Sabtu, 25 September 2010

ada yang bertanya pada ku
"dimana letak keyakinan?"

sebelum menjawab ada yang ingin ku pertanyakan....
"dimana letak kejujuran?"


sajak 1%
sebuah benang bisa dengan mudah di sulam
di rangkai dan di bentuk menyerupai apapun kehendak kita
ingin menjadi boneka, taplak meja, dan bahkan tatakan wajan pun jadi
tapi ingin serupa apa yang sedang melintas di dalam benak kita?

layaknya kertas yang belum terkontaminasi dengan imajinasi
masih polos dan kemudian di beli untuk di tuangkan rangkaian basi atau pujian basa-basi
seperti apa cerita yang mengembang akhirnya di sana
ketika kita menuangkan logika, tanpa menghiraukan letak sang PENCIPTA

dalam ruang gelap mungkin kita bisa dengan mudah terantuk tembok dan terjatuh
namun pernah aku berguru pada orang buta
yang bisa menanam padi, serta ubi jalar di rumah nya
serta tau dimana letak kantor kelurahan, juga tempat ia memanjatkan segudang rasa syukurnya

memang bermain kata-kata itu indah
seindah gemericik hujan yang membasahi ladang gersang
tapi pernah kita mati dalam ucapan lisan
karna logika tercerna secara mudah dengan berjuta pikiran yang terus beterbangan

2 komentar:

  1. BTW, puisi ini gak ada judulnya ya..?

    BalasHapus
  2. Seringkali logika tak dapat berjalan karena... cinta buta.. hehehe

    BalasHapus