Senin, 29 November 2010

untuk yang terpisah

menari di balik buih
bersama ombak berlarian mengejar mimpi
nikmati sayup yang datang menghampiri
kemudian biarkan semua menyelimuti alur di nadi

mencari jejak yang terhapus perlahan
dan jatuh pada pelukan waktu
di dalam remang gelap yang datang
nyalakan api dalam tungku imajinasi

di dalam luka ada senyum tersisa
di jamuan hidangan akan laksana
mencari hiburan hati terluka
dan berbaring dalam logika

di sini babak baru dimulai
saat sepi di atas hamparan pasir putih
melarikan diri dari kenyataan yang ada
menjerumuskan jiwa saat bayangan melayang

di saat ini lentera kembali menyala
mengundang kunang-kunang untuk kembali berkumpul
pada saat malam ketika setelah senja
tak ada lagi hiasan pelangi di tepian...


nb : untuk yang kini telah berpisah jauh, maaf mungkin hanya saat malam dan sendiri aku merenung akan dirimu yang kini entah dimana keberadaan nya, aku hanya ingin bersikap adil. tapi ternyata kamu acuhkan semua tentang tawaran ku...
terimakasih kamu telah mengizinkan aku untuk menyusup sejenak kedalam ruang rahasia mu, dan terimakasih kamu telah menyentuhku dengan amat sangat hangat....

6 komentar:

  1. hemmm,....nb nya sangat penuh perasaan :D
    smg yg tlah mneyentuhmu dgn hangat membacanya ya pak...^^

    BalasHapus
  2. nb:

    terimakasih untuk tulisannya yang penuh perasaan, nice^^

    semoga dia mengerti rasa yg kau titipkan pada tulisan ini

    BalasHapus
  3. nyalakan juga tungku api, mungkin di depanx kau bisa bercerita pada banyak anak ttg dunia yg baik yg kita perlu bangun?

    *mengingat adalah energi positif buat mereka yg jauh, yg kita cintai tentu saja

    BalasHapus
  4. terimakasih sudah berbagi
    semoga sukses selalu..
    kunjungi saya di..
    BLOG SAYA
    lirik juga..
    BLOG SAYA

    BalasHapus
  5. wahhh... udh lama gak berkunjung pak tani...

    makin ajibbb aja blognya nih..

    tulisan'y juga makin indah... cakepp

    BalasHapus
  6. kata2 yang nyata sekali,,hehe,ak paham yang kali ini.... dan siapakah orang yang telah menyentuhmu?
    deuh.... mungkinkah yang berlarian diatas pasir putih

    BalasHapus