Senin, 14 Juni 2010

bodoh

lidah ku beku
begitu juga hati ku.
beranjak dari tempat tidur
menuju peraduan dunia maya

malas berkemas
walau nyatanya harus segera menerjang angin yang sudah menunggu di luar

bodohnya aku terpenjara dalam waktu
menyibukkan diri dalam hal yang itu-itu saja
di perbudak dengan ketenaran semata

fiuh lupa akan keluarga
lupa akan saudara
lupa akan sahabat

namun nyatanya
ketika ku terperangkap dalam gelap
kembali ku bermanja pada mereka...

benar adanya kebodohan yang terkurung dalam bejana yang bernyawa....

5 komentar:

  1. benar adanya, tetapi jadikanlah bejana itu berlubang..dan memang nyatanya setiap bejana ada lubangnya bukan?
    jadi bisa dimasuki hikmah kebijakan dan ilmu penerang dari gelapnya si bodoh itu.

    BalasHapus
  2. Aduh..., jangan sampai lupa keluarga, saudara dan sahabat dong...

    BalasHapus
  3. keluarga, sahabat, dan teman memang selalu siap menerima kita dlam segala keadaan . . :)

    BalasHapus
  4. pak guru "aryadevi" : bejana nya tertutup emosi pak... tapi semoga saja bisa terbuka kembali lubang nya...
    tukang colong : ok saya angkut, tapi belom bisa saya pajang ya... terimakasih
    catatan kecil ku : :D
    akmal fahruruzal : setuju n bener banget tuh bro...

    BalasHapus