detik-detik kematian dalam lorong
lorong dengan sejuta tengkorak di setiap dinding
penuh darah dan kebencian yang membara
terpahat akan adegan dan tragedi tentang apa yang bukan sebenarnya
mati saja
binasa saja
katakan bahwa waktu akan membawa kita
menuju tempat yang sebenar-benarnya adalah pengadilan
tentang yang benar akan menjadi benar
dan yang salah akan segera dihukum akan kesalahan nya
menangis tangan dengan kepalan darah
bergejolak otak dengan resahan pemikiran
buang janin bayi dari rahim ibu muda
lemparkan perdebatan dengan tendangan sepatu baja
patahkan angan dari mimpi bocah
dan letupkan geranat dari jiwa yang tertindas
bebaskan
merdekakan
terbangkan
singkirkan
lalu bungkam mereka dalam lubang yang takkan pernah menjadi saksi
karna yang berkuasa di bumi hanya sesuatu yang tak pasti
sketsa tentang pak tani
lembayung tentang para tni
permainan politik imajinasi
dan terjangan bocah dari sisi roda
karna topeng akan menjadi sejarah dan jaya pada masanya
sedang bingkai hanya hiasan di balik papan nisan yang sebenarnya berbicara
mungkin kalian bertanya ada apa dengan pak tani yang seringkali melamun di tengah padang ilalang? mengapa iya selalu menyapa sapi-sapi gembala nya.tak pernah lain dan tak juga bukan karna mimpi tak dapat di beli. sedang untuk makan sehelai ilalang saja dia harus terus berjalan berkilo-kilo meter jauhnya. tapi banyak juga yang tak pernah mengerti siapa pak tani ini
Jumat, 16 Juli 2010
Kamis, 15 Juli 2010
petani
padi menguning
anai-anai menari
langkah semakin pasti menyusuri jalan setapak
pagi buta kami telah ada di ladang
membawa senyum untuk mentari yang telah bangunkan mimpi kami
suara lengking gendang
mengajak kaki untuk berdendang
menyanyikan lagu kesayangan
sambil tangan tak henti bergoyang
hari kini panen
panen besar setelah kita harus berpuasa selama 6 bulan lamanya
mungkin kami akan bisa memakan sisa beras pemberian majikan
setelah sekian lama cacing di jejali umbi jalar dan ketela
di tengah petak persegi bertumpuk butir-butir energi
yang baru saja kami pangkas dari batang-batang
karung-karung siap untuk kami isi
lalu pergi ke kota agar mereka tak mati
karna energi baru akan di sajikan di lapak jajakan
cacing dalam perut kami mungkin hari ini pun akan tertawa riang
sementara.... hanya sementara... dan bukan untuk jangka waktu yang lama...
karna mungkin selama 6 bulan kedepan cacing dalam tubuh kami harus kembali bersedih
melihat kawan-kawan nya mati karna tak banyak masuk gizi di dalam nya
sementara istana megah di sebrang gubuk sana
dengan puas dan tak berprasaan menjatuhkan kantung berisi nasi sembarangan
anai-anai menari
langkah semakin pasti menyusuri jalan setapak
pagi buta kami telah ada di ladang
membawa senyum untuk mentari yang telah bangunkan mimpi kami
suara lengking gendang
mengajak kaki untuk berdendang
menyanyikan lagu kesayangan
sambil tangan tak henti bergoyang
hari kini panen
panen besar setelah kita harus berpuasa selama 6 bulan lamanya
mungkin kami akan bisa memakan sisa beras pemberian majikan
setelah sekian lama cacing di jejali umbi jalar dan ketela
di tengah petak persegi bertumpuk butir-butir energi
yang baru saja kami pangkas dari batang-batang
karung-karung siap untuk kami isi
lalu pergi ke kota agar mereka tak mati
karna energi baru akan di sajikan di lapak jajakan
cacing dalam perut kami mungkin hari ini pun akan tertawa riang
sementara.... hanya sementara... dan bukan untuk jangka waktu yang lama...
karna mungkin selama 6 bulan kedepan cacing dalam tubuh kami harus kembali bersedih
melihat kawan-kawan nya mati karna tak banyak masuk gizi di dalam nya
sementara istana megah di sebrang gubuk sana
dengan puas dan tak berprasaan menjatuhkan kantung berisi nasi sembarangan
Rabu, 14 Juli 2010
sajak RESAH
otak ku sedang buntu
kekanan terantuk pintu
kekiri terhadang tembok
tak sanggup bersembunyi dalam gelisah
tak dapat melihat akan segala resah
diriku mati dalam asa
asa dengan sejuta kata-kata yang tak dapat meledak
bagaimana hidup dalam tumpukan jerami?
atau apa tau rasanya gelap dalam lubang semut?
di sini resah sedang menggelayuti tak henti
bak bisul ingin pecah namun belum cukup umur untuk di pecahkan
diriku tak sanggup berdiri
di ruangan yang berukuran 1 x 1 meter
mencari celah
hanya ada ledekan kura-kura
dimana letak bebas sebenarnya
tidak seperti burung dalam sangkar
tidak seperti raja hutan dalam kandang kebun binatang
kursi goyang miliku rapuh di makan rayap
tak dapat aku kenakan dan tak mungkin aku bersandar padanya
walau hanya dengan waktu sedetik merasakan kebasan angin
kekanan terantuk pintu
kekiri terhadang tembok
tak sanggup bersembunyi dalam gelisah
tak dapat melihat akan segala resah
diriku mati dalam asa
asa dengan sejuta kata-kata yang tak dapat meledak
bagaimana hidup dalam tumpukan jerami?
atau apa tau rasanya gelap dalam lubang semut?
di sini resah sedang menggelayuti tak henti
bak bisul ingin pecah namun belum cukup umur untuk di pecahkan
diriku tak sanggup berdiri
di ruangan yang berukuran 1 x 1 meter
mencari celah
hanya ada ledekan kura-kura
dimana letak bebas sebenarnya
tidak seperti burung dalam sangkar
tidak seperti raja hutan dalam kandang kebun binatang
kursi goyang miliku rapuh di makan rayap
tak dapat aku kenakan dan tak mungkin aku bersandar padanya
walau hanya dengan waktu sedetik merasakan kebasan angin
Selasa, 13 Juli 2010
sajak TAK INGIN MEMILIH
aku di hadang oleh kanyataan
antara memilih dan wajib untuk menjalani
lalu apa bedanya kalau begitu?
nada pemaksaan menyambangi ku berkali-kali
tidak hanya lewat telpon ku, namun telah hadir juga di meja kerja ku
memang hidup adalah pilihan
namun bukan sekarang dan seperti ini pilihan yang ku inginkan
entah lah dalam perjalanan saja kita selalu di hadapi oleh beberapa tikungan
dan pilihannya hanya kanan dan kiri
tak bisa kita memilih selain itu
ah belum sempat tubuh ini menikamati sepoi angin di atas bale-bale bambu
nyatanya telah di suruh bergegas dan kembali membuka apa yang ada di hadapan
boleh aku meminta?
tolong tutup kembali layar di depan, dan buang saja isi koper yang kau bawa
karna aku bila di izinkan tak akan memilih apa yang telah kalian tentukan
karna jiwaku dan seluruh tentangku sebenarnya sudah tertanam di sini
di kota kembang yang selalu menyapaku dengan jerit kupu-kupu di setiap paginya
antara memilih dan wajib untuk menjalani
lalu apa bedanya kalau begitu?
nada pemaksaan menyambangi ku berkali-kali
tidak hanya lewat telpon ku, namun telah hadir juga di meja kerja ku
memang hidup adalah pilihan
namun bukan sekarang dan seperti ini pilihan yang ku inginkan
entah lah dalam perjalanan saja kita selalu di hadapi oleh beberapa tikungan
dan pilihannya hanya kanan dan kiri
tak bisa kita memilih selain itu
ah belum sempat tubuh ini menikamati sepoi angin di atas bale-bale bambu
nyatanya telah di suruh bergegas dan kembali membuka apa yang ada di hadapan
boleh aku meminta?
tolong tutup kembali layar di depan, dan buang saja isi koper yang kau bawa
karna aku bila di izinkan tak akan memilih apa yang telah kalian tentukan
karna jiwaku dan seluruh tentangku sebenarnya sudah tertanam di sini
di kota kembang yang selalu menyapaku dengan jerit kupu-kupu di setiap paginya
Senin, 12 Juli 2010
sajak PENJUAL DIRI
menangis bayi dengan empeng di mulutnya
memecah bising ricuh pergolakan malam
memekakan telinga kita yang sedang sibuk bercumbu
di antara kasur lusuh dan balutan selimut
mungkin lapar atau basah popoknya
sehingga gelisah mengusik mimpinya
dalam rasa yang sebentar lagi tinggi
terpaksa kita kembali kenakan pakaian
sayang aku lupa kenakan BH
ketika ku tetei' dia
wajahnya seperti enggan menghisap susu yang keluar dari putingku
mungkin karna tercemar aroma rokok saat kau juga menete' tadi
aah terpaksa aku harus ke warung sebelah
membeli susu sachset untuk sang buah hati
namun nyatanya disana para peronda sedang berjudi
dan aku pun lupa tak membawa lembar pengganti susu bayi
aah masih ada diri yang bisa di ganti dengan susu bayi
kujajakan untuk kedua kali diri demi sang buah hati
agar ia kembali bisa bermimpi malam ini
tanpa harus tahu bagaimana ibunya tadi
memecah bising ricuh pergolakan malam
memekakan telinga kita yang sedang sibuk bercumbu
di antara kasur lusuh dan balutan selimut
mungkin lapar atau basah popoknya
sehingga gelisah mengusik mimpinya
dalam rasa yang sebentar lagi tinggi
terpaksa kita kembali kenakan pakaian
sayang aku lupa kenakan BH
ketika ku tetei' dia
wajahnya seperti enggan menghisap susu yang keluar dari putingku
mungkin karna tercemar aroma rokok saat kau juga menete' tadi
aah terpaksa aku harus ke warung sebelah
membeli susu sachset untuk sang buah hati
namun nyatanya disana para peronda sedang berjudi
dan aku pun lupa tak membawa lembar pengganti susu bayi
aah masih ada diri yang bisa di ganti dengan susu bayi
kujajakan untuk kedua kali diri demi sang buah hati
agar ia kembali bisa bermimpi malam ini
tanpa harus tahu bagaimana ibunya tadi
sajak EMOSI
ketika pola pikir di rasuki emosi
tak ada lagi malaikat datang pada diri
setan selalu membisiki
untuk terus menghujam dan mencaci
hal salah kita lakukan
bisikan akan kebenaran diabaikan
hujan batu dimana-mana
topeng berpakaian negara tak sanggup menghadang
tak henti deru ambulan disini
datang dan berlari lagi
dengan membawa jiwa yang berlumuran darah
ini salah siapa?
ini harus di tuntaskan
begitu perdebatan dalam berjuta lembaran media
mudah mulut berbicara
karna benar adanya lidah tak bertulang
ringan telunjuk mengacung dan menunjuk
karna urat tidaklah teraliri raga bersih
tapi coba tanya pada diri
akan apa yang telah membuat kita membenci
berperang kemudian kawan dan lawan mati
apa kita puas akan ini
akan setan yang kita bebaskan hidup pada diri
tak ada lagi malaikat datang pada diri
setan selalu membisiki
untuk terus menghujam dan mencaci
hal salah kita lakukan
bisikan akan kebenaran diabaikan
hujan batu dimana-mana
topeng berpakaian negara tak sanggup menghadang
tak henti deru ambulan disini
datang dan berlari lagi
dengan membawa jiwa yang berlumuran darah
ini salah siapa?
ini harus di tuntaskan
begitu perdebatan dalam berjuta lembaran media
mudah mulut berbicara
karna benar adanya lidah tak bertulang
ringan telunjuk mengacung dan menunjuk
karna urat tidaklah teraliri raga bersih
tapi coba tanya pada diri
akan apa yang telah membuat kita membenci
berperang kemudian kawan dan lawan mati
apa kita puas akan ini
akan setan yang kita bebaskan hidup pada diri
Minggu, 11 Juli 2010
sajak SURAT CINTA
selama bepergian kemarin pak tani sempet menulis di buku yang biasa pak tani bawa. dan ini hasil tulisan pak tani
pertama sajak SURAT CINTA
sayang kini aku telah jauh dari mu
tempat ku pun tak seorang yang tahu
sayang bagaimana keberadaan mu
apa masih ada tentang aku di mimpimu
tadi aku pergi ke pantai
menulis sajak dan mengukir nama mu di tepian
saat sore ketika sunset
sajak ku terhapus buih gelombang
sayang ku ukir lagi lukisan indah wajah mu
ku ukir di pohon besar tempat ku berteduh
indah dan manis lukisan disana
bertanda semoga yang kita rasa tetap akan tumbuh
namun sayang seminggu kemudian pohon itu tumbang
karna akan di bikin jalur jalan utama katanya
kini sayang kisah kita aku ukir di kertas buram
lembaran yang biasa menyambangi dirimu setiap minggunya
namuan ketika hujan mengguyur berhari-hari
gubuk ku banjir dan menghanyutkan juga lembaran buram tentang kita
ya sayang ada keraguan dan juga bimbang yang besar
aku ukir di sisi pantai, terhapus gelombang
ku lukis di pohon, di tebang marka jalan
aku rangkai di lembar buram, hanyut terbawa banjir
namun sayang ku coba hal yang baru
ku kembali merangkai satu persatu huruf abjad tentang diri mu
kini tak di tepian pantai
tidak juga di pohon
dan bukan lagi di lembar buram
apa kamu tau sayang ku rangkai nama mu dimana?
tidak sayang, tidak seperti jawaban mu dalam telpon tadi
tapi huruf abjad tentang nama mu ku ukir di sini
tepat di hati ku sayang
agar nama mu akan tetap melekat
dan tak akan tumbang di tebas gergaji
agar tak terhapus oleh ombak
agar tak hilang di makan banjir
dan sekarang pak tani akan mulai BW lagi...
salam hangat dari pak tani
pertama sajak SURAT CINTA
sayang kini aku telah jauh dari mu
tempat ku pun tak seorang yang tahu
sayang bagaimana keberadaan mu
apa masih ada tentang aku di mimpimu
tadi aku pergi ke pantai
menulis sajak dan mengukir nama mu di tepian
saat sore ketika sunset
sajak ku terhapus buih gelombang
sayang ku ukir lagi lukisan indah wajah mu
ku ukir di pohon besar tempat ku berteduh
indah dan manis lukisan disana
bertanda semoga yang kita rasa tetap akan tumbuh
namun sayang seminggu kemudian pohon itu tumbang
karna akan di bikin jalur jalan utama katanya
kini sayang kisah kita aku ukir di kertas buram
lembaran yang biasa menyambangi dirimu setiap minggunya
namuan ketika hujan mengguyur berhari-hari
gubuk ku banjir dan menghanyutkan juga lembaran buram tentang kita
ya sayang ada keraguan dan juga bimbang yang besar
aku ukir di sisi pantai, terhapus gelombang
ku lukis di pohon, di tebang marka jalan
aku rangkai di lembar buram, hanyut terbawa banjir
namun sayang ku coba hal yang baru
ku kembali merangkai satu persatu huruf abjad tentang diri mu
kini tak di tepian pantai
tidak juga di pohon
dan bukan lagi di lembar buram
apa kamu tau sayang ku rangkai nama mu dimana?
tidak sayang, tidak seperti jawaban mu dalam telpon tadi
tapi huruf abjad tentang nama mu ku ukir di sini
tepat di hati ku sayang
agar nama mu akan tetap melekat
dan tak akan tumbang di tebas gergaji
agar tak terhapus oleh ombak
agar tak hilang di makan banjir
dan sekarang pak tani akan mulai BW lagi...
salam hangat dari pak tani
Sabtu, 10 Juli 2010
ungkapan maaf pak tani
maaf sahabat bloger semua yang telah mengunjungi saya dan yang sudah koment di blog saya, saya belum sempat untuk mengunjungi balik kalian, karna entah mengapa saya sedang dalam posisi yang sedang kacau dan kalut, dan maaf juga bila tulisan saya yang selama ini di postingin sangat amburadul jadinya dan sering membuat sakit mata kalian. jadi sekali lagi saya mohon maaf.
alasan saya menjadi kacau
1. ladang pak tani sedang terkena hama wereng, dan belum ada pembasmi hama yang ampuh
2. sapi-sapi pak tani sudah tak bisa di perah lagi tenaganga karna terkena amstrak
dan saya berjanji mungkin setelah ini semua berlalu pak tani akan kembali lagi berladang dan mengunjungi sahabat lagi.
salam hangat dan sukses selalu.
alasan saya menjadi kacau
1. ladang pak tani sedang terkena hama wereng, dan belum ada pembasmi hama yang ampuh
2. sapi-sapi pak tani sudah tak bisa di perah lagi tenaganga karna terkena amstrak
dan saya berjanji mungkin setelah ini semua berlalu pak tani akan kembali lagi berladang dan mengunjungi sahabat lagi.
salam hangat dan sukses selalu.
Jumat, 09 Juli 2010
sajak HIJAU
pak tua dimana ada tempat air terjun di sini
yang alam nya masih asri
dan air nya jernih
karna sudah ber mil-mil saya berjalan mengapa hanya sampah yang selalu terlihat
apa hijau kini sudah berubah menjadi lautan sampah?
sampah dari busuknya hati
sampah dari kejamnya imajinasi
sampah dari perdaulatan emosi
dan sampah dari sisa makanan yang telah basi
pak tua saya sedang berbicara pada mu
bukan pada binatang
atau pun ilalang yang senang bergoyang-goyang.
bicara pak tua
jangan hanya bungkam kemudian mengeluarkan air mata
ah tidak sayang ternyata kita terhimpit oleh bait-bait dari kata-kata
dari teriakan lantang saat bus kota menyusuri jalan raya
dari jeritan kancil yang terjerat di ladang petani
ini mataku belum lah buta
penciuman ku belum lah tersumbat influensa
pendengaran ku juga belum lah tuli
yah hijau ku
berubah kuning
menjadi hitam
daun pun selalu berguguran
yang alam nya masih asri
dan air nya jernih
karna sudah ber mil-mil saya berjalan mengapa hanya sampah yang selalu terlihat
apa hijau kini sudah berubah menjadi lautan sampah?
sampah dari busuknya hati
sampah dari kejamnya imajinasi
sampah dari perdaulatan emosi
dan sampah dari sisa makanan yang telah basi
pak tua saya sedang berbicara pada mu
bukan pada binatang
atau pun ilalang yang senang bergoyang-goyang.
bicara pak tua
jangan hanya bungkam kemudian mengeluarkan air mata
ah tidak sayang ternyata kita terhimpit oleh bait-bait dari kata-kata
dari teriakan lantang saat bus kota menyusuri jalan raya
dari jeritan kancil yang terjerat di ladang petani
ini mataku belum lah buta
penciuman ku belum lah tersumbat influensa
pendengaran ku juga belum lah tuli
yah hijau ku
berubah kuning
menjadi hitam
daun pun selalu berguguran
Rabu, 07 Juli 2010
sajak ENTAH
aku tadi terantuk batu
dan jidat ku berdarah
mengapa bisa batu menghalangi langkah ku?
sedang aku sudah bersusah payah untuk menghindar sana dan sini
lalu sosok datang dengan gembolan di pundaknya
di turunkan gembolan dari tubuhnya
tanpa ku pinta dia mengobati kepala ku yang terus mengucurkan air berwarna merah
siapa wahai sosok yang berdiri di hadapan ku
tangan mu hangat penuh dengan keikhlasan
dari mana kamu datang?
utusan dari langitkah, atau memang kau tak sengaja berjalan di hadapan ku
baik diri mu tak sebaik baju yang kau kenakan
namun apalah arti akan sebuah kemewahan
bila busuk meradang dimana-mana
lihat sapi saja tak sakit bermain di lumpur
malah dia bisa memberi sumber nutrisi bagi yang membutuhkan
sedang lihat harimau yang sering mengobrak-abrik ladang petani
sering mati terburu kemudian di kuliti
sajak di sini untuk embun yang membelai kaki-kaki mungil balita
mengokohkan tulang sehingga dapat berjalan dan kemudian berlari
dimana rumah sang burung hantu
dia bertengger di dahan sini kemudian pergi ke kutub utara
apa tikus di sini terlalu lihai untuk kamu tangkap?
kepakkan sayap mu cinta
hujamkan busur tepat di hati kami
tepat di dalam rongga yang tak pernah melakukan kedustaan
agar hari menjadi merah jambu, agar damai tak berlalu dengan cepat dari gubuk kami
dan jidat ku berdarah
mengapa bisa batu menghalangi langkah ku?
sedang aku sudah bersusah payah untuk menghindar sana dan sini
lalu sosok datang dengan gembolan di pundaknya
di turunkan gembolan dari tubuhnya
tanpa ku pinta dia mengobati kepala ku yang terus mengucurkan air berwarna merah
siapa wahai sosok yang berdiri di hadapan ku
tangan mu hangat penuh dengan keikhlasan
dari mana kamu datang?
utusan dari langitkah, atau memang kau tak sengaja berjalan di hadapan ku
baik diri mu tak sebaik baju yang kau kenakan
namun apalah arti akan sebuah kemewahan
bila busuk meradang dimana-mana
lihat sapi saja tak sakit bermain di lumpur
malah dia bisa memberi sumber nutrisi bagi yang membutuhkan
sedang lihat harimau yang sering mengobrak-abrik ladang petani
sering mati terburu kemudian di kuliti
sajak di sini untuk embun yang membelai kaki-kaki mungil balita
mengokohkan tulang sehingga dapat berjalan dan kemudian berlari
dimana rumah sang burung hantu
dia bertengger di dahan sini kemudian pergi ke kutub utara
apa tikus di sini terlalu lihai untuk kamu tangkap?
kepakkan sayap mu cinta
hujamkan busur tepat di hati kami
tepat di dalam rongga yang tak pernah melakukan kedustaan
agar hari menjadi merah jambu, agar damai tak berlalu dengan cepat dari gubuk kami
permainan kata (sajak kosong)
kertas di meja kantor ku semakin tak tentu arah nya
entah siapa yang mengacak-acak
entah siapa yang membuka paksa berangkas
mengapa kalian mencuri?
sedang setiap pagi sudah ku sediakan ikan asin di meja makan
jejak di sini hitam
seperti tapak sepatu namun ada sidik jari
oh mungkin kalian mencuri untuk membeli sepatu baru
biarlah...
asal jangan jabatan kami
dan jiwa kami saja yang kalian curi
bisa-bisanya ayam melolongkan raungan serigala
tersendak katanya ketika sedang berteriak
sedang kutu loncat tak pernah mau pergi dari tubuhnya
tapi yang hebatnya telur yang dia keluarkan tetap saja putih
menggolak air dalam wajan
tercium bau gosong dari jiwa yang tersengat panas ketika sedang mengantarkan surat
melangkah mundur...
sedang menoleh maju???
entah siapa yang mengacak-acak
entah siapa yang membuka paksa berangkas
mengapa kalian mencuri?
sedang setiap pagi sudah ku sediakan ikan asin di meja makan
jejak di sini hitam
seperti tapak sepatu namun ada sidik jari
oh mungkin kalian mencuri untuk membeli sepatu baru
biarlah...
asal jangan jabatan kami
dan jiwa kami saja yang kalian curi
bisa-bisanya ayam melolongkan raungan serigala
tersendak katanya ketika sedang berteriak
sedang kutu loncat tak pernah mau pergi dari tubuhnya
tapi yang hebatnya telur yang dia keluarkan tetap saja putih
menggolak air dalam wajan
tercium bau gosong dari jiwa yang tersengat panas ketika sedang mengantarkan surat
melangkah mundur...
sedang menoleh maju???
Selasa, 06 Juli 2010
dear LOVE
waktu berbisik pada ku
pelan-pelan dan sedikit ragu
ini cerita tentang aku dan kamu
waktu berkata pada ku
saat kau kibaskan senyum terindah mu
kala senja kala dua warna saling berpadu
terjebak kita dalam gejolak yang berbeda
aku terpikat akan senyum mu
sedang kamu terpesona akan rangkaian kunang-kunang di jajaran sampan
warna hitam menepuk kita untuk segera terbangun dari perjalanan
karna gelap akan segera hadir
akan mengundang bulan dan bintang-bintang menari
tapi tak di sini
mungkin di lain kesempatan saat kita akan kembali pada saat seperti ini
pelan-pelan dan sedikit ragu
ini cerita tentang aku dan kamu
waktu berkata pada ku
saat kau kibaskan senyum terindah mu
kala senja kala dua warna saling berpadu
terjebak kita dalam gejolak yang berbeda
aku terpikat akan senyum mu
sedang kamu terpesona akan rangkaian kunang-kunang di jajaran sampan
warna hitam menepuk kita untuk segera terbangun dari perjalanan
karna gelap akan segera hadir
akan mengundang bulan dan bintang-bintang menari
tapi tak di sini
mungkin di lain kesempatan saat kita akan kembali pada saat seperti ini
Label:
pelangi di sore hari,
puisi,
tentang cinta
Senin, 05 Juli 2010
sedang tak ada ide (tulisan kacau)
di sini ladang kami
yang kau acak" karna nuansa jiwa mu sedang kalut
terantuk batu
terpendam dalam penjara
di ujung pandang ada riak air mengalir
di tengah ladang gersang
di tihang lolong-lolong binatang
menari di titian
memainkan jemari juga imajinasi
terdiam bukan berarti mati
bersembunyi bukan berarti tak kuat lagi
lihat semut terjebak dalam gelas
gelas buram berisi lendir dari tenggorokkan
warna nya mulai memudar
seperti juga paras sang pemilik yang mulai tak tampakkan sinar
yang kau acak" karna nuansa jiwa mu sedang kalut
terantuk batu
terpendam dalam penjara
di ujung pandang ada riak air mengalir
di tengah ladang gersang
di tihang lolong-lolong binatang
menari di titian
memainkan jemari juga imajinasi
terdiam bukan berarti mati
bersembunyi bukan berarti tak kuat lagi
lihat semut terjebak dalam gelas
gelas buram berisi lendir dari tenggorokkan
warna nya mulai memudar
seperti juga paras sang pemilik yang mulai tak tampakkan sinar
Minggu, 04 Juli 2010
sajak PEMBARINGAN
tak ada tulisan menarik malam ini. maafkan pak tani yang sekarang makin jarang mengunjungi blog sobat-sobat semua. dan maafkan pula pak tani yang sekarang menjadi jiwa yang semakin menyendiri..
tak ada untaian yang bermain di dalam imajinasi pak tani, karna hanya bisa terdiam, dan lalu kemudian kembali terdiam.
diriku duduk di samping pembaringan
di samping tubuh yang membengkak karna racun jarum suntik mengaliri seluruh tubuhnya
diriku terpaku di samping pembaringan
melafalkan ayat suci dan tak henti berzikir
diriku terdiam di samping pembaringan
menahan butiran yang ingin tumpah namun akhirnya tak terbendung lagi
jemariku bermain di antara tubuh di atas pembaringan
karna entah ingin berbuat apa aku di sana
paku menancap di tubuh ku
tak ingin bergegas atau memalingkan sejenak
pandangku tak henti melihat wajahnya
matanya yang mencoba untuk terbuka
namun berat sepertinya untuk terbuka
jiwaku ku taruh bersama tubuh di pembaringan
ikut merasakan apa yang sedang dia rasakan
sajak ku tergores di selimut pembaringan
saat jiwa di sana membukakan mata dan melempar senyum untuk ku
doa ku untuk tubuh di atas pembaringan
semoga engkau lekas sembuh dan kita bisa kembali tertawa atau melempar kata-kata lagi saat senja..
love u nenek...
cepet sembuh ya...
tak ada untaian yang bermain di dalam imajinasi pak tani, karna hanya bisa terdiam, dan lalu kemudian kembali terdiam.
diriku duduk di samping pembaringan
di samping tubuh yang membengkak karna racun jarum suntik mengaliri seluruh tubuhnya
diriku terpaku di samping pembaringan
melafalkan ayat suci dan tak henti berzikir
diriku terdiam di samping pembaringan
menahan butiran yang ingin tumpah namun akhirnya tak terbendung lagi
jemariku bermain di antara tubuh di atas pembaringan
karna entah ingin berbuat apa aku di sana
paku menancap di tubuh ku
tak ingin bergegas atau memalingkan sejenak
pandangku tak henti melihat wajahnya
matanya yang mencoba untuk terbuka
namun berat sepertinya untuk terbuka
jiwaku ku taruh bersama tubuh di pembaringan
ikut merasakan apa yang sedang dia rasakan
sajak ku tergores di selimut pembaringan
saat jiwa di sana membukakan mata dan melempar senyum untuk ku
doa ku untuk tubuh di atas pembaringan
semoga engkau lekas sembuh dan kita bisa kembali tertawa atau melempar kata-kata lagi saat senja..
love u nenek...
cepet sembuh ya...
Sabtu, 03 Juli 2010
surat untuk NENEK
terjerembak dalam dua pilihan
pada posisi lain saya harus tampil dalam pementasaN, dan di sisi lainnya saya mendapat kabar duka, bahwa nenek tercinta sedang di rawat dan di opname di salah satu rumah sakit di jakarta.
mau ikut acara yang satu atau lekas pergi ke rumah sakit, sedang jarak yang lainnya berbeda.
pementasan ada di bandung, sedang nenek di rawat di jakarta....
tadi setelah dapat telpon dari keluarga entah mengapa badan saya langsung gemeteran dan kepala mendadak pusing.
oh TUHAN kenapa kok seperti terulang kembali tragedi masa lalu, saat sang bunda menjalani perawatan di rumah sakit?
yupz.... bingung memilih dan hanya terdiam dengan sejuta pandangan kosong.
tidak aku harus bergegas, dan aku harus segera beranjak dari sini. karna aku tak ingin sesuatu yang tak di inginkan terjadi.
ini persimpangan dan permainan hal antara PENTING, SANGAT PENTING dan DI PENTINGKAN.
saya harus memilih yang mana. karna semuanya merupakan desakan yang sama, namun mungkin kadarnya saja yang sedikit berbeda.
pengertian PENTING (menurut pak tani): hal yang di buat atau di atur sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang tak bisa di elakkan.
pengertian SANGAT PENTING (menurut pak tani): biasanya hal ini tidak di jadwalkan sebelum nya. dan mendadak satu hal yang mendesak merangsak masuk sehingga kita menganggap hal tersebut menjadi penting dan harus segera kita lakukan.
pengertian DI PENTINGKAN (menurut pak tani): nah biasanya pak tani selalu mengambil keputusan ini dalam segala hal. karna di sini terdapat banyak orang yang terlibat di dalam nya dalam memainkan dan mengatur suatu acara atau jadwal. karna memang benar adanya pak tani selalu mementingkan teater atau menulis puisi di banding dengan hal lain di luar sana. dan hal ini kadarnya melebihi PENTING dan SANGAT PENTING. dan biasanya ini merupakan jadwal rutin yang biasa kita jalani. dan kita sangat menghargai dan sayang akan jadwal atau kegiatan penting tersebut.
namun saat ini pak tani tak akan memilih hal ini, walau pak tani sudah berjanji pada sang penyelenggara acara untuk dapat tampil dalam even mereka.
tapi maaf saudara-saudara saya tak bisa mengabaikan hal yang satu ini, karna ini menyangkut masalah keluarga, dan jangan anggap pak tani berubah. ok sebelum nya kalian sering melihat pak tani menyingkirkan masalah keluarga dalam pengambilan keputusan. namun saat ini, hal yang paling di pentingkan oleh pak tani adalah harus segera datang ke rumah sakit dan memberi kecupan mesra untuk nenek tercinta....
satu doa untuk mu
untuk sosok yang sekarang sedang dalam masa perawatan intensif
satu harap untuk jiwa di sana
semoga tidak ada penyelewengan norma di sana
doa tak ku lantun kan memang untuk mu
tapi hati ku yang terus berucap akan hal terbaik untuk mu.
gerakkan kaki mu wahai tubuh dalam pembaringan
agar kami tau kamu telah siuman
beri kami senyum cantik yang biasa kau umbar
agar bidadari di sini tak tegang dan terus meneteskan air mata
kemarin kau berjanji pada ku
akan memberi ku belaian mesra dengan sejuta dekapan sayang
namun mengapa kini kau tak lemparkan senyum saat ku datang.
alat pemacu terus saja menggerayangi tubuh mu
di tambah ini
tambah itu
lalu ini
lalu itu..
kemudian bagian tubuh mana lagi yang bisa ku dekap bila semua terpasang di tubuh mu...
dan kemudian aku berbisik
nenek ini jari "mpie"
dan di sini biasanya nene aliri kasih sayang tulus saat "mpie" kecil dulu
nene ini hati "mpie"
dan di sini tempat nene hidup sampai kapan pun itu..
pada posisi lain saya harus tampil dalam pementasaN, dan di sisi lainnya saya mendapat kabar duka, bahwa nenek tercinta sedang di rawat dan di opname di salah satu rumah sakit di jakarta.
mau ikut acara yang satu atau lekas pergi ke rumah sakit, sedang jarak yang lainnya berbeda.
pementasan ada di bandung, sedang nenek di rawat di jakarta....
tadi setelah dapat telpon dari keluarga entah mengapa badan saya langsung gemeteran dan kepala mendadak pusing.
oh TUHAN kenapa kok seperti terulang kembali tragedi masa lalu, saat sang bunda menjalani perawatan di rumah sakit?
yupz.... bingung memilih dan hanya terdiam dengan sejuta pandangan kosong.
tidak aku harus bergegas, dan aku harus segera beranjak dari sini. karna aku tak ingin sesuatu yang tak di inginkan terjadi.
ini persimpangan dan permainan hal antara PENTING, SANGAT PENTING dan DI PENTINGKAN.
saya harus memilih yang mana. karna semuanya merupakan desakan yang sama, namun mungkin kadarnya saja yang sedikit berbeda.
pengertian PENTING (menurut pak tani): hal yang di buat atau di atur sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang tak bisa di elakkan.
pengertian SANGAT PENTING (menurut pak tani): biasanya hal ini tidak di jadwalkan sebelum nya. dan mendadak satu hal yang mendesak merangsak masuk sehingga kita menganggap hal tersebut menjadi penting dan harus segera kita lakukan.
pengertian DI PENTINGKAN (menurut pak tani): nah biasanya pak tani selalu mengambil keputusan ini dalam segala hal. karna di sini terdapat banyak orang yang terlibat di dalam nya dalam memainkan dan mengatur suatu acara atau jadwal. karna memang benar adanya pak tani selalu mementingkan teater atau menulis puisi di banding dengan hal lain di luar sana. dan hal ini kadarnya melebihi PENTING dan SANGAT PENTING. dan biasanya ini merupakan jadwal rutin yang biasa kita jalani. dan kita sangat menghargai dan sayang akan jadwal atau kegiatan penting tersebut.
namun saat ini pak tani tak akan memilih hal ini, walau pak tani sudah berjanji pada sang penyelenggara acara untuk dapat tampil dalam even mereka.
tapi maaf saudara-saudara saya tak bisa mengabaikan hal yang satu ini, karna ini menyangkut masalah keluarga, dan jangan anggap pak tani berubah. ok sebelum nya kalian sering melihat pak tani menyingkirkan masalah keluarga dalam pengambilan keputusan. namun saat ini, hal yang paling di pentingkan oleh pak tani adalah harus segera datang ke rumah sakit dan memberi kecupan mesra untuk nenek tercinta....
satu doa untuk mu
untuk sosok yang sekarang sedang dalam masa perawatan intensif
satu harap untuk jiwa di sana
semoga tidak ada penyelewengan norma di sana
doa tak ku lantun kan memang untuk mu
tapi hati ku yang terus berucap akan hal terbaik untuk mu.
gerakkan kaki mu wahai tubuh dalam pembaringan
agar kami tau kamu telah siuman
beri kami senyum cantik yang biasa kau umbar
agar bidadari di sini tak tegang dan terus meneteskan air mata
kemarin kau berjanji pada ku
akan memberi ku belaian mesra dengan sejuta dekapan sayang
namun mengapa kini kau tak lemparkan senyum saat ku datang.
alat pemacu terus saja menggerayangi tubuh mu
di tambah ini
tambah itu
lalu ini
lalu itu..
kemudian bagian tubuh mana lagi yang bisa ku dekap bila semua terpasang di tubuh mu...
dan kemudian aku berbisik
nenek ini jari "mpie"
dan di sini biasanya nene aliri kasih sayang tulus saat "mpie" kecil dulu
nene ini hati "mpie"
dan di sini tempat nene hidup sampai kapan pun itu..
sajak AMBURADUL
tak ada maksud apa-apa
ku hanya ingin berdiam diri saja
menjauh dari kerumunan masa
mengasingkan diri pada ruang yang sebenarnya adalah pasti
jangan paksa aku untuk menggigit jari dan memangkas kuku
juga jangan coba untuk menilai penampilan ku
karna urusan mu sebenarnya lebih pelik
di banding harus memikirkan gerak gerik ku
ini bukan masalah cinta yang selalu kita bicarakan sebelum nya
dan ini juga bukan masalah hasrat untuk bersetubu di siang bolong
tapi ini tentang moral mu
moral dia, moral kita dan moral mereka
dimana ketika martabat sering di selewengkan dan di kukus menjadi martabak coklat kacang
di makan kemudian di bungkus lalu mejadi bingkisan manis
terhimpit bungkusan adonan, pelastik dan kardus kecil
yang hanya di hargai 5.000 rupiah saja
kemana lari jiwa sinting yang sering nangkring di sisi jalan?
apa dia sudah meminum air comberan?
atau dia sedang bercinta dengan kodok sawah di tengah jalan dan lalu mati tertabrak...
biarkan anak kecil bermain dan berlarian dengan riang
jangan peksa dia untuk mengepalkan tangan
dan meninju sang mentari dengan dengus yang tak henti-henti...
aku ingin keindahan
kami ingin kebebasan
mereka ingin makan
dalam ruang yang tak lagi di obrak-abrik tentunya....
ku hanya ingin berdiam diri saja
menjauh dari kerumunan masa
mengasingkan diri pada ruang yang sebenarnya adalah pasti
jangan paksa aku untuk menggigit jari dan memangkas kuku
juga jangan coba untuk menilai penampilan ku
karna urusan mu sebenarnya lebih pelik
di banding harus memikirkan gerak gerik ku
ini bukan masalah cinta yang selalu kita bicarakan sebelum nya
dan ini juga bukan masalah hasrat untuk bersetubu di siang bolong
tapi ini tentang moral mu
moral dia, moral kita dan moral mereka
dimana ketika martabat sering di selewengkan dan di kukus menjadi martabak coklat kacang
di makan kemudian di bungkus lalu mejadi bingkisan manis
terhimpit bungkusan adonan, pelastik dan kardus kecil
yang hanya di hargai 5.000 rupiah saja
kemana lari jiwa sinting yang sering nangkring di sisi jalan?
apa dia sudah meminum air comberan?
atau dia sedang bercinta dengan kodok sawah di tengah jalan dan lalu mati tertabrak...
biarkan anak kecil bermain dan berlarian dengan riang
jangan peksa dia untuk mengepalkan tangan
dan meninju sang mentari dengan dengus yang tak henti-henti...
aku ingin keindahan
kami ingin kebebasan
mereka ingin makan
dalam ruang yang tak lagi di obrak-abrik tentunya....
Jumat, 02 Juli 2010
sajak RANGKAIAN RAJUTAN KAIN MERAH PUTIH KU KINI
aduh sebentar lagi mau nyambut hari kemerdekaan..
ayo kibarkan benderanya sayang
segera pasang di pagar depan rumah
biarkan semangat kita ikut berkibar bersama merah putih....
oh ya semalem ada yang dateng ke pak tani, dia bilang minta tolong buatin puisi tentang kemerdekaan, walah pak tani bingung mau nulis apa, dan mau merangkai apa... jadi bingung sendiri... tapi jangan di hina ya kalo tulisan nya jelek...
RANGKAIAN RAJUTAN KAIN MERAH PUTIH KU KINI
berlarian seorang anak dengan beberapa orang kawan nya
menyusuri pematang sawah
membawa batang-batang lidi
meneriakkan dan terus berlari...
sebagian darinya ada yang menyanyikan lagu kebangsaan
sebagian yang lain mengibarkan bendera plastik yang ia temui di tempat pembuangan akhir sampah..
sementara yang satu nya mengepalkan tangan dan memainkan jari jempolnya
seraya berteriak...
merdeka...............
merdeka...............
merdeka...............
merdeka...............
bersemangat, dan sangat bersemangat terlihatnya.
tapi coba perhatikan lebih jelas akan acungan tangan yang sedikit tegang itu
dia acungkan tangan menampar langit kemudian dia jatuhkan lagi...
seraya berkata...
mer...de...ka....
mer...de...ka...
mer...de...ka...
(arah gerakan jempol menunjuk keatas lalu di balikkan arahnya)
sebagian teman nya menggelengkan kepala
sebagian yang lain mengacungkan jari tengah nya
sambil menunjuk ke tanah
dan berteriak
"ini tanah pertiwi yang lahir dari bambu runcing dan pertumpahan darah kakek buyut ku dulu"
kini...
sekarang...
nanti...
saat malam...
ketika pagi....
kami mati karna perjuangan telah berubah menjadi pertempuran busuk
harusnya ku suruh kalian berziarah kemakan pejuang
agar dapat melihat seberapa kuat bambu runcing tertanam di sana
dan seberapa kokoh dulu derap langkah saat geranat menyambangi tikar tempat mereka rebahan
bahkan butir peluru yang sekarang sering meledak
bukan untuk berjuang atau membela negara
namun hanya untuk permainan logika yang tak pernah masuk akal
indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
indonesia sejak dulu kala
slalu di puja-puja bangsa...
di sana tanah lahir beta
di buai di besarkan bunda
tempat berlindung di hari tua
tempat akhir menutup mata......
"syair yang jarang kita lantunkan"
ayo kibarkan benderanya sayang
segera pasang di pagar depan rumah
biarkan semangat kita ikut berkibar bersama merah putih....
oh ya semalem ada yang dateng ke pak tani, dia bilang minta tolong buatin puisi tentang kemerdekaan, walah pak tani bingung mau nulis apa, dan mau merangkai apa... jadi bingung sendiri... tapi jangan di hina ya kalo tulisan nya jelek...
RANGKAIAN RAJUTAN KAIN MERAH PUTIH KU KINI
berlarian seorang anak dengan beberapa orang kawan nya
menyusuri pematang sawah
membawa batang-batang lidi
meneriakkan dan terus berlari...
sebagian darinya ada yang menyanyikan lagu kebangsaan
sebagian yang lain mengibarkan bendera plastik yang ia temui di tempat pembuangan akhir sampah..
sementara yang satu nya mengepalkan tangan dan memainkan jari jempolnya
seraya berteriak...
merdeka...............
merdeka...............
merdeka...............
merdeka...............
bersemangat, dan sangat bersemangat terlihatnya.
tapi coba perhatikan lebih jelas akan acungan tangan yang sedikit tegang itu
dia acungkan tangan menampar langit kemudian dia jatuhkan lagi...
seraya berkata...
mer...de...ka....
mer...de...ka...
mer...de...ka...
(arah gerakan jempol menunjuk keatas lalu di balikkan arahnya)
sebagian teman nya menggelengkan kepala
sebagian yang lain mengacungkan jari tengah nya
sambil menunjuk ke tanah
dan berteriak
"ini tanah pertiwi yang lahir dari bambu runcing dan pertumpahan darah kakek buyut ku dulu"
kini...
sekarang...
nanti...
saat malam...
ketika pagi....
kami mati karna perjuangan telah berubah menjadi pertempuran busuk
harusnya ku suruh kalian berziarah kemakan pejuang
agar dapat melihat seberapa kuat bambu runcing tertanam di sana
dan seberapa kokoh dulu derap langkah saat geranat menyambangi tikar tempat mereka rebahan
bahkan butir peluru yang sekarang sering meledak
bukan untuk berjuang atau membela negara
namun hanya untuk permainan logika yang tak pernah masuk akal
indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
indonesia sejak dulu kala
slalu di puja-puja bangsa...
di sana tanah lahir beta
di buai di besarkan bunda
tempat berlindung di hari tua
tempat akhir menutup mata......
"syair yang jarang kita lantunkan"
Kamis, 01 Juli 2010
Selasa, 29 Juni 2010
rangkaian untuk rivi "mbet" (badboy)
sebenernya bingung mau nulis tentang kawan yang satu ini bagaimana, dia mereques minta bikinin puisi pentang dirinya, tapi jujurnya saya gag pandai dalam merangkai kata-kata. dan saya suka grogi kalo ada orang yang ngereques....
jadi maaf bila tulisan kali ini jadi tambah ancur...
rivi "mbet" sangaji (bad boy)
dulu aku berjalan sendiri
mencari permainan untuk hidup ku kelak
aku hempaskan diri pada setiap arah dan penjuru
tak peduli apa dan siapa penguasa di sana
di pundak ku harapan besar sedang bergelayut manja
sedang di dalam ransel ku sejuta kasih sayang dan cita-cita sedang terkemas rapih
di cium nya kaki sang bunda
lalu berlayar lah segera kapal menuju arena mimpi
terikat erat kampung halaman
akan adik, bapak dan ibu
tangis ku mungkin bukan yang pertama dan terakhir kala gema takbir
tapi aku disini untuk satu misi
dan aku harus kuat akan itu.
ku temui kupu-kupu
ku lihat titik harap
ku dapat dekap baru dari tubuh" yang sama...
ya di sini
kembali terukir satu tragedi kasih sayang
lentik jari jemari bermain mesra..
5 tahun terasa sangat lah sebentar
sedang aku rasa aku sudah merekat dan terikat
satu lembar surat membuat ku menjadi berbeda
aku LULUS dan aku harus meningalkan ini semua
tangis kembali mengisi ruang waktu di lumbung hati
kalian keluarga ku, kalian adalah dunia ku selama ini
namun kini aku harus kembali meninggalkan kalian?
permaianan bergejolak di dalam samudra rasa
ku kurung diri tak ingin menyapa sekitar
karna aku takut airmata tumpah tak tertahan
tapi aku tekadkan
kalian tetap keluarga ku
dan di tempat mana pun kalian tetap akan menjadi bagian dari hidup ku
maafkan ku harus kembali meninggalkan mu
kalian tetap keluarga ku kapan pun itu waktunya....
to rivi "mbet" sangaji (badboy) : boy sory gua gag bisa nulis lebih banyak akan diri lo, yang jelas buat diri gua lo tetep keluarga gua dan kita tak akan terpisah akan waktu dan jarak. di kampung lo mungkin mereka sedang menunggu lo, untuk mengabdi agar desa lo bisa menjadi lebih maju. jujur mbet tulisan ini gua bikin udah berulang kali tapi gua hapus lagi, sampe akhirnya gua postingin akan diri lo juga, dan lo tau gua juga ngerasain apa yang lo rasain. mungkin kalo gua boleh nangis, gua jujur air mata gua berserakan di sini boy. selamat jalan kawan, lo keluarga gua dan kami sampe kapan pun itu.....
jadi maaf bila tulisan kali ini jadi tambah ancur...
rivi "mbet" sangaji (bad boy)
dulu aku berjalan sendiri
mencari permainan untuk hidup ku kelak
aku hempaskan diri pada setiap arah dan penjuru
tak peduli apa dan siapa penguasa di sana
di pundak ku harapan besar sedang bergelayut manja
sedang di dalam ransel ku sejuta kasih sayang dan cita-cita sedang terkemas rapih
di cium nya kaki sang bunda
lalu berlayar lah segera kapal menuju arena mimpi
terikat erat kampung halaman
akan adik, bapak dan ibu
tangis ku mungkin bukan yang pertama dan terakhir kala gema takbir
tapi aku disini untuk satu misi
dan aku harus kuat akan itu.
ku temui kupu-kupu
ku lihat titik harap
ku dapat dekap baru dari tubuh" yang sama...
ya di sini
kembali terukir satu tragedi kasih sayang
lentik jari jemari bermain mesra..
5 tahun terasa sangat lah sebentar
sedang aku rasa aku sudah merekat dan terikat
satu lembar surat membuat ku menjadi berbeda
aku LULUS dan aku harus meningalkan ini semua
tangis kembali mengisi ruang waktu di lumbung hati
kalian keluarga ku, kalian adalah dunia ku selama ini
namun kini aku harus kembali meninggalkan kalian?
permaianan bergejolak di dalam samudra rasa
ku kurung diri tak ingin menyapa sekitar
karna aku takut airmata tumpah tak tertahan
tapi aku tekadkan
kalian tetap keluarga ku
dan di tempat mana pun kalian tetap akan menjadi bagian dari hidup ku
maafkan ku harus kembali meninggalkan mu
kalian tetap keluarga ku kapan pun itu waktunya....
to rivi "mbet" sangaji (badboy) : boy sory gua gag bisa nulis lebih banyak akan diri lo, yang jelas buat diri gua lo tetep keluarga gua dan kita tak akan terpisah akan waktu dan jarak. di kampung lo mungkin mereka sedang menunggu lo, untuk mengabdi agar desa lo bisa menjadi lebih maju. jujur mbet tulisan ini gua bikin udah berulang kali tapi gua hapus lagi, sampe akhirnya gua postingin akan diri lo juga, dan lo tau gua juga ngerasain apa yang lo rasain. mungkin kalo gua boleh nangis, gua jujur air mata gua berserakan di sini boy. selamat jalan kawan, lo keluarga gua dan kami sampe kapan pun itu.....
sajak CINTA
berpayung kisah akan apa yang kita harapkan
yang menjadi doa dari setiap aliran nadi
tersambar percikan cahaya
menyelimuti relung jiwa
kisah ini ku tujukan untuk mu sayang
untuk jiwa yang memiliki belai kasih sayang
untuk hasrat saling berbagi dan mengasihi.
bukan cinta harus begitu adanya?
tapi tak begitu sebenarnya yang terjadi di sini
biarkan cukup aku saja yang mencintaimu
tak memiliki mu benar adanya
tapi jelas aku mencintaimu
dengan selimut kasih sayang tertata di setiap sisi-sisinya
tak semua cinta harus kita miliki kan sayang?
cukup merasakan nya pun aku telah bisa di buat bahagia...
to : "F", rangkaian ini mungkin akan menjadi rangkaian terakhir yang Toa kasih, maaf bila harus pergi dan meninggalkan, tapi yakin pasti suatu saat akan kembali lagi. bila nyatanya pintu itu telah terbuka untuk Toa...
yang menjadi doa dari setiap aliran nadi
tersambar percikan cahaya
menyelimuti relung jiwa
kisah ini ku tujukan untuk mu sayang
untuk jiwa yang memiliki belai kasih sayang
untuk hasrat saling berbagi dan mengasihi.
bukan cinta harus begitu adanya?
tapi tak begitu sebenarnya yang terjadi di sini
biarkan cukup aku saja yang mencintaimu
tak memiliki mu benar adanya
tapi jelas aku mencintaimu
dengan selimut kasih sayang tertata di setiap sisi-sisinya
tak semua cinta harus kita miliki kan sayang?
cukup merasakan nya pun aku telah bisa di buat bahagia...
to : "F", rangkaian ini mungkin akan menjadi rangkaian terakhir yang Toa kasih, maaf bila harus pergi dan meninggalkan, tapi yakin pasti suatu saat akan kembali lagi. bila nyatanya pintu itu telah terbuka untuk Toa...
Label:
pelangi di sore hari,
puisi,
tentang cinta
Langganan:
Postingan (Atom)


