Rabu, 22 September 2010

kebebasan

aku rangkaian binal dari kuda liar
menyambangi arus yang terus menerjang

tak elak kepalan tangan menghantam ombak
demi memecah ringkih bising dunia

aku barisan kecil tinta pena
tertulis singkat dari sajak pinggiran
menorehkan hitam, merah, jingga akan warna
yang kelak akan menjadi rangkaian sempurna

mungkin batu koral akan pecah akan tetesan air
tapi tekat ku takkan lekam akan terjangan badai

dalam permainan harus ada yang mengalah
di meja catur harus siap di atur
dalam tepakan batminton harus ada yang di bolak balik
dalam meja judi selalu ada piritan kartu
tapi aku bukan lah permainan
yang mudah di tendang logika
di gelandang selimut dunia

tapi aku pencerah
buat masa ku kelak
dan rangkaian indah dalam buku diari

karna anak cucuku akan menjadi ragam akan dunia
yang mungkin akan membaca sejarah dari jalan setapak keluarganya

indah menjadi berbeda
namun tetap serangkai akan nada dan irama yang sama
tentang bebas dan merdeka tanpa kekangan yang tertanam di lumbung hati dan telinga

Selasa, 21 September 2010

warisan untuk anak cucu ku

dalam beranda kata
di antara persimpangan dari lonjakan zaman
ketika seorang bocah merengek di tetek ibunya
yang sedang menikmati susu yang sudah terkontaminasi

dari perasan ayah saat malam
atau dari sisa-sisa debu jalanan yang menghampirinya

kerindangan dalam suasana kesejukan menjadi pertanyaan
saat harapan akan nyanyian burung-burung di atas dahan di tebas sang makelar.


dimana langkah pasti dari ayam jantan?
dimana riak merdu dari gemericik hujan?
biru ataukah hijau yang menjadi dambaan
di selewengkan dalam meja jamuan?

bisik dari para pengepul birokrasi
tentang lahan yang di garap menjadi ladang teknologi

lengking resah pengeruk tanah
lari pasti para penghuni rimba
serta seret lesuh dari kaki-kaki yang terkubur dalam ladang

lalu berlari seorang anak ke pangkuan abah
seketika cerita tentang biru laut menjadi bualan semata
karna tak dapat lagi membuktikan akan rindang pohon di bibir pantai

lagi merengek bocah dengan satu pinta
abah mana warisan yang kamu janjikan?
kami baru saja terlahir sudah terbelit hutang
kami baru saja ingin menghirup udara segar sudah tercemar polusi
kami ingin menikmati bening air kali
limbah dan sampah tersebar tak terkendali
kami ingin tertidur di taman
di bekuk oleh oknum-oknum bertameng belati

nyanyian burung camar di gerbang istana
tak goyahkan proyek pembangunan dan penggusuran semata
menutup mata akan lingkungan sekitar
toh rumah ku tak tercium libasan banjir

kembali sang tua menarik pedati
menuju sebuah lentera hati
mengais sisa-sisa makanan dari sisi jalan
di kumpulkan dan di masukkan pada tempat yang sepatutnya
tak banyak yang ia pikirkan akan terjangan cacian akan dirinya
"hanya ingin memberi kehidupan layak untuk anak cucunya kelak"

maafkan abah nak bila kami tak bisa memberi kemewahan seperti orang gedongan di sana
hanya sebaris ladang dan rindang pohon jalan yang bisa abah persembahkan untuk mu
yang mungkin kelak akan menjadi tempat mu berlindung dari penat polusi
mungkin yang kalian butuhkan limpahan materi
namun abah hanya bisa memberi hutan rimaba dengan nuansa desa
walau terjepit di antara kumpulan pemikiran-pemikiran kota



buat pementasan di acara penyuluhan lingkungan hidup di jawa barat....

Undangan Launching Salon Sastra dan Hari Sastra Nasional

Kepada Yth.
Sastrawan Universal
di Nusantara


Salam Sastra,

Dengan penuh kerendahan hati, kami mengundang saudara/i, pada Lauching CD "Salon Sastra Vol.1", dan Hari Sastyra Nasional, yang Insya Allah diadakan pada:

Hari, tanggal        : Sabtu, 16 Oktober 2010
Tempat                : Rumah Bambu
                             Jl. Baido Raya Mo. 75 Rt. 03/05 Kel. Lubang Buaya Kec. Cipayung Jakarta Timur
Acara                  : 16.00-18.00 Diskusi Budaya, dan Launching CD "Salon Sastra 1",
dengan pembicara: Sutardji Calzoum Bachri, Slamet Raharjo*)

                             18.00-20.00 Pemutaran CD "Salon Sastra I"
                             20.00-23.00 Pembacaan Puisi Salon Sastra, Performing Art, Musik "Reservoir"
                             23.00-02.00 Pembacaan Puisi Alm. KH. RF. Muhammad Muchtar Al Husseini dan zikir
                                                 Majlis Muzakaroh.

Kami sangat mengharapkan kehadiran saudara/i sekalian, untuk konfirmasi kehadiran, silah hubungi Sdr. Amdai (081385008076), Motilal Sabilian (0818733597), atau Zachrudin "Udin" Mandarin (085692290158)
Demikian undangan ini kami buat, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Badan Muasyaroh Salon Sastra


Amdai Yanti Siregar

Sabtu, 18 September 2010

pilihan

dalam postingan kali ini pasti gag akan lebih baik dan lebih indah tulisan yang pak tani luncurkan, atau malah mungkin tak layak untuk di baca bahkan untuk di publikasikan, tapi entah mengapa pak tani malah menulis ide ini.
em...
pak tani sendiri bingung harus memulai dari mana tentang cerita yang sangat sembrawut ini.
mungkin kalian ada ide untuk membantu pak tani menemukan huruf-huruf yang tercecer sehingga menjadi layak untuk menjadi langkah awal dalam perbincangan kali ini?

ok untungnya ada inbox masuk dan memberi sedikit pencerahan yang tadi pergi melayang entah kemana....

jadi begini.....
tapi inget buang jauh-jauh dan langsun close saja bila kalian anggap tulisan ini tak berarti dan terlalu brat untuk kalian cerna, karna di luaran sana pasti lebih banyak penulis yang mahir yang dapat merangkai kata dan mendramatisir kejadian yang di lihat.....

ok tanpa harus panjang lebar lagi yang malah bisa bikin kalian menjadi mual akan tulisan kacau ini, lebih baik kita langsung menutu pada titik inti dari kejadian....

jakarta 11 september 2010
p[erbincangan di sebuah keluarga.

tante : mana ijasah kamu? sini biar tante kirimkan ke kantor dan tante yakin kamu pasti bisa masuk ke halliburton karna tante punya satu jatah kursi
kakak : (dengan enak menembal perbicangan kala itu) iya mana sini ijazahnya. biar nanti hari senin kamu udah bisa langsung kerja di bank lippo.....
anak muda : em.... gimana ya bukan nya menolak tapi.......
tante : kenapa harus tapi? sedangkan waktu terus berputar dan kesempatan gag pernah datang dua kali lho!!!!
perasaan susauh banget sich nunjukin ijazah aja?
anak muda : maaf bukannya saya gag mau, tap[i dalam hidup[ saya punya pilihan sendiri, dan jujur saya sangat berterimakasih banget atas perhatian dan kasih sayang kalian kepada saya, tapi tolong untuk hal ini, saya gag mau kembali di suapi oleh kalian, karna saya sudah besar dan saya punya pilihan sendiri

tante dan kakak mulai geram, terlihat dari paras yang mereka lontarkan. dengan sejuta kata-kata yang di brondongkan kepada anak muda.

anak muda : sekali lagi maaf, dalam hidup saya punyua pilihan sendiri, sudah cukup kalian menyuapi saya sampai saya lulus kuliah, dan sekarang saya mau totalitas di seni. dan tolong saya minta pada kalian. beri saya dukungan atas pilihan yang saya pilih. supaya saya bisa menjalani nya dengan lancar.

tapi apa seni bisa menghidupi kamu? karna kamu hidup[ bukan hanya membawa diri saja nanti nya. tapi kamu akan membawa anak oprang dan juga membiayain anak kamu sendiri kelak. tolong fikirkan akan itu? jangan karna emosi akhirnya kamu memutuskan untuk totalitas di seni? (laju mereka dengan tandu di kepala)

anak muda : hidup adalah pilihan dan bila kita yakin akan pilihan kita, pasti kita tak pernanh merasa sulit untuk menjalaninya, dan untuk rejeki, dimana saja dan bidang apa saja bila kita tekuni dan yakin pasti akna menghasilkan sesuatu... jadi sekali lagi, tolong beri saya kebebasan dan tolong hargai keputusan saya, yang saya butuhkan adalah dukungan bukan perdebatan akan suatu pilihan. toh belum tentu pilihan kalian baik buat saya, dan bila saya gagal karna mengikuti pilihan kalian, pasti kalian tidak pernah mau di salahkan kan???????? sekali lagi saya hanya butuh dukungan dan dan doa restu......


kayanya cukup sampai di sini dulu tulisan ini mengacau laju jari jemari ku, dan sekali lagi serap apa yang di anggap baik dan langsung close saja bila ini tak berguna bagi kalian...


terimakasih sudah sudi mampir di gubuk renta pak tani.... selamat menikmati

Kamis, 16 September 2010

sajak SKENARIO HIDUP

banyak yang aku sesali dalam hidup
tapi aku terdampar di gurun

di sekeliling hanya ada bebatuan dan pasir
di setiap pandang hanya oase
di bisik telinga hanya sapaan angin menerbangkan yang tersisa

sampai akhirnya terkapar pada ladang kaktus
tumbuh di ruang tandus
menanti hujan yang datang tidaklah mulus
namun masih tetap duri menghunus

aku mencari pandangan sekitar
yang tertangkap mata tak ada apa-apa
mungkin nikmat kala melihat abah tertidur di tikar
namun apa dalam perjalanan dia juga pernah merasakan tak berguna?

memang hidup adalah pilihan
dan aku pun enggan terdampar di gurun
namun waktu harus selalu di tapaki
karna surat dari illahi sudah jelas akan diri

untuk menemukan hidup tidak lah perlu mengeluh
sebab waktu bukan gangsing yang dapat di permainkan
jadilah pemeran sejati dengan segala kerendahan diri
karna skenario hidup sedah di tulis oleh sang produser

Minggu, 12 September 2010

sajak EGOIS

aku hanya butir-butir pasir
di hempas angin kemudian berlabu entah dimana
aku hanya bentuk secuil
yang kemudian akan di tanya tentang semuanya
aku bermain di putaran roda
yang kemudian menggelinding sesuai pengemudinya
aku bergumul akan dosa
tanpa tau titik terang seperti apa
sampai pada ketika ku terantuk batu
kemudian menjerit pada NYA

merasa butuh bila sengsara
kemudian acuh bila jaya mendera
bak angin di tepi pantai
sejuk namun dapat meluluhlantahkan


DIA ada
tapi tak di anggap
DIA melihat
tapi kita sering bersembunyi
DIA tahu
tapi kita pura-pura bodoh

kesombongan makhluk melebihi sang pencipta
keegoisan tubuh melebihi sang pemilik dunia

ada petunjuk
melirik godaan dunia
ada perjalanan
memilih hutan belantara

apa indah dengan otak terjejal duka?
kemudian menyalahkan akan semua

Jumat, 10 September 2010

mohon maaf lahir dan batin

shalat ied udah
makan ketupat udah
jejer di ruang tengah sambil menengadahkan tangan juga udah....

apa ya yang kurang?

oh ya belom minta maaf sama saudara-saudara yang jauh di sana....

buat semua saudara, kawand, dan satu darah yang seiman maupun yang berbeda keyakinan. pak tani, taufik, toa senja, beserta keluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.
semoga setelah ramadhan ini kita kembali fitri.....

Rabu, 08 September 2010

untuk cinta

sisakan beberapa detik waktumu untuk ku
takkan ku sia-siakan alunan iramanya
biarkan sela itu kosong untuk ku
dan nikmati saja saat aku menjabat tangan mu

biarkan bias embun menyapa wajah mu
jangan coba palingkan dari arahnya
karna aku hanya ingin mengenalmu
dan kemudian menunjukkan kemana arah rumah kita

karna di sana...
telah menunggu bunga-bunga untuk kita pupuk dan sirami
sehingga kita dapat melihat kuncup-kuncup nya
berkembang dan kemudian bermekaran

Selasa, 07 September 2010

SAYEMBARA PENULISAN NASKAH DRAMA

SAYEMBARA PENULISAN NASKAH DRAMA

by Nia Samsihono on Monday, September 6, 2010 at 3:27pm
1. Latar Belakang

            Naskah drama merupakan ungkapan perasaan, pikiran, dan pengalaman yang ditulis secara dramatik. Sebuah naskah drama sangat diperlukan dalam sebuah pementasan. Namun, tidak selalu sebuah naskah yang baik akan menghasilkan sebuah pementasan yang baik pula.
            Kegiatan drama di Indonesia tidak berkembang seperti karya sastra lainnya. Ada beberapa kendala, salah satunya adalah kurangnya penulis naskah drama dan tentunya juga akan menyebabkan kurangnya naskah drama yang baik. Oleh sebab itu, Pusat Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra melaksanakan Sayembara Penulisan Naskah Drama.

2. Tujuan

            Sayembara Penulisan Naskah Drama ini bertujuan:
            a. meningkatkan minat masyarakat terhadap sastra, khususnya drama,
            b. meningkatkan daya cipta dan kreativitas masyarakat terhadap sastra, dan
            c. meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastra.

3. Peserta

            Peserta sayembara Penulisan Naskah Drama bersifat umum di seluruh wilayah Indonesia, usia antara 20-45 tahun dengan bukti kartu tanda penduduk (KTP) yang sah.

4. Persyaratan

            a.         Tema sayembara penulisan naskah drama akan dimuat dalam antologi drama   ini bebas, tidak mengandung pornografi,
                         terbitan Pusat Bahasa.  dan tidak berpotensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA.
            b.         Naskah drama yang diikutkan sayembara ini harus asli (bukan saduran,  terjemahan, dan jiplakan), belum pernah
                        dipublikasikan/diterbitkan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara sejenis.
            c.         Setiap naskah drama yang diikutkan dalam sayembara ini diberi pernyataan sebagai karya sendiri atau asli.
            d.         Naskah drama ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik rapi dengan jarak 1,5 spasi di atas kertas HVS kuarto, dan jika
                         dipentaskan drama ini berdurasi kurang lebih 30 menit.
            e.         Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu judul naskah drama yang terdiri atas 10—30 halaman.
            f.          Naskah drama dikirim langsung ke Panitia Sayembara Penulisan  Naskah Drama di Pusat Bahasa, paling lambat
                         tanggal 9 Oktober 2010,  sebanyak tiga rangkap disertai biodata, alangkap lengkap, dan fotokopi  identitas diri (cantumkan
                         provinsi).
            g.         Sayembara penulisan naskah drama ditujukan untuk umum.
            h.         Naskah drama yang masuk ke Panitia tidak dikembalikan kepada peserta dan menjadi milik Pusat Bahasa.
            i.          Naskah drama yang dinilai layak terbit akan dimuat dalam antologi drama terbitan Pusat Bahasa.


5. Penilaian

            a.         Penilaian naskah dan penentuan pemenang akan dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas pakar drama.
            b.         Penilaian mencakup aspek isi, daya dramatik, penyajian, dan bahasa.
            c.         Putusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.
            d.         Hasil penilaian akan diumumkan pada 22 Oktober 2010.


6. Hadiah

            Pemenang akan mendapat piagam, buku terbitan Pusat Bahasa, dan uang tunai (dipotong PPh sebesar 20%)
            Pemenang I : Rp6.000.000,00
            Pemenang II : Rp5.000.000,00
            Pemenang III : Rp4.000.000,00
            Pemenang Harapan I : Rp3.000.000,00
            Pemenang Harapan II : Rp2.000.000,00
            Pemenang Harapan III: Rp1.500.000,00

7. Alamat Panitia

            Panitia Sayembara Penulisan Naskah Drama
            Pusat Bahasa
            Kementerian Pendidikan Nasional
            Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun Jakarta 13220, Kotak Pos 6259
            Telepon (021) 4706287, 4706288, 4896558 Pesawat 127 Faksimile 4750407


saya dapatkan info dari sebuah tag di FB. buat konco-konco, saudara sebangsa dan setanah air di tunggu partisipasinya...


Senin, 06 September 2010

siapa yang lebih dulu harus kita cintai?

ada yang memainkan kata-kata cinta
ada yang senang akan keberadaan cinta
sering juga orang menangis akan cinta
dan banyak yang terpuruk juga karna cinta
serta banyak lubang menganga karna cinta

lalu cinta seperti apa sebenarnya?
dan cinta apa artinya?
lalu bentuk cinta yang bagaimana sampai bisa membuat begitu?
dan lantunan cinta semerdu apa yang membuat semua terjerembab di dalam nya?

apa cinta?
lalu kenapa cinta?
dan layak kah untuk cinta?
serta baikkah untuk di cintai?

mengerti atau tidak paham
menyangkut atau di sangkut pautkan

sebenarnya ada cinta yang sejati
dan sangat indah untuk dimiliki
namun kita tak sadar akan keberadaan nya

yaitu cinta kita PADA ILLAHI ROBBI
yang telah hadiahkan ruang kita di bumi

jadi masih kah kalian mencari cinta sejati?

jadi dengan tanpa mengurangi rasa hormat
CINTAI DULU TUHAN MU
BARU KAMU AKAN MENDAPATKAN CINTA SEJATI MU

Minggu, 05 September 2010

sajak DIAM

di bawah sela-sela langit
di balik gelap malam yang menyapa
di antara lingkaran pelangi senja
di dalam kumpulan kunang-kunang di taman

saat embun menyapa
mengukir akan apa yang bergerak di dunia
memberi titik tenang akan langkah sang manusia
menghilangkan resah dari putaran waktu

menari duka di antara
tak terlihat akan senyum yang menggelegar

wanita tanpa busana di tengah wahana
kepala tanpa logika di belahan dada
jari-jari tengah di dalam permainan kata
money politik di saung keagungan

putaran roda di tepi zaman
menggerakkan satu putaran yang bermain di antara poros
di tengah pertikaian ada yang terluka
terhimpit sumpah serapah yang di anggap sampah

satu tombol di putar
memanggil satu kibaran nuansa kebebasan
tapi milik siapa?
lolong anjing semakin meninggi

karna daging sedang di kuliti
dari jiwa yang sebentar lagi mati
dari raga yang sedetik lagi tuli
dari mata yang selangkah lagi membenci

Kamis, 02 September 2010

hari sastra nasional akan di adakan di rumah bambu

Dalam rangka memperingati Hari Sastra Nasional, Rumah Bambu akan melaksanakan SALON SASTRA, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 16 Oktober 2010
Tempat : Rumah Bambu, Samping Mesjid Al Baidho, Lubang Buaya, Jakarta Timur
Waktu : 20.00-23.00 WIB

Kegiatan SALON SASTRA akan didahului dengan pengumpulan karya puisi, rekaman suara pembacaan puisi dalam CD, dan peluncuran buku puisi, yang didahului dengan diskusi/selamatan launcing buku tersebut pada sore harinya.

Demikian, pemberitahuan ini kami buat, bagi anda yang berminat, harap segera hubungi:
Sdr. Amdai Yanti Siregar, via Email: badai_68@yahoo.com atau facebook, Hp: 081385008076(Simpati), 02185392283 (esia).

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Mohon menyebarkan undangan ini.
Salam Budaya, Wassalamu alaikum Wr.Wb!

PANITIA PELAKSANA:
KELUARGA BESAR RUMAH BAMBU

Catatan:
Pendaftaran dan pengumpulan puisi, biodata, dan rekaman dalam CD, paling lambat tanggal: 26 Agustus 2010. JIka melebihi batas waktu, puisi hanya akan dicetak dalam buku, tanpa melalui proses rekaman.

Sumber: tag Note AMDAI YANTY SIREGAR.
Bagi yang belum jelas, silakan tanya langsung ke sdri. Amdai.
Terima kasih.

tapi bagi yang masih mau mengikuti acara rekaman, kalo gag salah masih di buka kok. coba telp langsung aja ke mba amdai.

nah kalo proses rekaman nya di studio AL-DINO jl.pejuang revolusi. tepatnya di depan kantor pemasaran apartemen casablanca yang masih dalam proses pembangunan.


ayo ikut partisipasinya ya....

foto pak tani waktu ikut proses rekaman



Rabu, 01 September 2010

sajak oplosan

cerita kami berbau mistis
karena sedang melahap cinta dan kismis
dari putaran roda di samping bola mata
terdengar suara bayi sangat miris

sementara debu kembali hinggap
tapi tak terlihat dimana angin yang membawanya

plastik putih pucat menutupi wajah
palingkan pandangan dari kondisi yang ada

padahal kami tahu dalam berita pertikaian akan pecah
namun seratus kepala masih saja riantg membelai mimpi
sedang sejarah mungkin akan terukir lagi
karna ruang sidang hanya diisi para pemikir-pemikir sampah

kawan, apa telah kamu terima senjata kami
yang di ungkus materi juga penari seksi
kawan, terlihat sudah lengah tubuh kalian
siap menjadi santapan peradaban

2 miliar kepala tertunduk lesuh
karna harapan di gantung di antara kancing-kancing kemejamu
2 juta langkah anak-anak kelaparan
1.969 juta wanita kehilangan keperawanan
100 juta pria di kebiri paksa
976 cacat tertawa sangat dahsyat

layak....
sangat layak untuk di pertanyakan
tentang mereka yang buang hajat dengan tenang
di tanah yang di beli dari pertumpahan darah

Senin, 30 Agustus 2010

sajak 0.1

bersandar dari ribuan tanya
menentukan jalan yang lama tertutup tanah
dalam diri terkurung sebaris harap
mengukir angan yang mudah terbawa angin

dalam tumpukan resah berdendang bisik jangkrik
menyusuri niat untuk kembali pada cahaya terang
di sini
di antara tumpukan dosa
di balik sajak gelap dari nista
di dalam lumbung kegelisahan

di antara basuhan sajak illahi dan bentangan sajadah panjang
kembali mengukir renung

Kamis, 26 Agustus 2010

sajak SIAPA

satu harap dalam sajak
usang di terjang lintingan pengepul mimpi
lajang telanjang di atas ranjang
betina bertingkah seperti tak merasa berdosa

satu lagi jeritan air ketuban yang pecah
mengabarkan pada dunia bahwa di sini telah terlahir satu nama baru
tubuh ringan belum lah berdosa
yang kemudian akan di tempa menjadi hitam, merah, abu-abu, atau bahkan tak berwarna

lalu sang pemilik mengintip pasti
melihat para kumpulan gembala yang sedang berjudi
mempertaruhkan apa?
harta di dunia katanya
kejayaan di depan publik pikirnya
keindahan rumah megah, harap nya

sedang sang gembel dengan nada termalu-malu berkata
"mencari keridoan illahi yang lebih pasti tentunya"

"alah rengek gembel yang haus akan darah, jangan lah kalian dengarkan"
raung serigala dengan seonggok daging di mulutnya

mewah mu tak seindah kemewahan yang kami miliki
indah mu tak kekal di akhirat nanti
dan diri mu akan menjadi kayu bakar nanti

sajak ACAK

langkah ku ke belakang
tatapan ku ada di samping kanan dan kiri
harapan ku tergantung di tiang jemuran
harga diri ku terboyong sajak jalanan

putaran roda dalam lorong kebebasan
butuh cahaya untuk dapat melihat dunia
sedang gelap tak henti menggoda di pelupuk mata

buku di sini semakin lusuh
tapi tak urungkan makna yang tersirat di dalam nya
bahkan bungkus kacang goreng pun berlabel sebuah ijazah

Minggu, 22 Agustus 2010

sajak untuk bunda

mungkin tetesan ini tak bisa ku pungkiri
saat seharusnya kita bersama mentap senja
dengan hiasan pelangi yang sempatkan untuk hadir
namun kini tak ada lagi akan rangkaian itu

memeluk mu hanya sebuah harap
walau aku tau dirimu tak pernah mati dalam hati ini

rangkaian indah dari belaian tangan mu
rajutan nada merdu yang selalu menyusup di telinga ku
hiasan bening ketulusan dari senyum termanis mu
dan pelukan hangat yang tak dapat tergantikan

harusnya kini kita bernyanyi bersama

tapi saat malam datang
dan memberitahu ku akan kenyataan yang sebenarnya
aku tak dapat lagi berkata

mungkin laut memang biru
langit senja memang menyejukkan insan
serta pelangi hadirkan kekaguman yag dahsyat
namun menurut ku itu semua tak ada bandingan
bila saat aku memelukmu dengan

selamat ulang tahun alm. bunda memang tak ada lagi nyanyian indah yang biasanya kita nyanyikan di saung depan rumah. namun di sini semoga hadiah ini akan menjadi lebih berarti dan bermakna saat tubuh hina ini sujud dan bercerita pada sang pemilik alam semesta.

Sabtu, 21 Agustus 2010

sajak TAK KARUAN

telah lama juga ternyata pak tani tak menampakkan batang idung nya. mungkin karna pak tani sedang banyak melakukan meditasi di bulan ramadan, tapi ketahuilah wahai saudara, sahabat dan kekasih ku tercinta bahwa ternyata kerinduan pak tani untuk dapat berdiskusi dengan kalian semua sering mengganggu tidur pak tani. dan sampai pada akhirnya pak tani pun menyempatkan sedikit waktu pak tani untuk menyapa kalian semua.

kemarin pak tani terjebak dalam lubang yang menyesatkan di dalam nya pak tani menemukan tulisan begini

CINTA  TAK USAH DI UJI, TAPI PERTAHANKAN DIA, DAN BERI DIA PUPUK AGAR TUMBUH DENGAN SUBUR

sedang pak tani sendiri tak bersahabat dengan cinta, karna cinta pak tani kemarin baru saja di serang hama wereng yang tiba-tiba datang menyapa tanpa ada kata permisi

sajak TAK KARUAN


ruangan di sini sepi
tak terdengar gelak tawa di dalam nya
sedang lampu menyala
dan ada puntung rokok yang masih saja nyala

siapa yang sedang singgah barusan
hanya ada butir peluru di sana
dan lendir dalam mangkok yang berwarna merah
ada apa dengan orang kala tadi?

mungkin pertikaian darah terjadi tadi

surat berwarna merah jambu di atas meja
menyiratkan kegelisahan tentang sebuah pesan
kematian
kematian
jantungkun tak dapat kurasa debaran nya
terlalu cepat dia berdetak

tidak
ternyata kematian menyambangi lagi
setelah si tua mati ketika mencuri nasi di tong sampah
kini sang ibu muda yang mati
karna mempertahankan janin di dalam nya untuk tumbuh

dalam berita banyak bahasa sanse kerta
dalam artian bahwa panglima kini sudah tak lagi berwibawa
terbunuh dalam selangkangan wanita
terbius akan racun dunia

senjata terhempas bebas
menembus dinding yang mudah terkoreh
sedang sejarah menjadi pembungkus martabak manis
di taburi kacang serta lumeran coklat

ternyata tubuh makin renta
tak ada lagi bunga dan daun di tiap cabang nya
hanya serangga dan rayap yang tersisa
menghabiskan segala sehingga akan tumbang pada terjangan angin kala kemarau nanti

Selasa, 17 Agustus 2010

sajak UPACARA BENDERA

mendung menyelimuti
menutup celah-celah terang mentari
bersama aliran yang turun
terbawa arus deras diri

dalam jibaran sang merah putih
lusuh si atas tiang kebebasan
tumpah semua...sirna semua
tak ada lagi gerekan tali

kami berdiri...
menegakkan kepala
dan menghormat tegak
busungkan dada melipat tangan di antaranya
sambil merasakan apa yang tersisa
yang kini tertulis dalam lembar sejarah
yang tak lusuh walau butiran hujan membasahi raga

Jumat, 13 Agustus 2010

jangan lupa sayang

sayang sebentar lagi pagi
mungkin kita akan kembali membungkus mimpi kita
kembali harus membeli duniawi dengan peluh keringat
tapi sayang jangan lupa untuk berdoa

sayang lengkingan ayam telah menyambangi rumah kita
lebih baik kita bergegas dan berkemas
sebelum kita di paksa untuk berlari
tapi sayang jangan lupa untuk bersyukur padaNYA
karna semalam kita tertidur dan kini masih bisa terbangun

sayang lihat anak kita
telah membentangkan sajadah
mari bergegas untuk curhat PADA NYA
sebelum waktunya akan tiba pada kita