Rabu, 08 September 2010

untuk cinta

sisakan beberapa detik waktumu untuk ku
takkan ku sia-siakan alunan iramanya
biarkan sela itu kosong untuk ku
dan nikmati saja saat aku menjabat tangan mu

biarkan bias embun menyapa wajah mu
jangan coba palingkan dari arahnya
karna aku hanya ingin mengenalmu
dan kemudian menunjukkan kemana arah rumah kita

karna di sana...
telah menunggu bunga-bunga untuk kita pupuk dan sirami
sehingga kita dapat melihat kuncup-kuncup nya
berkembang dan kemudian bermekaran

5 komentar:

  1. prikitiiiiuuuuuw....

    singkat tapi begitu romantis ^^

    BalasHapus
  2. mba inge : ah bisa aja memujinya....
    ^_^

    BalasHapus
  3. gw begitu tertarik sama puisi yg punya pola abab gitu tapi gak pernah bisa bikin...eh, cuma bisa bikin sajak yg panjang n ga menentu...mudik mas?

    BalasHapus
  4. bunga bunga asa selalu diharapkan selalu tumbuh, sebagai penanda kita masih punya semangat hidup...

    BalasHapus
  5. antoninilez : alhamdulillah saya mudik ke jakarta sob, kalo ente gimana mudik kemana kah?

    oh ya buat konco-konco semua... mohon maaf lahir dan batin ya....
    maafin pak tani bila ada salah-salah kata dalam postingan atau juga koment pak tani yang kurang berkenan.

    BalasHapus