuk menampung muntah kalian, beberapa telor busuk yang nantinya berguna untuk menimpuk layar monitor bila kalian merasa jijik dengan bacaan ini. dan yang terpenting... pastikan kalian berada di dekat WC(TOILET) karna berguna bila kalian muntah gag berenti" dan munkin tiba" perut kalian akan merasa mules"....


bagaimana dengan persyaratan nya apa sudah kalian siapkan? dan apa kalian juga sudah berada di dekat TOILET dan memastikan TOILET itu sedang kosong?????

bila sudah siap, silahkan kalian menggerutu akan tulisan bobrok yang keluar dari imajinasi orang bodoh...



sayang...., maaf aku tak seperti orang lain yang dapat bermesraan di depan umum, dan maafkan aku pula yang menyembunyikan hubungan kita, karna aku takut para pemburu berita akan mengincar kita nantinya. biarkan kita jalani begini saja ya sayang, karna lebih nikmat kita seperti ini di banding kita publikasikan hubungan kita, sedang menikah pun tak kunjung datang.

ya untuk kamu sayang, saya berusahan tak layaknya artis yang selalu super sibuk untuk menyelesaikan skrip-skrip naskah dan shoting kejar tayang...karna bila nanti waktunya, aku ingin menghabiskan seluruh waktu senja ku selalu berada di samping mu sambil melihat anak-anak kita bermain....

sayang, kamu tak risih kan bila nyatanya aku tak bisa mengabari mu setiap hari dan setiap detik, semoga perjalanan yang kamu hadapi sekarang akan menjadi bekal kelak bila kita sudah berumah tangga dan aku yang harus meninggalkan mu sendiri dengan sang buah hati di rumah karna banyak hal yang harus aku urus di luar kota sana.

semoga saja sayang....

doa ku selalu untuk mu, dan setiap iringan syair-syair pujian pada ILLAHI selalu ku selipkan untuk kesehatan dan ketegaran hati mu....

dan sayang sekali lagi aku ingin meminta maaf, bila di luar sana nama mu tak pernah aku sebutkan, melainkan aku selalu menyebutkan sebuah nama yang sudah tak asing lagi di telinga mereka.

karna satu hal yang aku tak mau mereka tau, yaitu tentang kamu. wanita terhebat yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anak ku... mungkin 2 tahun lagi kita akan bersandiwara seperti ini, dan kelak bila hari itu datang kita akan kejutkan mereka dengan kenyataan yang sebenarnya....


teruntuk : sayang.....

maaf kalo postingan kali ini lebih lebai dari yang sebelum nya, dan membuat mata kalian menjadi sakit membacanya, ini cuma salah satu permintaan dari seseorang yang sedang menikmati kehidupannya di sana. 
dan maafkan juga, sekali lagi saya minta maaf untuk wanita terhebat, kalo sampai saat ini inisial kamu tak bisa di publikasikan, karna seperti yang tertera di atas, biarkan kita bermain dalam sandiwara. sampai saatnya saya akan ungkap inisial sebenarnya tentang dia....



sajak BODONG(BOcah2 DONGo)

imajinsai bermain di atas gubuk derita
saat lapar menerjang tak tentu arah
meluluh lantahkan keyakinan serta kepercayaan

dari balik tangis terdengar seorang tertawa riang
entah sedang memikirkan apa
atau entah sedang berbuat apa.
sementara yang terpenjara adalah diri yang penuh dengan semua kecaman akan hidup

di dunia semua menjadi nyata
saat mata di paksa melihat tontonan yang selalu mengumbar jaji semata
di ladang tandus semua menjadi kaktus
saat diri terjerumus dalam lobang kakus

dua bocah saling membunuh
memperebutkan donat di genggaman.
sementara di sebuah istana dewa sedang berjudi
bertaruh, budak-budak mana yang akan segera mati

meja pertempuran diisi para tamtama
si beri manak banyak, kemudian di kirim ke ladang pertempuran
demi bela negara, demi tahta sang saka, juga demi harga diri bangsa
namun sementara mereka ternyata sedang asik melucuti baju, anak istri perwira

ini mungkin hanya gambaran yang di buat seorang anak kecil
yang sedang berimajinasi tentang sangsaka yang kini berwarna pucat
pudar, karna terhina dan di beraki oleh para cukong, dan makelar

di sini kami hanya bisa menggambarkan.
tanpa berani berkoar dan bertindak, karna kami bukan lah bidak-bidak catur
yang mudah di atur kemudian saling benturkan kepala
karna kami hanya orang-orang bodoh yang suka menghina
menghina akan kepintaran yang di miliki para sarjana-sarjana BODONG yang sedang asik duduk di meja kekuasaan

Rabu, 29 September 2010

sajak untuk para bloger

maaf pak tani lagi iseng gag ada ide buat nulis apa, jadi aja bikin tulisan kacau balau gag jelas gini, tolong jangan di hina akan tulisan nya ya... sekali lagi punten kali seandainya tulisan nya makin sembrawut... karna pak tani sedang kalut... masang kode buntut gag tembus-tembus....


kita saling beradu dalam satu wadah
dalam tulisan dan rangkaian akan berjuta kata-kata
kita hanya bisa saling menyapa
dan berteman dalam dunia maya

jalur-jalur kabel yang tertanam di mesin impor
membuat kita saling mengenal akan satu sama lain
pengaruh sinyal dan jaringan
sangat kita andalkan untuk dapat bertatap muka dan menyapa

mungkin ini adalah teknologi
ketika beberapa insan dapat menyapa dan bersatu bak satu rangkai keluarga utuh
tak dapat di pisahkan, walau hanya lewat koment yang tertera di kolom komentar
kita hanya merasakan hal yang sama
tentang dunia kita...
karna mungkin di sini kita bertemu dengan dunia kita dan berjuta kepala yang memiliki hobi yang sama

persembahan imajinasi tertuang bebas
dan dapat di baca bagi mereka yang membutuhkan nya

huft... ternyata dunia ku, kita, mereka dan dia....
ternyata teknologi tak segalak yang mereka sangka
ternyata kabel telah membuat kita kesetrum akan satu sama lain
dan juga ternyata sinyal telah mempertemukan kita
walau dalam ruang sebesar 14" saja....
tapi rasa sakau atau kerinduan sering melanda
bila sehari kita tak menyapa mereka....
saudara baru ku....
para bloger....nara blog...

Selasa, 28 September 2010

LINGKAR KOSONG (PENUH)

LINGKAR KOSONG (PENUH)
setiap detik aku selalu berfikir
menambah kinerja otak agar dapat menguak misteri

berlari ke tepi pantai
menyimak desir angin di tepian
bersembunyi di gunung
bahkan bertanya pada paranormal

sajak ini tentang klenik dan politik
yang selalu di sangkut pautkan akan pemimpin republik
juga tentang agama yang kita percaya
tentang peci, sarung dan berbagai hal yang di sembahnya

mungkin politik adalah klenik
tapi agama adalah pegangan hidup

pada musim politik para dukun kaya raya
banyak pemimpin yang mendekat minta petuahnya
namun ketika terpilih semua jadi berbeda
korupsi dan pembantaian masal meraja lela

mungkin mereka yakin alur hidup berbangsa
namun mereka tak pernah percaya akan hidup beragama
sembahyang hanya mencari perhatian publik
memberi fakir miskin dan yatim untuk mendapat suara terbanyak

ah klenik......politik
yah politik.....klenik
main intrik untuk dapat perhatian publik
kemudian menjadi budak kehidupan yang penuh iblis dan setan

Senin, 27 September 2010

SETELAH KOMA

SETELAH KOMA

aku berdiri angkuh
sementara ribuan orang disana resah menunggu ajal
aku busungkan dada
sedang bocah-bocah susah mencari tempat bermain
aku bermandi tahta
sedang yang kecil selalu jadi tumbal
aku bergelimang harta
sementara petani resah harga pupuk tinggi

kemudian pada satu masa
aku di sentil TUHAN
tersungkur ke tanah
dengan tubuh kaku tak berdaya
semua yang tak kuketahui akhirnya berkata
dan menyudutkan ku pada lubang nista

terlambat aku menyadari permainan waktu
karna ternyata semua harus di pertanggungjawabkan
sedang sekarang aku tak dapat berbuat apa-apa
layaknya cicak terperangkap dalam botol

Sabtu, 25 September 2010

ada yang bertanya pada ku
"dimana letak keyakinan?"

sebelum menjawab ada yang ingin ku pertanyakan....
"dimana letak kejujuran?"


sajak 1%
sebuah benang bisa dengan mudah di sulam
di rangkai dan di bentuk menyerupai apapun kehendak kita
ingin menjadi boneka, taplak meja, dan bahkan tatakan wajan pun jadi
tapi ingin serupa apa yang sedang melintas di dalam benak kita?

layaknya kertas yang belum terkontaminasi dengan imajinasi
masih polos dan kemudian di beli untuk di tuangkan rangkaian basi atau pujian basa-basi
seperti apa cerita yang mengembang akhirnya di sana
ketika kita menuangkan logika, tanpa menghiraukan letak sang PENCIPTA

dalam ruang gelap mungkin kita bisa dengan mudah terantuk tembok dan terjatuh
namun pernah aku berguru pada orang buta
yang bisa menanam padi, serta ubi jalar di rumah nya
serta tau dimana letak kantor kelurahan, juga tempat ia memanjatkan segudang rasa syukurnya

memang bermain kata-kata itu indah
seindah gemericik hujan yang membasahi ladang gersang
tapi pernah kita mati dalam ucapan lisan
karna logika tercerna secara mudah dengan berjuta pikiran yang terus beterbangan

dilema

kembali terkapar di persimpangan
ketika ribuan orang berlarian menulis sajak cinta
sedangkan di depan mata ribuan orang mati terkapar
dengan terus mengencangkan ikat pinggang mereka

kembali tanda tanya besar mampir di kepala
saat harus tertidur berbantal gundah gulana
tentang saudara yang menunggu mati di tepi kubur
juga tentang bayi yang di rebus karna sudah tak bisa beli nasi

dari linangan imajinasi yang terkumpul
hanya menjadi janji-janji basi

serigala merauk keuntungan dari balik jeruji
makelar menarik pedati milik pengembara
lambang keadilan di permainkan bak bola tangkas
tuak kencing kuda di siram ke para janda-janda muda

ketika di atas langit pecah akan rasa
karna para penjudi sedang gila menyiksa

Kamis, 23 September 2010

ODE KAMPUNG #4: BANTEN ART FESTIVAL DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA

Tanggal 3 sd 5 Desember 2010
Setelah Ode Kampung I “Temu Sastrawan se-Indonesia” dilaksanakan pada bulan Februari 2006 yang dihadiri oleh 150 satrawan, Ode Kampung II “Temu Komunitas Sastra se-Indonesia” pada bulan Juli 2007 yang cukup menghebohkan konstelasi kesusastraan Indonesia, terutama dengan “Pernyataan Sikap” yang ditandatangani oleh lebih dari 200 sastrawan, dan Ode Kampung III “Temu Komunitas Literasi” pada tanggal 5-7 Desember 2008 yang mencoba menyebarkan virus kebajikan melalui buku-buku dan gerakan literasi di Indonesia, kini Rumah Dunia kembali menyelenggarakan Ode Kampung IV, hajatan yang dinanti-nanti oleh para budayawan, seniman, sastrawan, penggiat literasi, para akademisi dan seluruh lapisan masyarakat ini.
Seyogianya, Ode Kampung adalah program kerja tahunan Rumah Dunia. Namun karena pelbagai kendala, terutama restrukturisasi internal, akhirnya Ode Kampung ini molor setahun dari yang dijadwalkan. Selain itu persoalan dana menjadi alasan klasik yang sedikit mengganggu. Namun dengan sedikit tekad dan nekad serta motivasi dari pelbagai pihak, akhirnya kami memberanikan diri menggulirkan kembali event ini. Ode Kampung IV yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 Desember 2010 ini kami beri judul “Banten Art Festival.” Berbeda dengan Ode Kampung terdahulu yang lebih banyak kegiatan diskusi, kegiatan kali ini akan lebih memfokuskan pada wilayah seni pertunjukkan, mulai dari seni tradisional hingga kontemporer. Tontonan menarik mulai dari seni tari, musik, teater dan monolog, serta pembacaan puisi dari para penyair terpilih dari perwakilan kebudayan di Indonesia akan kami ramu menjadi tontonan apik yang sayang untuk dilewatkan. Jika tak ada aral melintang, kita akan menonton lebih dari 25 pementasan. Selain itu, untuk merangsang minat pelajar dan mahasiswa serta khayalak, para seniman yang tampil itu akan diminta memberikan ilmu dan pengalamannya dalam bentuk workshop. Pada momen ini juga akan diselenggarakan diskusi yang guyub dengan para pembicara yang ahli di bidangnya.
Seperti kegiatan Ode Kampung sebelumnya, kami mengundang siapapun Anda yang ingin terlibat pada kegiatan ini. Caranya sederhana. Anda tinggal mendaftarkan diri melalui email: odekampungempat@yahoo.com cc: venayaksa80@yahoo.com dan gm_cakrawala@yahoo.com dan bersedia untuk membayar Rp. 50.000. Dana ini adalah untuk menyewa penginapan di rumah warga kampung. Selama mengikuti kegiatan ini biaya makan ditanggung oleh Rumah Dunia.
Total biaya yang dibutuhkan Rp. 120 juta. Dana awal dari block grant Rintisan Balai Belajar Bersama sebesar Rp. 20 jt. Seperti biasa, gotong royong. Jika ada yang kelebihan rezeki, silahkan tranfer ke BCA Serang, norek 245 188 5733, an Asih Purwaningtyas.
Setiap peserta Ode Kampung IV yang telah mendaftar, secara berkala akan terus kami umumkan hingga mencapai batas maksimal peserta sejumlah 400 orang. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengakses www.rumahdunia.net. Terimakasih.
Salam,
Ketua Pelaksana
Firman Venayaksa
www.facebook/venayaksa
----------------------------------------------------------------------------
SC: Gol A Gong, Toto ST Radik, Halim HD, Nandang Aradea, Sulaiman Djaya, Dadie RsN, Arief Kirdiat, Maya Rani Wulan.  


copy paste dari
rumah dunia

Rabu, 22 September 2010

kebebasan

aku rangkaian binal dari kuda liar
menyambangi arus yang terus menerjang

tak elak kepalan tangan menghantam ombak
demi memecah ringkih bising dunia

aku barisan kecil tinta pena
tertulis singkat dari sajak pinggiran
menorehkan hitam, merah, jingga akan warna
yang kelak akan menjadi rangkaian sempurna

mungkin batu koral akan pecah akan tetesan air
tapi tekat ku takkan lekam akan terjangan badai

dalam permainan harus ada yang mengalah
di meja catur harus siap di atur
dalam tepakan batminton harus ada yang di bolak balik
dalam meja judi selalu ada piritan kartu
tapi aku bukan lah permainan
yang mudah di tendang logika
di gelandang selimut dunia

tapi aku pencerah
buat masa ku kelak
dan rangkaian indah dalam buku diari

karna anak cucuku akan menjadi ragam akan dunia
yang mungkin akan membaca sejarah dari jalan setapak keluarganya

indah menjadi berbeda
namun tetap serangkai akan nada dan irama yang sama
tentang bebas dan merdeka tanpa kekangan yang tertanam di lumbung hati dan telinga

Selasa, 21 September 2010

warisan untuk anak cucu ku

dalam beranda kata
di antara persimpangan dari lonjakan zaman
ketika seorang bocah merengek di tetek ibunya
yang sedang menikmati susu yang sudah terkontaminasi

dari perasan ayah saat malam
atau dari sisa-sisa debu jalanan yang menghampirinya

kerindangan dalam suasana kesejukan menjadi pertanyaan
saat harapan akan nyanyian burung-burung di atas dahan di tebas sang makelar.


dimana langkah pasti dari ayam jantan?
dimana riak merdu dari gemericik hujan?
biru ataukah hijau yang menjadi dambaan
di selewengkan dalam meja jamuan?

bisik dari para pengepul birokrasi
tentang lahan yang di garap menjadi ladang teknologi

lengking resah pengeruk tanah
lari pasti para penghuni rimba
serta seret lesuh dari kaki-kaki yang terkubur dalam ladang

lalu berlari seorang anak ke pangkuan abah
seketika cerita tentang biru laut menjadi bualan semata
karna tak dapat lagi membuktikan akan rindang pohon di bibir pantai

lagi merengek bocah dengan satu pinta
abah mana warisan yang kamu janjikan?
kami baru saja terlahir sudah terbelit hutang
kami baru saja ingin menghirup udara segar sudah tercemar polusi
kami ingin menikmati bening air kali
limbah dan sampah tersebar tak terkendali
kami ingin tertidur di taman
di bekuk oleh oknum-oknum bertameng belati

nyanyian burung camar di gerbang istana
tak goyahkan proyek pembangunan dan penggusuran semata
menutup mata akan lingkungan sekitar
toh rumah ku tak tercium libasan banjir

kembali sang tua menarik pedati
menuju sebuah lentera hati
mengais sisa-sisa makanan dari sisi jalan
di kumpulkan dan di masukkan pada tempat yang sepatutnya
tak banyak yang ia pikirkan akan terjangan cacian akan dirinya
"hanya ingin memberi kehidupan layak untuk anak cucunya kelak"

maafkan abah nak bila kami tak bisa memberi kemewahan seperti orang gedongan di sana
hanya sebaris ladang dan rindang pohon jalan yang bisa abah persembahkan untuk mu
yang mungkin kelak akan menjadi tempat mu berlindung dari penat polusi
mungkin yang kalian butuhkan limpahan materi
namun abah hanya bisa memberi hutan rimaba dengan nuansa desa
walau terjepit di antara kumpulan pemikiran-pemikiran kota



buat pementasan di acara penyuluhan lingkungan hidup di jawa barat....

Undangan Launching Salon Sastra dan Hari Sastra Nasional

Kepada Yth.
Sastrawan Universal
di Nusantara


Salam Sastra,

Dengan penuh kerendahan hati, kami mengundang saudara/i, pada Lauching CD "Salon Sastra Vol.1", dan Hari Sastyra Nasional, yang Insya Allah diadakan pada:

Hari, tanggal        : Sabtu, 16 Oktober 2010
Tempat                : Rumah Bambu
                             Jl. Baido Raya Mo. 75 Rt. 03/05 Kel. Lubang Buaya Kec. Cipayung Jakarta Timur
Acara                  : 16.00-18.00 Diskusi Budaya, dan Launching CD "Salon Sastra 1",
dengan pembicara: Sutardji Calzoum Bachri, Slamet Raharjo*)

                             18.00-20.00 Pemutaran CD "Salon Sastra I"
                             20.00-23.00 Pembacaan Puisi Salon Sastra, Performing Art, Musik "Reservoir"
                             23.00-02.00 Pembacaan Puisi Alm. KH. RF. Muhammad Muchtar Al Husseini dan zikir
                                                 Majlis Muzakaroh.

Kami sangat mengharapkan kehadiran saudara/i sekalian, untuk konfirmasi kehadiran, silah hubungi Sdr. Amdai (081385008076), Motilal Sabilian (0818733597), atau Zachrudin "Udin" Mandarin (085692290158)
Demikian undangan ini kami buat, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Badan Muasyaroh Salon Sastra


Amdai Yanti Siregar

Sabtu, 18 September 2010

pilihan

dalam postingan kali ini pasti gag akan lebih baik dan lebih indah tulisan yang pak tani luncurkan, atau malah mungkin tak layak untuk di baca bahkan untuk di publikasikan, tapi entah mengapa pak tani malah menulis ide ini.
em...
pak tani sendiri bingung harus memulai dari mana tentang cerita yang sangat sembrawut ini.
mungkin kalian ada ide untuk membantu pak tani menemukan huruf-huruf yang tercecer sehingga menjadi layak untuk menjadi langkah awal dalam perbincangan kali ini?

ok untungnya ada inbox masuk dan memberi sedikit pencerahan yang tadi pergi melayang entah kemana....

jadi begini.....
tapi inget buang jauh-jauh dan langsun close saja bila kalian anggap tulisan ini tak berarti dan terlalu brat untuk kalian cerna, karna di luaran sana pasti lebih banyak penulis yang mahir yang dapat merangkai kata dan mendramatisir kejadian yang di lihat.....

ok tanpa harus panjang lebar lagi yang malah bisa bikin kalian menjadi mual akan tulisan kacau ini, lebih baik kita langsung menutu pada titik inti dari kejadian....

jakarta 11 september 2010
p[erbincangan di sebuah keluarga.

tante : mana ijasah kamu? sini biar tante kirimkan ke kantor dan tante yakin kamu pasti bisa masuk ke halliburton karna tante punya satu jatah kursi
kakak : (dengan enak menembal perbicangan kala itu) iya mana sini ijazahnya. biar nanti hari senin kamu udah bisa langsung kerja di bank lippo.....
anak muda : em.... gimana ya bukan nya menolak tapi.......
tante : kenapa harus tapi? sedangkan waktu terus berputar dan kesempatan gag pernah datang dua kali lho!!!!
perasaan susauh banget sich nunjukin ijazah aja?
anak muda : maaf bukannya saya gag mau, tap[i dalam hidup[ saya punya pilihan sendiri, dan jujur saya sangat berterimakasih banget atas perhatian dan kasih sayang kalian kepada saya, tapi tolong untuk hal ini, saya gag mau kembali di suapi oleh kalian, karna saya sudah besar dan saya punya pilihan sendiri

tante dan kakak mulai geram, terlihat dari paras yang mereka lontarkan. dengan sejuta kata-kata yang di brondongkan kepada anak muda.

anak muda : sekali lagi maaf, dalam hidup saya punyua pilihan sendiri, sudah cukup kalian menyuapi saya sampai saya lulus kuliah, dan sekarang saya mau totalitas di seni. dan tolong saya minta pada kalian. beri saya dukungan atas pilihan yang saya pilih. supaya saya bisa menjalani nya dengan lancar.

tapi apa seni bisa menghidupi kamu? karna kamu hidup[ bukan hanya membawa diri saja nanti nya. tapi kamu akan membawa anak oprang dan juga membiayain anak kamu sendiri kelak. tolong fikirkan akan itu? jangan karna emosi akhirnya kamu memutuskan untuk totalitas di seni? (laju mereka dengan tandu di kepala)

anak muda : hidup adalah pilihan dan bila kita yakin akan pilihan kita, pasti kita tak pernanh merasa sulit untuk menjalaninya, dan untuk rejeki, dimana saja dan bidang apa saja bila kita tekuni dan yakin pasti akna menghasilkan sesuatu... jadi sekali lagi, tolong beri saya kebebasan dan tolong hargai keputusan saya, yang saya butuhkan adalah dukungan bukan perdebatan akan suatu pilihan. toh belum tentu pilihan kalian baik buat saya, dan bila saya gagal karna mengikuti pilihan kalian, pasti kalian tidak pernah mau di salahkan kan???????? sekali lagi saya hanya butuh dukungan dan dan doa restu......


kayanya cukup sampai di sini dulu tulisan ini mengacau laju jari jemari ku, dan sekali lagi serap apa yang di anggap baik dan langsung close saja bila ini tak berguna bagi kalian...


terimakasih sudah sudi mampir di gubuk renta pak tani.... selamat menikmati

Kamis, 16 September 2010

sajak SKENARIO HIDUP

banyak yang aku sesali dalam hidup
tapi aku terdampar di gurun

di sekeliling hanya ada bebatuan dan pasir
di setiap pandang hanya oase
di bisik telinga hanya sapaan angin menerbangkan yang tersisa

sampai akhirnya terkapar pada ladang kaktus
tumbuh di ruang tandus
menanti hujan yang datang tidaklah mulus
namun masih tetap duri menghunus

aku mencari pandangan sekitar
yang tertangkap mata tak ada apa-apa
mungkin nikmat kala melihat abah tertidur di tikar
namun apa dalam perjalanan dia juga pernah merasakan tak berguna?

memang hidup adalah pilihan
dan aku pun enggan terdampar di gurun
namun waktu harus selalu di tapaki
karna surat dari illahi sudah jelas akan diri

untuk menemukan hidup tidak lah perlu mengeluh
sebab waktu bukan gangsing yang dapat di permainkan
jadilah pemeran sejati dengan segala kerendahan diri
karna skenario hidup sedah di tulis oleh sang produser

Minggu, 12 September 2010

sajak EGOIS

aku hanya butir-butir pasir
di hempas angin kemudian berlabu entah dimana
aku hanya bentuk secuil
yang kemudian akan di tanya tentang semuanya
aku bermain di putaran roda
yang kemudian menggelinding sesuai pengemudinya
aku bergumul akan dosa
tanpa tau titik terang seperti apa
sampai pada ketika ku terantuk batu
kemudian menjerit pada NYA

merasa butuh bila sengsara
kemudian acuh bila jaya mendera
bak angin di tepi pantai
sejuk namun dapat meluluhlantahkan


DIA ada
tapi tak di anggap
DIA melihat
tapi kita sering bersembunyi
DIA tahu
tapi kita pura-pura bodoh

kesombongan makhluk melebihi sang pencipta
keegoisan tubuh melebihi sang pemilik dunia

ada petunjuk
melirik godaan dunia
ada perjalanan
memilih hutan belantara

apa indah dengan otak terjejal duka?
kemudian menyalahkan akan semua

Jumat, 10 September 2010

mohon maaf lahir dan batin

shalat ied udah
makan ketupat udah
jejer di ruang tengah sambil menengadahkan tangan juga udah....

apa ya yang kurang?

oh ya belom minta maaf sama saudara-saudara yang jauh di sana....

buat semua saudara, kawand, dan satu darah yang seiman maupun yang berbeda keyakinan. pak tani, taufik, toa senja, beserta keluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.
semoga setelah ramadhan ini kita kembali fitri.....

Rabu, 08 September 2010

untuk cinta

sisakan beberapa detik waktumu untuk ku
takkan ku sia-siakan alunan iramanya
biarkan sela itu kosong untuk ku
dan nikmati saja saat aku menjabat tangan mu

biarkan bias embun menyapa wajah mu
jangan coba palingkan dari arahnya
karna aku hanya ingin mengenalmu
dan kemudian menunjukkan kemana arah rumah kita

karna di sana...
telah menunggu bunga-bunga untuk kita pupuk dan sirami
sehingga kita dapat melihat kuncup-kuncup nya
berkembang dan kemudian bermekaran

Selasa, 07 September 2010

SAYEMBARA PENULISAN NASKAH DRAMA

SAYEMBARA PENULISAN NASKAH DRAMA

by Nia Samsihono on Monday, September 6, 2010 at 3:27pm
1. Latar Belakang

            Naskah drama merupakan ungkapan perasaan, pikiran, dan pengalaman yang ditulis secara dramatik. Sebuah naskah drama sangat diperlukan dalam sebuah pementasan. Namun, tidak selalu sebuah naskah yang baik akan menghasilkan sebuah pementasan yang baik pula.
            Kegiatan drama di Indonesia tidak berkembang seperti karya sastra lainnya. Ada beberapa kendala, salah satunya adalah kurangnya penulis naskah drama dan tentunya juga akan menyebabkan kurangnya naskah drama yang baik. Oleh sebab itu, Pusat Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra melaksanakan Sayembara Penulisan Naskah Drama.

2. Tujuan

            Sayembara Penulisan Naskah Drama ini bertujuan:
            a. meningkatkan minat masyarakat terhadap sastra, khususnya drama,
            b. meningkatkan daya cipta dan kreativitas masyarakat terhadap sastra, dan
            c. meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra.

3. Peserta

            Peserta sayembara Penulisan Naskah Drama bersifat umum di seluruh wilayah Indonesia, usia antara 20-45 tahun dengan bukti kartu tanda penduduk (KTP) yang sah.

4. Persyaratan

            a.         Tema sayembara penulisan naskah drama akan dimuat dalam antologi drama   ini bebas, tidak mengandung pornografi,
                         terbitan Pusat Bahasa.  dan tidak berpotensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA.
            b.         Naskah drama yang diikutkan sayembara ini harus asli (bukan saduran,  terjemahan, dan jiplakan), belum pernah
                        dipublikasikan/diterbitkan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara sejenis.
            c.         Setiap naskah drama yang diikutkan dalam sayembara ini diberi pernyataan sebagai karya sendiri atau asli.
            d.         Naskah drama ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik rapi dengan jarak 1,5 spasi di atas kertas HVS kuarto, dan jika
                         dipentaskan drama ini berdurasi kurang lebih 30 menit.
            e.         Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu judul naskah drama yang terdiri atas 10—30 halaman.
            f.          Naskah drama dikirim langsung ke Panitia Sayembara Penulisan  Naskah Drama di Pusat Bahasa, paling lambat
                         tanggal 9 Oktober 2010,  sebanyak tiga rangkap disertai biodata, alangkap lengkap, dan fotokopi  identitas diri (cantumkan
                         provinsi).
            g.         Sayembara penulisan naskah drama ditujukan untuk umum.
            h.         Naskah drama yang masuk ke Panitia tidak dikembalikan kepada peserta dan menjadi milik Pusat Bahasa.
            i.          Naskah drama yang dinilai layak terbit akan dimuat dalam antologi drama terbitan Pusat Bahasa.


5. Penilaian

            a.         Penilaian naskah dan penentuan pemenang akan dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas pakar drama.
            b.         Penilaian mencakup aspek isi, daya dramatik, penyajian, dan bahasa.
            c.         Putusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.
            d.         Hasil penilaian akan diumumkan pada 22 Oktober 2010.


6. Hadiah

            Pemenang akan mendapat piagam, buku terbitan Pusat Bahasa, dan uang tunai (dipotong PPh sebesar 20%)
            Pemenang I : Rp6.000.000,00
            Pemenang II : Rp5.000.000,00
            Pemenang III : Rp4.000.000,00
            Pemenang Harapan I : Rp3.000.000,00
            Pemenang Harapan II : Rp2.000.000,00
            Pemenang Harapan III: Rp1.500.000,00

7. Alamat Panitia

            Panitia Sayembara Penulisan Naskah Drama
            Pusat Bahasa
            Kementerian Pendidikan Nasional
            Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun Jakarta 13220, Kotak Pos 6259
            Telepon (021) 4706287, 4706288, 4896558 Pesawat 127 Faksimile 4750407


saya dapatkan info dari sebuah tag di FB. buat konco-konco, saudara sebangsa dan setanah air di tunggu partisipasinya...


Senin, 06 September 2010

siapa yang lebih dulu harus kita cintai?

ada yang memainkan kata-kata cinta
ada yang senang akan keberadaan cinta
sering juga orang menangis akan cinta
dan banyak yang terpuruk juga karna cinta
serta banyak lubang menganga karna cinta

lalu cinta seperti apa sebenarnya?
dan cinta apa artinya?
lalu bentuk cinta yang bagaimana sampai bisa membuat begitu?
dan lantunan cinta semerdu apa yang membuat semua terjerembab di dalam nya?

apa cinta?
lalu kenapa cinta?
dan layak kah untuk cinta?
serta baikkah untuk di cintai?

mengerti atau tidak paham
menyangkut atau di sangkut pautkan

sebenarnya ada cinta yang sejati
dan sangat indah untuk dimiliki
namun kita tak sadar akan keberadaan nya

yaitu cinta kita PADA ILLAHI ROBBI
yang telah hadiahkan ruang kita di bumi

jadi masih kah kalian mencari cinta sejati?

jadi dengan tanpa mengurangi rasa hormat
CINTAI DULU TUHAN MU
BARU KAMU AKAN MENDAPATKAN CINTA SEJATI MU

Minggu, 05 September 2010

sajak DIAM

di bawah sela-sela langit
di balik gelap malam yang menyapa
di antara lingkaran pelangi senja
di dalam kumpulan kunang-kunang di taman

saat embun menyapa
mengukir akan apa yang bergerak di dunia
memberi titik tenang akan langkah sang manusia
menghilangkan resah dari putaran waktu

menari duka di antara
tak terlihat akan senyum yang menggelegar

wanita tanpa busana di tengah wahana
kepala tanpa logika di belahan dada
jari-jari tengah di dalam permainan kata
money politik di saung keagungan

putaran roda di tepi zaman
menggerakkan satu putaran yang bermain di antara poros
di tengah pertikaian ada yang terluka
terhimpit sumpah serapah yang di anggap sampah

satu tombol di putar
memanggil satu kibaran nuansa kebebasan
tapi milik siapa?
lolong anjing semakin meninggi

karna daging sedang di kuliti
dari jiwa yang sebentar lagi mati
dari raga yang sedetik lagi tuli
dari mata yang selangkah lagi membenci

Kamis, 02 September 2010

hari sastra nasional akan di adakan di rumah bambu

Dalam rangka memperingati Hari Sastra Nasional, Rumah Bambu akan melaksanakan SALON SASTRA, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 16 Oktober 2010
Tempat : Rumah Bambu, Samping Mesjid Al Baidho, Lubang Buaya, Jakarta Timur
Waktu : 20.00-23.00 WIB

Kegiatan SALON SASTRA akan didahului dengan pengumpulan karya puisi, rekaman suara pembacaan puisi dalam CD, dan peluncuran buku puisi, yang didahului dengan diskusi/selamatan launcing buku tersebut pada sore harinya.

Demikian, pemberitahuan ini kami buat, bagi anda yang berminat, harap segera hubungi:
Sdr. Amdai Yanti Siregar, via Email: badai_68@yahoo.com atau facebook, Hp: 081385008076(Simpati), 02185392283 (esia).

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Mohon menyebarkan undangan ini.
Salam Budaya, Wassalamu alaikum Wr.Wb!

PANITIA PELAKSANA:
KELUARGA BESAR RUMAH BAMBU

Catatan:
Pendaftaran dan pengumpulan puisi, biodata, dan rekaman dalam CD, paling lambat tanggal: 26 Agustus 2010. JIka melebihi batas waktu, puisi hanya akan dicetak dalam buku, tanpa melalui proses rekaman.

Sumber: tag Note AMDAI YANTY SIREGAR.
Bagi yang belum jelas, silakan tanya langsung ke sdri. Amdai.
Terima kasih.

tapi bagi yang masih mau mengikuti acara rekaman, kalo gag salah masih di buka kok. coba telp langsung aja ke mba amdai.

nah kalo proses rekaman nya di studio AL-DINO jl.pejuang revolusi. tepatnya di depan kantor pemasaran apartemen casablanca yang masih dalam proses pembangunan.


ayo ikut partisipasinya ya....

foto pak tani waktu ikut proses rekaman



Rabu, 01 September 2010

sajak oplosan

cerita kami berbau mistis
karena sedang melahap cinta dan kismis
dari putaran roda di samping bola mata
terdengar suara bayi sangat miris

sementara debu kembali hinggap
tapi tak terlihat dimana angin yang membawanya

plastik putih pucat menutupi wajah
palingkan pandangan dari kondisi yang ada

padahal kami tahu dalam berita pertikaian akan pecah
namun seratus kepala masih saja riantg membelai mimpi
sedang sejarah mungkin akan terukir lagi
karna ruang sidang hanya diisi para pemikir-pemikir sampah

kawan, apa telah kamu terima senjata kami
yang di ungkus materi juga penari seksi
kawan, terlihat sudah lengah tubuh kalian
siap menjadi santapan peradaban

2 miliar kepala tertunduk lesuh
karna harapan di gantung di antara kancing-kancing kemejamu
2 juta langkah anak-anak kelaparan
1.969 juta wanita kehilangan keperawanan
100 juta pria di kebiri paksa
976 cacat tertawa sangat dahsyat

layak....
sangat layak untuk di pertanyakan
tentang mereka yang buang hajat dengan tenang
di tanah yang di beli dari pertumpahan darah

Senin, 30 Agustus 2010

sajak 0.1

bersandar dari ribuan tanya
menentukan jalan yang lama tertutup tanah
dalam diri terkurung sebaris harap
mengukir angan yang mudah terbawa angin

dalam tumpukan resah berdendang bisik jangkrik
menyusuri niat untuk kembali pada cahaya terang
di sini
di antara tumpukan dosa
di balik sajak gelap dari nista
di dalam lumbung kegelisahan

di antara basuhan sajak illahi dan bentangan sajadah panjang
kembali mengukir renung

Kamis, 26 Agustus 2010

sajak SIAPA

satu harap dalam sajak
usang di terjang lintingan pengepul mimpi
lajang telanjang di atas ranjang
betina bertingkah seperti tak merasa berdosa

satu lagi jeritan air ketuban yang pecah
mengabarkan pada dunia bahwa di sini telah terlahir satu nama baru
tubuh ringan belum lah berdosa
yang kemudian akan di tempa menjadi hitam, merah, abu-abu, atau bahkan tak berwarna

lalu sang pemilik mengintip pasti
melihat para kumpulan gembala yang sedang berjudi
mempertaruhkan apa?
harta di dunia katanya
kejayaan di depan publik pikirnya
keindahan rumah megah, harap nya

sedang sang gembel dengan nada termalu-malu berkata
"mencari keridoan illahi yang lebih pasti tentunya"

"alah rengek gembel yang haus akan darah, jangan lah kalian dengarkan"
raung serigala dengan seonggok daging di mulutnya

mewah mu tak seindah kemewahan yang kami miliki
indah mu tak kekal di akhirat nanti
dan diri mu akan menjadi kayu bakar nanti

sajak ACAK

langkah ku ke belakang
tatapan ku ada di samping kanan dan kiri
harapan ku tergantung di tiang jemuran
harga diri ku terboyong sajak jalanan

putaran roda dalam lorong kebebasan
butuh cahaya untuk dapat melihat dunia
sedang gelap tak henti menggoda di pelupuk mata

buku di sini semakin lusuh
tapi tak urungkan makna yang tersirat di dalam nya
bahkan bungkus kacang goreng pun berlabel sebuah ijazah

Minggu, 22 Agustus 2010

sajak untuk bunda

mungkin tetesan ini tak bisa ku pungkiri
saat seharusnya kita bersama mentap senja
dengan hiasan pelangi yang sempatkan untuk hadir
namun kini tak ada lagi akan rangkaian itu

memeluk mu hanya sebuah harap
walau aku tau dirimu tak pernah mati dalam hati ini

rangkaian indah dari belaian tangan mu
rajutan nada merdu yang selalu menyusup di telinga ku
hiasan bening ketulusan dari senyum termanis mu
dan pelukan hangat yang tak dapat tergantikan

harusnya kini kita bernyanyi bersama

tapi saat malam datang
dan memberitahu ku akan kenyataan yang sebenarnya
aku tak dapat lagi berkata

mungkin laut memang biru
langit senja memang menyejukkan insan
serta pelangi hadirkan kekaguman yag dahsyat
namun menurut ku itu semua tak ada bandingan
bila saat aku memelukmu dengan

selamat ulang tahun alm. bunda memang tak ada lagi nyanyian indah yang biasanya kita nyanyikan di saung depan rumah. namun di sini semoga hadiah ini akan menjadi lebih berarti dan bermakna saat tubuh hina ini sujud dan bercerita pada sang pemilik alam semesta.

Sabtu, 21 Agustus 2010

sajak TAK KARUAN

telah lama juga ternyata pak tani tak menampakkan batang idung nya. mungkin karna pak tani sedang banyak melakukan meditasi di bulan ramadan, tapi ketahuilah wahai saudara, sahabat dan kekasih ku tercinta bahwa ternyata kerinduan pak tani untuk dapat berdiskusi dengan kalian semua sering mengganggu tidur pak tani. dan sampai pada akhirnya pak tani pun menyempatkan sedikit waktu pak tani untuk menyapa kalian semua.

kemarin pak tani terjebak dalam lubang yang menyesatkan di dalam nya pak tani menemukan tulisan begini

CINTA  TAK USAH DI UJI, TAPI PERTAHANKAN DIA, DAN BERI DIA PUPUK AGAR TUMBUH DENGAN SUBUR

sedang pak tani sendiri tak bersahabat dengan cinta, karna cinta pak tani kemarin baru saja di serang hama wereng yang tiba-tiba datang menyapa tanpa ada kata permisi

sajak TAK KARUAN


ruangan di sini sepi
tak terdengar gelak tawa di dalam nya
sedang lampu menyala
dan ada puntung rokok yang masih saja nyala

siapa yang sedang singgah barusan
hanya ada butir peluru di sana
dan lendir dalam mangkok yang berwarna merah
ada apa dengan orang kala tadi?

mungkin pertikaian darah terjadi tadi

surat berwarna merah jambu di atas meja
menyiratkan kegelisahan tentang sebuah pesan
kematian
kematian
jantungkun tak dapat kurasa debaran nya
terlalu cepat dia berdetak

tidak
ternyata kematian menyambangi lagi
setelah si tua mati ketika mencuri nasi di tong sampah
kini sang ibu muda yang mati
karna mempertahankan janin di dalam nya untuk tumbuh

dalam berita banyak bahasa sanse kerta
dalam artian bahwa panglima kini sudah tak lagi berwibawa
terbunuh dalam selangkangan wanita
terbius akan racun dunia

senjata terhempas bebas
menembus dinding yang mudah terkoreh
sedang sejarah menjadi pembungkus martabak manis
di taburi kacang serta lumeran coklat

ternyata tubuh makin renta
tak ada lagi bunga dan daun di tiap cabang nya
hanya serangga dan rayap yang tersisa
menghabiskan segala sehingga akan tumbang pada terjangan angin kala kemarau nanti

Selasa, 17 Agustus 2010

sajak UPACARA BENDERA

mendung menyelimuti
menutup celah-celah terang mentari
bersama aliran yang turun
terbawa arus deras diri

dalam jibaran sang merah putih
lusuh si atas tiang kebebasan
tumpah semua...sirna semua
tak ada lagi gerekan tali

kami berdiri...
menegakkan kepala
dan menghormat tegak
busungkan dada melipat tangan di antaranya
sambil merasakan apa yang tersisa
yang kini tertulis dalam lembar sejarah
yang tak lusuh walau butiran hujan membasahi raga

Jumat, 13 Agustus 2010

jangan lupa sayang

sayang sebentar lagi pagi
mungkin kita akan kembali membungkus mimpi kita
kembali harus membeli duniawi dengan peluh keringat
tapi sayang jangan lupa untuk berdoa

sayang lengkingan ayam telah menyambangi rumah kita
lebih baik kita bergegas dan berkemas
sebelum kita di paksa untuk berlari
tapi sayang jangan lupa untuk bersyukur padaNYA
karna semalam kita tertidur dan kini masih bisa terbangun

sayang lihat anak kita
telah membentangkan sajadah
mari bergegas untuk curhat PADA NYA
sebelum waktunya akan tiba pada kita

Rabu, 11 Agustus 2010

apa aku busuk?

dalam konsep kita adalah sama
tak ada yang beda karna  kita satu rahim dan tulang rusuk yang sama
dalam perjalanan kita menjadi berbeda
berubah haluan namun memiliki cinta yang sama
memiliki keyakinan yang sama
memiliki satu tujuan yang sama
dan menyembah dengan maksud yang sama pula

jadi masih kah kita harus berbeda?
berdebat
memperdebatkan
atau malah menghina dan mencela

otak memang tak selamanya berakal
dan pikiran tidak selamanya sejernih embun
namun yakin dalam hati kita masih memiliki hal yang suci

lalu menyapa kalian tak gunakan hati?
menyapa sekitar dengan pikiran saja
menyambangi sekitar dengan akal dan logika saja

lalu kemana kegunaan hati?
apa sudah di masak dalam kuali?
di jadikan sambal balado
dengan bumbu segala tentang duniawi
yang selalu membutakan mata hati

Senin, 09 Agustus 2010

cerita bus kota

dalam lorong waktu, ketika permainan baru saja di mulai.
apa ada yang ingin bertanya kemana arah bus kota membawa kita sekarang?
lebih baik jangan banyak bertanya, nikmati saja perjalanan ini dan jangan lupa akan barang bawaan kalian karna di sini arus sangat deras. bila meleng sedikit bisa raib semua yang kalian bawa tadi.
nah lalu bagaimana dengan tujuan kita kali ini? pertanyaan yang baru saja kawan mu tanyakan pada kondektur yang baru saja melintas di hadapan mu, begini saja apa tadi kamu sudah perhatikan dengan benar" akan label yang terpasang di dasbord bus kota ini? ini jalurnya cawang - kampung melayu. bukan jurusan surga-neraka. jadi bila kalian salah jalur lebih baik berhenti di sini, sebelum kalian terbawa ikut rombongan yang sedang bimbang.
nah bagaimana dengan kawan di sebelah mu? apa tujuan kamu sudah benar? atau kamu sedang menyusuri jalan menuju amis daging dan bangkai? bila yang kamu cari itu, kamu seharusnya menaiki bus yang tujuan nya. manggarai-tanjung priok, karna di sana baru saja terjadi kuburan masal ketika beberapa kepala bertameng baja terkubur dalam kobaran amarah sang mpu pemilik daerah.
teriak anak bayi di balik baju ketika sang ibu sedang menyusui nya dengan amat santai nya, tak peduli dengan mata-mata yang mencoba mencuri arah yang sama, dan membiarkan para pencuri itu memainkan imajinasinya tentang putih buah dada dan emutan mesra sang bayi. ah aku hanya memberi minum anak ku saja"dalam hati dengan tenang dia berkata". toh aku telah menempati tempat duduk yang sudah aku boking sebelum nya. jadi mengapa aku harus ragu akan tujuan dan arah yang sedang aku naiki sekarang.
sementara di baris yang berbeda debat antara beberapa orang yang menggunakan kostum baju bola. aku the jack, sedang aku viking, aku ini aremania, aku bonek. ah anjing semua sama kalian "teriak lantang sang kenek bus" sekarang kalian bisa bicara seperti itu dan duduk bersama, tapi liat sebentar lagi kalian akan saling membunuh dan mencaci antar sesama. buat apa kalian hidup kalo nyatanya hanya saling menghina dan membunuh saja?
sementara sang kecil dengan kotak semir yang sama dekil nya (iwan fals punya), dengan rasa yang semakin terkapar di pintu bus kota, tak memperdulikan akan semua yang ada di dalam bus kota. karna dia enggan menjadi sampah pula bagi pemikiran yang terasuki banyak belatung. ah niat ku hanya saja satu mencari nafkah yang halal agar tubuh ku tak ternodai oleh berjuta siksa nantinya, dan menyapa siapa saja yang datang tanpa mau tau siapa dia dan latar belakang nya. toh hidup adalah saling menghargai dan menghormati. bukan saling mencaci dan membenci.

hina aku di dunia, tapi aku yakin. aku tak hina di akhirat nantinya....

Minggu, 08 Agustus 2010

untuk MIMPI

mungkin hanya butir-butir mimpi
tak lebih dari sebuah harap
mungkin tidak hanya saat malam dan pagi
menutup mata melihat dengan seksama

ya dari butiran mimpi
dari titik-titik imajinasi
berlonjakan, menghantui diri
untuk apa yang kita nanti

raut takkan surut
tak pula kalut karna pembalut
bukan pula kode buntut
bak nyanyian burung perkutut

dalam tarian mimpi
derasnya terbawa arus waktu
membawa kita bangun dari sini
segera singsingkan lengan dan baju

karna berawal dari mimpi
kita memeluk dunia dengan pasti
karna kita bukan hanya pemimpi
namun kita yang menciptakan mimpi jadi lebih pasti

to : my friend alang michi, ingat kawan mimpi kita akan jadi kenyataan.... terus kobarkan bendera nya walau hari hujan dan petir menyambar"....
aku hanya petani yang berteduh di langit senja,

Sabtu, 07 Agustus 2010

sajak song kosong

tamparan demi tamparan tak berhenti menari
mematahkan batang korek api di genggaman
tak pelak juga tentang butir pasir di sini
berlalu dari sisi-sisi rangkulan tangan

sedang revolusi sudah harusnya pasti
tak lagi mati atau tertindas di sudut ruang

lalu kuatkan kita
jangan goyah akan apa yang ada
dalam semilir gosip yang terbang tak tentu arah
jangan retak kita dalam bilik bambu yang rapuh dimakan rayap

kong kali kong
hanya omong kosong
song kosong
sajak bingkai kosong

bukan raukan saku yang dalam menjilat pantat
bukan rekapan laknat dalam situasi maksiat
siasat hanya butiran laknat
bangsat-bangsat berkelibat

bangun dari mimpi panjang
karna semua harap telah terpajang di arena pertokoan
telah di beri label dan di pajang manja

lalu kapan kita akan berlari
kalo kita masih senang kaki terkunci
bangun dari tidur panjang
dan gapai langkah perjuangan yang telah lama tertimbun

bukan itu

tinggal di rumah sampah
dalam kemewahan yang tidaklah nyata
renung hanya bongkahan nista
di setiap detik raungan jiwa mengejolak


apa harta?
apa tahta?
apa segala?

tidak
bukan itu
bukan semua

bisik punya bisik beredar deras
tak tertahan dan membeludak
insan lari menghindari tamparan
karna tulus putih dia temukan di bawah dahan ilalang
karna aku, dia dan mereka butuh kasih sayang
bukan hanya kemewahan

Rabu, 04 Agustus 2010

rangkaian kata-kata sampah

selama melakukan perjalanan kemarin, seperti biasa kalau jenuh sudah mulai menjarah seluruh waktu pak tani. pak tani bakalan banyak menghilang n berlari ke tempat yang bener" sunyi. dan dalam petualangan kali ini pak tani pulang dengan membawa sedikit sampah tulisan yang mungkin sangat hina untuk di bagikan, namun ya entah mengapa pak tani ingin mebagikan pada siapa saja yang mau mendaur ulang sampah milik pak tani..

kata-kata 1
hidup itu bukan "bagaimana caranya"
tapi hidup itu "jalani saja, ikhlas dan sabar"

kata-kata 2
bila cinta tak hadirkan sayap
jangan mencemoohnya dan menghujam dengan sejuta "karena?"

walau dalam gelap kita bersembunyi
yakinlah akan titik terang di sela-sela

mengapa berbicara tak seindah rangkaian?
mungkin bukan hujan bila petir menyambar
buang saja butir pelangi
simpan dalam toples dan hanyutkan ke aliran muara
lalu jangan bertanya dimana akhirnya dia singgah
karna perjalanan waktu akan membawanya
pada tempat yang paling nyaman untuk nya

kata-kata 3
jangan menyesal "karna dan mengapa"
tapi hargai yang dihadapan tanpa banyak menghina
coba berfikir agar tak sia-sia
karna di sela-sela kekosongan
setan telah siap dengan segala-galanya

kata-kata 4
aku bukan lah botol kosong
terisi air, kemudian meluber sia-sia
namun aku adalah tong besar
yang dapat terisi batu, pasir, serabut dan air
dan kemudian mengalir kebawah 
menjadi butiran-butiran bersih
dan melepas dahaga para pengembara yang sedang haus
untuk kemudian dia lanjutkan lagi perjalanan
setelah menyinggahi tong besar aku

kata-kata 5
tak ada yang tajam di dunia ini
kecuali "lidah mu"
tak ada yang lebih busuk di dunia ini
kecuali " otak mu"
dan tak ada hal dan apapun yang putih di dunia ini
kecuali "hati mu"

Senin, 02 Agustus 2010

Aku Cinta Indonesia

kami bukan satu batang lidi
terpatahkan kemudian tak dapat berguna lagi
dan kami bukan lantang teriak kosong
saat lapar mendera di balik jendela

namun kami satu rangakaian akan kesatuan
dalam dekap air, nadi dan darah perjuangan yang sama
indonesia

tak hiraukan berapa banyak perbedaan di sini
tak jua mempersoalkan apa warna kulit pembalut
karna kita satu
indonesia
indonesia

di ufuk barat nyanyian merah putih terdendang merdu
di kala senja rangkulan balut merah putih menyambangi jiwa yang sama
dalam lukisan malam kita bersatu dalam rangkaian yang sama
indonesia
indonesia


puisi ini di buat untuk mengikuti gelar puisi aku cinta indonesia yang di adakan oleh blogcamp, dalam rangka menyambut hut kemerdekaan RI ke 65

Minggu, 01 Agustus 2010

akan ku kenakan cincin pada jari manis mu wanita ku

sayang apa kamu yang duduk di sana?
sayang apa wangi bunga menuntun mu ke sini?
sayang apa kamu tau rembulan bersinar menyinari apa?
sayang apa ada keyakinan yang sama dalam lumbung kita?

sayang kamu boleh saja bertanya dan ragu akan semua kata" ku tadi
tapi sayang kamu wajib untuk meyakini ini
tentang kado yang ku bawa
tentang cincin yang akan ku kenakan di jari manis mu

karna aku sayang kamu
dan karna aku sangat menyayangi mu
juga karna aku ingin menjadi imam untuk mu dan anak" ku

sayang apa cinta itu adalah ragu?
lalu apa benar sayang itu adalah semu
dan apa iya rasa di sini adalah bisu?

sekali lagi sayang jangan pernah ragu akan cinta ku
jangan tepis akan sayang tulus ku
karna benar adanya aku mencintai mu
dan itu nyata tentang rasa ku pada mu

dibawah tiang bendera

coba rasakan, maknai apa benar kita satu tanah, darah dan nadi yang sama?
indonesia...indonesia...indonesia...


Kamis, 29 Juli 2010

berbisik untuk ibu pertiwi

di bawah tiang bendera
di antara balutan jasa dan prahara
dalam pusaran suatu roda
tentang poros yang berwajah sama

di balik bingkisan luka
tentang merdeka dan mereka
di buang kedalam nista
kemudian menjadi bingkai nyata

bisikan dalam tangis sang saka
mengajak langkah ibu pertiwi
menuju makam para pemberani
mengibarkan bendera setengah tiang

asin langkah menjadi pasti
semakin busuk menunggu di kuliti
karna kita telah banyak mencaci
dan sering kali mengotori

menangis bayi dalam dekapan mimpi
kemudian di usir karna di sini sudah tak ada nasi
ladang konspirasi menjadi lebih menjadi
saat menindas dengan topeng berwajah ibu pertiwi

satu lagi sajak tentang apa yang terjadi
ketika sang merah putih menyambangi perkarangan rumah
ketika kaki para pejuang merasakan perihnya busur dan amunisi
saat kembali bercucuran bendera dengan darah
darah dari pertikaian kekuasanaan semata

Rabu, 28 Juli 2010

ini bukan sajak merdeka

kepala pak tani pusing uy, badan juga panas dingin. tapi pengen nulis. jadi maaf ya kalo tulisan pak tani amburadul
tadi ada yang datang n bilang tanggal 1 agustus tampilin puisi ya di acara. duh pak tani berharap aja semoga bisa cepet sembuh. n sebenernya bingung mau nampilin puisi apa di acara mereka...

ini bukan sajak merdeka

lembayung senja berlarian
menyapa langkah yang mulai meredup
dalam saung kita berbicara
semua yang menjadi bingkai dan tragedi adalah nuansa

kala ini tak ada yang istimewa
saat ini tak ada yang berharga
ketika kini tak ada gambaran bahagia
malam ini hanya ada tangan dalam lembar sejarah

apa yang terjadi?
saat suasana memerah
apa yang terbungkam?
saat garuda merengek manja

merah
putih
hitam
kelabu

merdeka
bebas
terbebas

terbelenggu
mati

tameng soekarno sekarang menjadi laskar judi
wajah soeharto terbalut bingkisan tragedi
raut wajah habiebie di tendang ke meja pertempuran
sosok megawati terbalut kerudung politik

dalam tiang banyak yang tergantung
atau sengajakah di gantungkan
agar menjadi belatung
kemudian di makam kan

banyak kasus terbelit di usus
tak terusut memang karna disengaja
biar yang kecil menjadi lebih kerdil
dan yang besar menjadi keras kepala

dulu nadi kita menumpahkan darah yang sama
meneriakkan kabar gembira saat sangsaka berhasil di kibarkan

kini garuda menjadi jargon dalam lambang togel
pancasila menjadi falsafah para pemburu harta karun
dan merah putih menjadi popok si pemimpin ideologi

(lagu indonesia tanah air beta)
seraya berlarian anak-anak kecil meneriakkan lantang kemerdekaan

merdeka kah kami yang memasang sangsaka di depan rumah
merdeka kah petani ketika panen di hargai murah
merdeka kah politikus saat mempermulus kasus
merdeka kah para penerus bangsa saat harus mengenyam pendidikan di balik dinding rapuh
merdeka kah para sarjana saat ijasahnya di gade untuk membeli makan
merdeka kah tni saat bertempur saat konspirasi sedang meninggi
merdeka kah guru saat terlilit hutang rentenir
merdeka kah burung garuda saat mengepakkan sayapnya
merdeka kah sangsaka saat berkibar tertiup angin

merdeka kah kita
saat kata merdeka menyambangi raga

Selasa, 27 Juli 2010

bingkain kematian

deras arus jaman
menghanyutkan yang lemah ke pusara
liukan kain harap di setiap aliran sungai
menuju ke tumpuan akan kematian

tak peduli itu gembel
atau juga yang pemilik tahta di dunia
toh semua kan merasakan juga
apa yang ada akan menjadi bingkai

bingkai sejarah yang terukir manja
tak tertulis dalam koran
namun tersirat dalam lembar in memoriam
kematian adalah jawaban

derap debu di setiap menit
selalu membawa kabar tentang siapa saja yang menemukan ajalnya

dia berkuasa
namun tidak pada saatnya
dia seorang buta
namun tidak pada saatnya
dia adalah ulama
namun tidak pada waktunya
dia seorang ibu muda
namun tidak pada perjalanannya
dia pemberi jasa
namun sirna ketika datang ajalnya

kematian
pikirkan akan waktu kematian
karna kita nanti mutlak akan pasti menyambangi liang itu
liang saat kita sendiri
tanpa ada yang menemani
tanpa ada yang bisa kita sogok untuk tak di eksekusi

kematian
nisan darah dan noda tanah
akan membalut dan menjadi tanda itu tempat kita

Senin, 26 Juli 2010

sajak MERAH

berdiri di balik tiang luka
terkubur bersama dengan apa yang ada
biarkan makam menganga
supaya cacing lebih mudah menyambangi tubuh di sana

di atas nisan burung bangkai memantau
apa ada lagi korban yang akan di kuliti
karna cakarnya baru saja terasah gerinda

amis daging kematian semakin kental
ketika perang terjadi di meja diskusi
ketika seorang pengemis meminta jatah makan nya yang di curi
saat petani meminta cangkulnya kembali

jangan tutup mata wahai dewa
kenakan saja dasi dan kemeja mewah mu
lalu apa kamu merasakan belatung yang lambat laun menyambangi setiap rongga hati?
dan kemudian kamu juga akan menjadi babu
karna tak seharusnya tangan dan otak mu berliuk dalam resah jutaan kepala
yang setiap detiknya di hantamkan pada kerasnya ban buldoser

merah
merah
merah
merah

ini sajak merah
yang terukir dalam saung gelisah

dering berbunyi dari dalam lubang kecoa
mengundang para semut dan rayap untuk berkumpul
ternyata siasat dan ulik mengulik sedang terjadi di sana

untuk mengatur siasat memecahkan gerbang bertameng garuda

katanya kutu-kutu telah banyak hinggap di sayapnya
katanya kakinya terantai oleh segitiga bermata satu
katanya kepalanya sudah di tutup masker agar tak dapat melihat jalan
katanya matanya telah tertutup kolera sehingga tak dapat lagi memantau sekitar

0

malam dimana bisik jangkrik?
yang biasanya menyambangi kediaman rumah ku
di sini telah aku sugukan beribu cerita
yang biasanya aku lontarkan padanya

bulan mengapa kamu lebih sering tenggelam?
padahal waktu belum menunjukkan tengah malam
sedang mimpiku tergantung padamu
bila kamu pergi maka musnah pula mimpi ku

kemarin wanita memelukku
mendekap ku dan tak ingin lepas dalam rebahan dadaku
namun ketika ayam jantan datang menyapa para kunang-kunang
mengapa dia sudah tak lagi berada dalam sisi ku

yah memang tak mudah menangkap kupu-kupu
ku biarkan dia datang
ku mendekat dia pun lari
ah terlalu lebai saja setiap baris yang ku kenakan
mungkin otak ku telah tersengat bisa ular
sehingga liukan jari-jemari kini makin saja tak tentu dan tak layak untuk di pandang

Minggu, 25 Juli 2010

oh sajak

berharap sejenak melepas lelah
dalam bisik resah akan putaran waktu
setiap detik terus di pacu
memeriksa denyut jantung yang semakin lemah

dalam ruang sajak lirih terganti
akan perjuangan dan sajak yang semakin sepi
kini menghilang
kemudian timbul dalam kelam

di sini desir mengukir
ukir tangisan akan kesendirian
dimana bentuk yang menjadi harap?
ribuan kilo tak temukan jawaban

goyahkan hati dengan sajak illahi
dalam sujud mencumbu bibir takdir
berharap terang menyambangi kediaman
yang semakin sunyi karna kesendirian

Jumat, 23 Juli 2010

sajak linglung

batang ilalang dalam renung
lirih nada di balik irama
tentang yang meminta dan yang menghina
pecahkan saja pembuluh darah di sini

pecahkan dan keluarkan semua urat yang melekat

riang sapi bergumul dalam kubangan
mencari kutu-kutu menghilangkan terik mentari

ini langkah tuyul berjenggot tebal
mencari betina karna uang telah ludas masuk dalam berangkas
ingin membuka namun tak kuat linggis
bom saja biar semua menjadi hancur tanpa sisa
biar arwah disana juga dapat menikmati uang dalam jarahan

dalam senja kita tertawa
di balik senja kita saling menghujam
saat senja kita akan terbuka mata
ketika senja kita mati dan binasa karna kerakusan bak tikus dalam lubang

Kamis, 22 Juli 2010

jangan bertanya

wajah ku hitam
mimpi ku terantuk batu
langkah ku mati
nafasku beku

hidup dalam lorong
menyalakan cahaya dalam terang
menggali liang lahat
mati dalam lamunan hidup

sajak kebencian tapi ingin

maaf bila pak tani menjadi orang sibuk dan jarang sekali ol.... makanya jarang banget berkunjung ke rumah sobat bloger yang lain...
kali ini pak tani akan memostingkan kembali sajak cinta...

ketika ku ukir sebuah karya yaitu nama mu
saat ku nanti suatu masa
dan itu senyum mu
yang dapat membuatku tenang
tak lain hanya kabar dari sebuah pesan
bahwa kau hadiahkan pelangi pada mimpi malam

langkah yang ku tapak menjadi pasti
saat kamu hadiahkan rangkaian kata-kata
satu tanya dalam ruang
apa kamu tenang dengan sajak ku?
aku pernah buak kamu tak tenang
namun itu dulu
ketika topeng berwajah setan aku kenakan
tapi apa kini kamu telah tau siapa aku?
sehingga banyak rangkaian yang menjadi detik waktu

bisik jangkrik dalam nada sajak
dia bawa keindahan sebenarnya tentang kamu
yang tak banyak orang yang tau
bahwa sebenarnya dirimu keikhlasan tulus
bagi orang yang telah bisa mengenal mu

di sini bila tangan mu menunjuk ke arah rumah mu
akan ku ikuti panggilannya
karna ku ingin mengenal sosok di ujung sana
sosok yang ku cari tuk jadi ibu dari buah hati ku kelak


ok F bila kamu mau bermain, mari sekarang kita mulai permainan dan jangan salahkan saya yang tiba-tiba menjadi seorang yang berbeda dan mungkin mengganggap kamu tak ada. semoga sajak ini terakhir yang ku beri untuk mengganggu hari-hari mu. tapi yakin lah suatu saat kamu pasti akan mencari dimana aku berada. terimakasih F kamu telah memperkenalkan diri mu, walau nyatanya kita tak akan bisa menjadi utuh. maaf bukan nya aku sombong tapi aku telah muak dengan segala permainan yang kita mainkan.

Senin, 19 Juli 2010

aku ingin kamu

mungkin aku butuh cinta
tapi aku tak butuh sajak cinta

tolong belai aku sayang
tuangkan senyum dalam gelas di depan mu
tambah sedikit kecup mesra sayang
agar tambah mesra lilin dalam jamuan

dekap aku dengan apa yang kamu bisa
biarkan tangan saling bersanding dalam waktu mesra
dan bila esok kan tiba waktunya
aku akan hiasi jemari mu dengan cincin dari batang bunga

tolong sentuh hatiku pelangi
rasakan degup berbeda kala ini
degup yang entah dari mana datangnya kali ini

mungkin ini rangkaian basi
tapi sebenarnya tulus dari dalam hati
dari alunan pancuran imajinasi
tentang rangkaian waktu yang akan membawa kita pada janji suci

rangkain ini kutujukan untuk F yang masih saja menjadi mimpi di setiap malam ku, semoga kalau kelak waktunya kita akan bisa bersama. merasakan senja dan mengajak anak kita menikmati keindahan langit sore ketika kunang" berlarian di taman. cinta ku memang tak pernah kamu jawab. tapi tak apalah cinta tak selamanya harus bersama, dengan merangkai kata-kata untuk mu saja saya sudah merasa senang. karna aku yakin sebenarnya kamu juga tau apa maksud dan tujuan ku.

Jumat, 16 Juli 2010

sajak BINGKAI BOHONG

detik-detik kematian dalam lorong
lorong dengan sejuta tengkorak di setiap dinding
penuh darah dan kebencian yang membara
terpahat akan adegan dan tragedi tentang apa yang bukan sebenarnya

mati saja
binasa saja

katakan bahwa waktu akan membawa kita
menuju tempat yang sebenar-benarnya adalah pengadilan
tentang yang benar akan menjadi benar
dan yang salah akan segera dihukum akan kesalahan nya

menangis tangan dengan kepalan darah
bergejolak otak dengan resahan pemikiran

buang janin bayi dari rahim ibu muda
lemparkan perdebatan dengan tendangan sepatu baja
patahkan angan dari mimpi bocah
dan letupkan geranat dari jiwa yang tertindas

bebaskan
merdekakan
terbangkan
singkirkan

lalu bungkam mereka dalam lubang yang takkan pernah menjadi saksi
karna yang berkuasa di bumi hanya sesuatu yang tak pasti

sketsa tentang pak tani
lembayung tentang para tni
permainan politik imajinasi
dan terjangan bocah dari sisi roda

karna topeng akan menjadi sejarah dan jaya pada masanya
sedang bingkai hanya hiasan di balik papan nisan yang sebenarnya berbicara

Kamis, 15 Juli 2010

petani

padi menguning
anai-anai menari
langkah semakin pasti menyusuri jalan setapak
pagi buta kami telah ada di ladang
membawa senyum untuk mentari yang telah bangunkan mimpi kami

suara lengking gendang
mengajak kaki untuk berdendang
menyanyikan lagu kesayangan
sambil tangan tak henti bergoyang

hari kini panen
panen besar setelah kita harus berpuasa selama 6 bulan lamanya
mungkin kami akan bisa memakan sisa beras pemberian majikan
setelah sekian lama cacing di jejali umbi jalar dan ketela

di tengah petak persegi bertumpuk butir-butir energi
yang baru saja kami pangkas dari batang-batang
karung-karung siap untuk kami isi
lalu pergi ke kota agar mereka tak mati
karna energi baru akan di sajikan di lapak jajakan

cacing dalam perut kami mungkin hari ini pun akan tertawa riang
sementara.... hanya sementara... dan bukan untuk jangka waktu yang lama...
karna mungkin selama 6 bulan kedepan cacing dalam tubuh kami harus kembali bersedih
melihat kawan-kawan nya mati karna tak banyak masuk gizi di dalam nya

sementara istana megah di sebrang gubuk sana
dengan puas dan tak berprasaan menjatuhkan kantung berisi nasi sembarangan

Rabu, 14 Juli 2010

sajak RESAH

otak ku sedang buntu
kekanan terantuk pintu
kekiri terhadang tembok

tak sanggup bersembunyi dalam gelisah
tak dapat melihat akan segala resah

diriku mati dalam asa
asa dengan sejuta kata-kata yang tak dapat meledak

bagaimana hidup dalam tumpukan jerami?
atau apa tau rasanya gelap dalam lubang semut?

di sini resah sedang menggelayuti tak henti
bak bisul ingin pecah namun belum cukup umur untuk di pecahkan

diriku tak sanggup berdiri
di ruangan yang berukuran 1 x 1 meter
mencari celah
hanya ada ledekan kura-kura

dimana letak bebas sebenarnya
tidak seperti burung dalam sangkar
tidak seperti raja hutan dalam kandang kebun binatang

kursi goyang miliku rapuh di makan rayap
tak dapat aku kenakan dan tak mungkin aku bersandar padanya
walau hanya dengan waktu sedetik merasakan kebasan angin