sayang sebentar lagi pagi
mungkin kita akan kembali membungkus mimpi kita
kembali harus membeli duniawi dengan peluh keringat
tapi sayang jangan lupa untuk berdoa
sayang lengkingan ayam telah menyambangi rumah kita
lebih baik kita bergegas dan berkemas
sebelum kita di paksa untuk berlari
tapi sayang jangan lupa untuk bersyukur padaNYA
karna semalam kita tertidur dan kini masih bisa terbangun
sayang lihat anak kita
telah membentangkan sajadah
mari bergegas untuk curhat PADA NYA
sebelum waktunya akan tiba pada kita
mungkin kalian bertanya ada apa dengan pak tani yang seringkali melamun di tengah padang ilalang? mengapa iya selalu menyapa sapi-sapi gembala nya.tak pernah lain dan tak juga bukan karna mimpi tak dapat di beli. sedang untuk makan sehelai ilalang saja dia harus terus berjalan berkilo-kilo meter jauhnya. tapi banyak juga yang tak pernah mengerti siapa pak tani ini
Jumat, 13 Agustus 2010
Rabu, 11 Agustus 2010
apa aku busuk?
dalam konsep kita adalah sama
tak ada yang beda karna kita satu rahim dan tulang rusuk yang sama
dalam perjalanan kita menjadi berbeda
berubah haluan namun memiliki cinta yang sama
memiliki keyakinan yang sama
memiliki satu tujuan yang sama
dan menyembah dengan maksud yang sama pula
jadi masih kah kita harus berbeda?
berdebat
memperdebatkan
atau malah menghina dan mencela
otak memang tak selamanya berakal
dan pikiran tidak selamanya sejernih embun
namun yakin dalam hati kita masih memiliki hal yang suci
lalu menyapa kalian tak gunakan hati?
menyapa sekitar dengan pikiran saja
menyambangi sekitar dengan akal dan logika saja
lalu kemana kegunaan hati?
apa sudah di masak dalam kuali?
di jadikan sambal balado
dengan bumbu segala tentang duniawi
yang selalu membutakan mata hati
tak ada yang beda karna kita satu rahim dan tulang rusuk yang sama
dalam perjalanan kita menjadi berbeda
berubah haluan namun memiliki cinta yang sama
memiliki keyakinan yang sama
memiliki satu tujuan yang sama
dan menyembah dengan maksud yang sama pula
jadi masih kah kita harus berbeda?
berdebat
memperdebatkan
atau malah menghina dan mencela
otak memang tak selamanya berakal
dan pikiran tidak selamanya sejernih embun
namun yakin dalam hati kita masih memiliki hal yang suci
lalu menyapa kalian tak gunakan hati?
menyapa sekitar dengan pikiran saja
menyambangi sekitar dengan akal dan logika saja
lalu kemana kegunaan hati?
apa sudah di masak dalam kuali?
di jadikan sambal balado
dengan bumbu segala tentang duniawi
yang selalu membutakan mata hati
Senin, 09 Agustus 2010
cerita bus kota
dalam lorong waktu, ketika permainan baru saja di mulai.
apa ada yang ingin bertanya kemana arah bus kota membawa kita sekarang?
lebih baik jangan banyak bertanya, nikmati saja perjalanan ini dan jangan lupa akan barang bawaan kalian karna di sini arus sangat deras. bila meleng sedikit bisa raib semua yang kalian bawa tadi.
nah lalu bagaimana dengan tujuan kita kali ini? pertanyaan yang baru saja kawan mu tanyakan pada kondektur yang baru saja melintas di hadapan mu, begini saja apa tadi kamu sudah perhatikan dengan benar" akan label yang terpasang di dasbord bus kota ini? ini jalurnya cawang - kampung melayu. bukan jurusan surga-neraka. jadi bila kalian salah jalur lebih baik berhenti di sini, sebelum kalian terbawa ikut rombongan yang sedang bimbang.
nah bagaimana dengan kawan di sebelah mu? apa tujuan kamu sudah benar? atau kamu sedang menyusuri jalan menuju amis daging dan bangkai? bila yang kamu cari itu, kamu seharusnya menaiki bus yang tujuan nya. manggarai-tanjung priok, karna di sana baru saja terjadi kuburan masal ketika beberapa kepala bertameng baja terkubur dalam kobaran amarah sang mpu pemilik daerah.
teriak anak bayi di balik baju ketika sang ibu sedang menyusui nya dengan amat santai nya, tak peduli dengan mata-mata yang mencoba mencuri arah yang sama, dan membiarkan para pencuri itu memainkan imajinasinya tentang putih buah dada dan emutan mesra sang bayi. ah aku hanya memberi minum anak ku saja"dalam hati dengan tenang dia berkata". toh aku telah menempati tempat duduk yang sudah aku boking sebelum nya. jadi mengapa aku harus ragu akan tujuan dan arah yang sedang aku naiki sekarang.
sementara di baris yang berbeda debat antara beberapa orang yang menggunakan kostum baju bola. aku the jack, sedang aku viking, aku ini aremania, aku bonek. ah anjing semua sama kalian "teriak lantang sang kenek bus" sekarang kalian bisa bicara seperti itu dan duduk bersama, tapi liat sebentar lagi kalian akan saling membunuh dan mencaci antar sesama. buat apa kalian hidup kalo nyatanya hanya saling menghina dan membunuh saja?
sementara sang kecil dengan kotak semir yang sama dekil nya (iwan fals punya), dengan rasa yang semakin terkapar di pintu bus kota, tak memperdulikan akan semua yang ada di dalam bus kota. karna dia enggan menjadi sampah pula bagi pemikiran yang terasuki banyak belatung. ah niat ku hanya saja satu mencari nafkah yang halal agar tubuh ku tak ternodai oleh berjuta siksa nantinya, dan menyapa siapa saja yang datang tanpa mau tau siapa dia dan latar belakang nya. toh hidup adalah saling menghargai dan menghormati. bukan saling mencaci dan membenci.
hina aku di dunia, tapi aku yakin. aku tak hina di akhirat nantinya....
apa ada yang ingin bertanya kemana arah bus kota membawa kita sekarang?
lebih baik jangan banyak bertanya, nikmati saja perjalanan ini dan jangan lupa akan barang bawaan kalian karna di sini arus sangat deras. bila meleng sedikit bisa raib semua yang kalian bawa tadi.
nah lalu bagaimana dengan tujuan kita kali ini? pertanyaan yang baru saja kawan mu tanyakan pada kondektur yang baru saja melintas di hadapan mu, begini saja apa tadi kamu sudah perhatikan dengan benar" akan label yang terpasang di dasbord bus kota ini? ini jalurnya cawang - kampung melayu. bukan jurusan surga-neraka. jadi bila kalian salah jalur lebih baik berhenti di sini, sebelum kalian terbawa ikut rombongan yang sedang bimbang.
nah bagaimana dengan kawan di sebelah mu? apa tujuan kamu sudah benar? atau kamu sedang menyusuri jalan menuju amis daging dan bangkai? bila yang kamu cari itu, kamu seharusnya menaiki bus yang tujuan nya. manggarai-tanjung priok, karna di sana baru saja terjadi kuburan masal ketika beberapa kepala bertameng baja terkubur dalam kobaran amarah sang mpu pemilik daerah.
teriak anak bayi di balik baju ketika sang ibu sedang menyusui nya dengan amat santai nya, tak peduli dengan mata-mata yang mencoba mencuri arah yang sama, dan membiarkan para pencuri itu memainkan imajinasinya tentang putih buah dada dan emutan mesra sang bayi. ah aku hanya memberi minum anak ku saja"dalam hati dengan tenang dia berkata". toh aku telah menempati tempat duduk yang sudah aku boking sebelum nya. jadi mengapa aku harus ragu akan tujuan dan arah yang sedang aku naiki sekarang.
sementara di baris yang berbeda debat antara beberapa orang yang menggunakan kostum baju bola. aku the jack, sedang aku viking, aku ini aremania, aku bonek. ah anjing semua sama kalian "teriak lantang sang kenek bus" sekarang kalian bisa bicara seperti itu dan duduk bersama, tapi liat sebentar lagi kalian akan saling membunuh dan mencaci antar sesama. buat apa kalian hidup kalo nyatanya hanya saling menghina dan membunuh saja?
sementara sang kecil dengan kotak semir yang sama dekil nya (iwan fals punya), dengan rasa yang semakin terkapar di pintu bus kota, tak memperdulikan akan semua yang ada di dalam bus kota. karna dia enggan menjadi sampah pula bagi pemikiran yang terasuki banyak belatung. ah niat ku hanya saja satu mencari nafkah yang halal agar tubuh ku tak ternodai oleh berjuta siksa nantinya, dan menyapa siapa saja yang datang tanpa mau tau siapa dia dan latar belakang nya. toh hidup adalah saling menghargai dan menghormati. bukan saling mencaci dan membenci.
hina aku di dunia, tapi aku yakin. aku tak hina di akhirat nantinya....
Minggu, 08 Agustus 2010
untuk MIMPI
mungkin hanya butir-butir mimpi
tak lebih dari sebuah harap
mungkin tidak hanya saat malam dan pagi
menutup mata melihat dengan seksama
ya dari butiran mimpi
dari titik-titik imajinasi
berlonjakan, menghantui diri
untuk apa yang kita nanti
raut takkan surut
tak pula kalut karna pembalut
bukan pula kode buntut
bak nyanyian burung perkutut
dalam tarian mimpi
derasnya terbawa arus waktu
membawa kita bangun dari sini
segera singsingkan lengan dan baju
karna berawal dari mimpi
kita memeluk dunia dengan pasti
karna kita bukan hanya pemimpi
namun kita yang menciptakan mimpi jadi lebih pasti
to : my friend alang michi, ingat kawan mimpi kita akan jadi kenyataan.... terus kobarkan bendera nya walau hari hujan dan petir menyambar"....
aku hanya petani yang berteduh di langit senja,
tak lebih dari sebuah harap
mungkin tidak hanya saat malam dan pagi
menutup mata melihat dengan seksama
ya dari butiran mimpi
dari titik-titik imajinasi
berlonjakan, menghantui diri
untuk apa yang kita nanti
raut takkan surut
tak pula kalut karna pembalut
bukan pula kode buntut
bak nyanyian burung perkutut
dalam tarian mimpi
derasnya terbawa arus waktu
membawa kita bangun dari sini
segera singsingkan lengan dan baju
karna berawal dari mimpi
kita memeluk dunia dengan pasti
karna kita bukan hanya pemimpi
namun kita yang menciptakan mimpi jadi lebih pasti
to : my friend alang michi, ingat kawan mimpi kita akan jadi kenyataan.... terus kobarkan bendera nya walau hari hujan dan petir menyambar"....
aku hanya petani yang berteduh di langit senja,
Sabtu, 07 Agustus 2010
sajak song kosong
tamparan demi tamparan tak berhenti menari
mematahkan batang korek api di genggaman
tak pelak juga tentang butir pasir di sini
berlalu dari sisi-sisi rangkulan tangan
sedang revolusi sudah harusnya pasti
tak lagi mati atau tertindas di sudut ruang
lalu kuatkan kita
jangan goyah akan apa yang ada
dalam semilir gosip yang terbang tak tentu arah
jangan retak kita dalam bilik bambu yang rapuh dimakan rayap
kong kali kong
hanya omong kosong
song kosong
sajak bingkai kosong
bukan raukan saku yang dalam menjilat pantat
bukan rekapan laknat dalam situasi maksiat
siasat hanya butiran laknat
bangsat-bangsat berkelibat
bangun dari mimpi panjang
karna semua harap telah terpajang di arena pertokoan
telah di beri label dan di pajang manja
lalu kapan kita akan berlari
kalo kita masih senang kaki terkunci
bangun dari tidur panjang
dan gapai langkah perjuangan yang telah lama tertimbun
mematahkan batang korek api di genggaman
tak pelak juga tentang butir pasir di sini
berlalu dari sisi-sisi rangkulan tangan
sedang revolusi sudah harusnya pasti
tak lagi mati atau tertindas di sudut ruang
lalu kuatkan kita
jangan goyah akan apa yang ada
dalam semilir gosip yang terbang tak tentu arah
jangan retak kita dalam bilik bambu yang rapuh dimakan rayap
kong kali kong
hanya omong kosong
song kosong
sajak bingkai kosong
bukan raukan saku yang dalam menjilat pantat
bukan rekapan laknat dalam situasi maksiat
siasat hanya butiran laknat
bangsat-bangsat berkelibat
bangun dari mimpi panjang
karna semua harap telah terpajang di arena pertokoan
telah di beri label dan di pajang manja
lalu kapan kita akan berlari
kalo kita masih senang kaki terkunci
bangun dari tidur panjang
dan gapai langkah perjuangan yang telah lama tertimbun
bukan itu
tinggal di rumah sampah
dalam kemewahan yang tidaklah nyata
renung hanya bongkahan nista
di setiap detik raungan jiwa mengejolak
apa harta?
apa tahta?
apa segala?
tidak
bukan itu
bukan semua
bisik punya bisik beredar deras
tak tertahan dan membeludak
insan lari menghindari tamparan
karna tulus putih dia temukan di bawah dahan ilalang
karna aku, dia dan mereka butuh kasih sayang
bukan hanya kemewahan
dalam kemewahan yang tidaklah nyata
renung hanya bongkahan nista
di setiap detik raungan jiwa mengejolak
apa harta?
apa tahta?
apa segala?
tidak
bukan itu
bukan semua
bisik punya bisik beredar deras
tak tertahan dan membeludak
insan lari menghindari tamparan
karna tulus putih dia temukan di bawah dahan ilalang
karna aku, dia dan mereka butuh kasih sayang
bukan hanya kemewahan
Rabu, 04 Agustus 2010
rangkaian kata-kata sampah
selama melakukan perjalanan kemarin, seperti biasa kalau jenuh sudah mulai menjarah seluruh waktu pak tani. pak tani bakalan banyak menghilang n berlari ke tempat yang bener" sunyi. dan dalam petualangan kali ini pak tani pulang dengan membawa sedikit sampah tulisan yang mungkin sangat hina untuk di bagikan, namun ya entah mengapa pak tani ingin mebagikan pada siapa saja yang mau mendaur ulang sampah milik pak tani..
kata-kata 1
hidup itu bukan "bagaimana caranya"
tapi hidup itu "jalani saja, ikhlas dan sabar"
kata-kata 2
bila cinta tak hadirkan sayap
jangan mencemoohnya dan menghujam dengan sejuta "karena?"
walau dalam gelap kita bersembunyi
yakinlah akan titik terang di sela-sela
mengapa berbicara tak seindah rangkaian?
mungkin bukan hujan bila petir menyambar
buang saja butir pelangi
simpan dalam toples dan hanyutkan ke aliran muara
lalu jangan bertanya dimana akhirnya dia singgah
karna perjalanan waktu akan membawanya
pada tempat yang paling nyaman untuk nya
kata-kata 3
jangan menyesal "karna dan mengapa"
tapi hargai yang dihadapan tanpa banyak menghina
coba berfikir agar tak sia-sia
karna di sela-sela kekosongan
setan telah siap dengan segala-galanya
kata-kata 4
aku bukan lah botol kosong
terisi air, kemudian meluber sia-sia
namun aku adalah tong besar
yang dapat terisi batu, pasir, serabut dan air
dan kemudian mengalir kebawah
menjadi butiran-butiran bersih
dan melepas dahaga para pengembara yang sedang haus
untuk kemudian dia lanjutkan lagi perjalanan
setelah menyinggahi tong besar aku
kata-kata 5
tak ada yang tajam di dunia ini
kecuali "lidah mu"
tak ada yang lebih busuk di dunia ini
kecuali " otak mu"
dan tak ada hal dan apapun yang putih di dunia ini
kecuali "hati mu"
Senin, 02 Agustus 2010
Aku Cinta Indonesia
kami bukan satu batang lidi
terpatahkan kemudian tak dapat berguna lagi
dan kami bukan lantang teriak kosong
saat lapar mendera di balik jendela
namun kami satu rangakaian akan kesatuan
dalam dekap air, nadi dan darah perjuangan yang sama
indonesia
tak hiraukan berapa banyak perbedaan di sini
tak jua mempersoalkan apa warna kulit pembalut
karna kita satu
indonesia
indonesia
di ufuk barat nyanyian merah putih terdendang merdu
di kala senja rangkulan balut merah putih menyambangi jiwa yang sama
dalam lukisan malam kita bersatu dalam rangkaian yang sama
indonesia
indonesia
puisi ini di buat untuk mengikuti gelar puisi aku cinta indonesia yang di adakan oleh blogcamp, dalam rangka menyambut hut kemerdekaan RI ke 65
terpatahkan kemudian tak dapat berguna lagi
dan kami bukan lantang teriak kosong
saat lapar mendera di balik jendela
namun kami satu rangakaian akan kesatuan
dalam dekap air, nadi dan darah perjuangan yang sama
indonesia
tak hiraukan berapa banyak perbedaan di sini
tak jua mempersoalkan apa warna kulit pembalut
karna kita satu
indonesia
indonesia
di ufuk barat nyanyian merah putih terdendang merdu
di kala senja rangkulan balut merah putih menyambangi jiwa yang sama
dalam lukisan malam kita bersatu dalam rangkaian yang sama
indonesia
indonesia
puisi ini di buat untuk mengikuti gelar puisi aku cinta indonesia yang di adakan oleh blogcamp, dalam rangka menyambut hut kemerdekaan RI ke 65
Minggu, 01 Agustus 2010
akan ku kenakan cincin pada jari manis mu wanita ku
sayang apa kamu yang duduk di sana?
sayang apa wangi bunga menuntun mu ke sini?
sayang apa kamu tau rembulan bersinar menyinari apa?
sayang apa ada keyakinan yang sama dalam lumbung kita?
sayang kamu boleh saja bertanya dan ragu akan semua kata" ku tadi
tapi sayang kamu wajib untuk meyakini ini
tentang kado yang ku bawa
tentang cincin yang akan ku kenakan di jari manis mu
karna aku sayang kamu
dan karna aku sangat menyayangi mu
juga karna aku ingin menjadi imam untuk mu dan anak" ku
sayang apa cinta itu adalah ragu?
lalu apa benar sayang itu adalah semu
dan apa iya rasa di sini adalah bisu?
sekali lagi sayang jangan pernah ragu akan cinta ku
jangan tepis akan sayang tulus ku
karna benar adanya aku mencintai mu
dan itu nyata tentang rasa ku pada mu
sayang apa wangi bunga menuntun mu ke sini?
sayang apa kamu tau rembulan bersinar menyinari apa?
sayang apa ada keyakinan yang sama dalam lumbung kita?
sayang kamu boleh saja bertanya dan ragu akan semua kata" ku tadi
tapi sayang kamu wajib untuk meyakini ini
tentang kado yang ku bawa
tentang cincin yang akan ku kenakan di jari manis mu
karna aku sayang kamu
dan karna aku sangat menyayangi mu
juga karna aku ingin menjadi imam untuk mu dan anak" ku
sayang apa cinta itu adalah ragu?
lalu apa benar sayang itu adalah semu
dan apa iya rasa di sini adalah bisu?
sekali lagi sayang jangan pernah ragu akan cinta ku
jangan tepis akan sayang tulus ku
karna benar adanya aku mencintai mu
dan itu nyata tentang rasa ku pada mu
dibawah tiang bendera
coba rasakan, maknai apa benar kita satu tanah, darah dan nadi yang sama?
indonesia...indonesia...indonesia...
indonesia...indonesia...indonesia...
Kamis, 29 Juli 2010
berbisik untuk ibu pertiwi
di bawah tiang bendera
di antara balutan jasa dan prahara
dalam pusaran suatu roda
tentang poros yang berwajah sama
di balik bingkisan luka
tentang merdeka dan mereka
di buang kedalam nista
kemudian menjadi bingkai nyata
bisikan dalam tangis sang saka
mengajak langkah ibu pertiwi
menuju makam para pemberani
mengibarkan bendera setengah tiang
asin langkah menjadi pasti
semakin busuk menunggu di kuliti
karna kita telah banyak mencaci
dan sering kali mengotori
menangis bayi dalam dekapan mimpi
kemudian di usir karna di sini sudah tak ada nasi
ladang konspirasi menjadi lebih menjadi
saat menindas dengan topeng berwajah ibu pertiwi
satu lagi sajak tentang apa yang terjadi
ketika sang merah putih menyambangi perkarangan rumah
ketika kaki para pejuang merasakan perihnya busur dan amunisi
saat kembali bercucuran bendera dengan darah
darah dari pertikaian kekuasanaan semata
di antara balutan jasa dan prahara
dalam pusaran suatu roda
tentang poros yang berwajah sama
di balik bingkisan luka
tentang merdeka dan mereka
di buang kedalam nista
kemudian menjadi bingkai nyata
bisikan dalam tangis sang saka
mengajak langkah ibu pertiwi
menuju makam para pemberani
mengibarkan bendera setengah tiang
asin langkah menjadi pasti
semakin busuk menunggu di kuliti
karna kita telah banyak mencaci
dan sering kali mengotori
menangis bayi dalam dekapan mimpi
kemudian di usir karna di sini sudah tak ada nasi
ladang konspirasi menjadi lebih menjadi
saat menindas dengan topeng berwajah ibu pertiwi
satu lagi sajak tentang apa yang terjadi
ketika sang merah putih menyambangi perkarangan rumah
ketika kaki para pejuang merasakan perihnya busur dan amunisi
saat kembali bercucuran bendera dengan darah
darah dari pertikaian kekuasanaan semata
Rabu, 28 Juli 2010
ini bukan sajak merdeka
kepala pak tani pusing uy, badan juga panas dingin. tapi pengen nulis. jadi maaf ya kalo tulisan pak tani amburadul
tadi ada yang datang n bilang tanggal 1 agustus tampilin puisi ya di acara. duh pak tani berharap aja semoga bisa cepet sembuh. n sebenernya bingung mau nampilin puisi apa di acara mereka...
ini bukan sajak merdeka
lembayung senja berlarian
menyapa langkah yang mulai meredup
dalam saung kita berbicara
semua yang menjadi bingkai dan tragedi adalah nuansa
kala ini tak ada yang istimewa
saat ini tak ada yang berharga
ketika kini tak ada gambaran bahagia
malam ini hanya ada tangan dalam lembar sejarah
apa yang terjadi?
saat suasana memerah
apa yang terbungkam?
saat garuda merengek manja
merah
putih
hitam
kelabu
merdeka
bebas
terbebas
terbelenggu
mati
tameng soekarno sekarang menjadi laskar judi
wajah soeharto terbalut bingkisan tragedi
raut wajah habiebie di tendang ke meja pertempuran
sosok megawati terbalut kerudung politik
dalam tiang banyak yang tergantung
atau sengajakah di gantungkan
agar menjadi belatung
kemudian di makam kan
banyak kasus terbelit di usus
tak terusut memang karna disengaja
biar yang kecil menjadi lebih kerdil
dan yang besar menjadi keras kepala
dulu nadi kita menumpahkan darah yang sama
meneriakkan kabar gembira saat sangsaka berhasil di kibarkan
kini garuda menjadi jargon dalam lambang togel
pancasila menjadi falsafah para pemburu harta karun
dan merah putih menjadi popok si pemimpin ideologi
(lagu indonesia tanah air beta)
seraya berlarian anak-anak kecil meneriakkan lantang kemerdekaan
merdeka kah kami yang memasang sangsaka di depan rumah
merdeka kah petani ketika panen di hargai murah
merdeka kah politikus saat mempermulus kasus
merdeka kah para penerus bangsa saat harus mengenyam pendidikan di balik dinding rapuh
merdeka kah para sarjana saat ijasahnya di gade untuk membeli makan
merdeka kah tni saat bertempur saat konspirasi sedang meninggi
merdeka kah guru saat terlilit hutang rentenir
merdeka kah burung garuda saat mengepakkan sayapnya
merdeka kah sangsaka saat berkibar tertiup angin
merdeka kah kita
saat kata merdeka menyambangi raga
tadi ada yang datang n bilang tanggal 1 agustus tampilin puisi ya di acara. duh pak tani berharap aja semoga bisa cepet sembuh. n sebenernya bingung mau nampilin puisi apa di acara mereka...
ini bukan sajak merdeka
lembayung senja berlarian
menyapa langkah yang mulai meredup
dalam saung kita berbicara
semua yang menjadi bingkai dan tragedi adalah nuansa
kala ini tak ada yang istimewa
saat ini tak ada yang berharga
ketika kini tak ada gambaran bahagia
malam ini hanya ada tangan dalam lembar sejarah
apa yang terjadi?
saat suasana memerah
apa yang terbungkam?
saat garuda merengek manja
merah
putih
hitam
kelabu
merdeka
bebas
terbebas
terbelenggu
mati
tameng soekarno sekarang menjadi laskar judi
wajah soeharto terbalut bingkisan tragedi
raut wajah habiebie di tendang ke meja pertempuran
sosok megawati terbalut kerudung politik
dalam tiang banyak yang tergantung
atau sengajakah di gantungkan
agar menjadi belatung
kemudian di makam kan
banyak kasus terbelit di usus
tak terusut memang karna disengaja
biar yang kecil menjadi lebih kerdil
dan yang besar menjadi keras kepala
dulu nadi kita menumpahkan darah yang sama
meneriakkan kabar gembira saat sangsaka berhasil di kibarkan
kini garuda menjadi jargon dalam lambang togel
pancasila menjadi falsafah para pemburu harta karun
dan merah putih menjadi popok si pemimpin ideologi
(lagu indonesia tanah air beta)
seraya berlarian anak-anak kecil meneriakkan lantang kemerdekaan
merdeka kah kami yang memasang sangsaka di depan rumah
merdeka kah petani ketika panen di hargai murah
merdeka kah politikus saat mempermulus kasus
merdeka kah para penerus bangsa saat harus mengenyam pendidikan di balik dinding rapuh
merdeka kah para sarjana saat ijasahnya di gade untuk membeli makan
merdeka kah tni saat bertempur saat konspirasi sedang meninggi
merdeka kah guru saat terlilit hutang rentenir
merdeka kah burung garuda saat mengepakkan sayapnya
merdeka kah sangsaka saat berkibar tertiup angin
merdeka kah kita
saat kata merdeka menyambangi raga
Selasa, 27 Juli 2010
bingkain kematian
deras arus jaman
menghanyutkan yang lemah ke pusara
liukan kain harap di setiap aliran sungai
menuju ke tumpuan akan kematian
tak peduli itu gembel
atau juga yang pemilik tahta di dunia
toh semua kan merasakan juga
apa yang ada akan menjadi bingkai
bingkai sejarah yang terukir manja
tak tertulis dalam koran
namun tersirat dalam lembar in memoriam
kematian adalah jawaban
derap debu di setiap menit
selalu membawa kabar tentang siapa saja yang menemukan ajalnya
dia berkuasa
namun tidak pada saatnya
dia seorang buta
namun tidak pada saatnya
dia adalah ulama
namun tidak pada waktunya
dia seorang ibu muda
namun tidak pada perjalanannya
dia pemberi jasa
namun sirna ketika datang ajalnya
kematian
pikirkan akan waktu kematian
karna kita nanti mutlak akan pasti menyambangi liang itu
liang saat kita sendiri
tanpa ada yang menemani
tanpa ada yang bisa kita sogok untuk tak di eksekusi
kematian
nisan darah dan noda tanah
akan membalut dan menjadi tanda itu tempat kita
menghanyutkan yang lemah ke pusara
liukan kain harap di setiap aliran sungai
menuju ke tumpuan akan kematian
tak peduli itu gembel
atau juga yang pemilik tahta di dunia
toh semua kan merasakan juga
apa yang ada akan menjadi bingkai
bingkai sejarah yang terukir manja
tak tertulis dalam koran
namun tersirat dalam lembar in memoriam
kematian adalah jawaban
derap debu di setiap menit
selalu membawa kabar tentang siapa saja yang menemukan ajalnya
dia berkuasa
namun tidak pada saatnya
dia seorang buta
namun tidak pada saatnya
dia adalah ulama
namun tidak pada waktunya
dia seorang ibu muda
namun tidak pada perjalanannya
dia pemberi jasa
namun sirna ketika datang ajalnya
kematian
pikirkan akan waktu kematian
karna kita nanti mutlak akan pasti menyambangi liang itu
liang saat kita sendiri
tanpa ada yang menemani
tanpa ada yang bisa kita sogok untuk tak di eksekusi
kematian
nisan darah dan noda tanah
akan membalut dan menjadi tanda itu tempat kita
Senin, 26 Juli 2010
sajak MERAH
berdiri di balik tiang luka
terkubur bersama dengan apa yang ada
biarkan makam menganga
supaya cacing lebih mudah menyambangi tubuh di sana
di atas nisan burung bangkai memantau
apa ada lagi korban yang akan di kuliti
karna cakarnya baru saja terasah gerinda
amis daging kematian semakin kental
ketika perang terjadi di meja diskusi
ketika seorang pengemis meminta jatah makan nya yang di curi
saat petani meminta cangkulnya kembali
jangan tutup mata wahai dewa
kenakan saja dasi dan kemeja mewah mu
lalu apa kamu merasakan belatung yang lambat laun menyambangi setiap rongga hati?
dan kemudian kamu juga akan menjadi babu
karna tak seharusnya tangan dan otak mu berliuk dalam resah jutaan kepala
yang setiap detiknya di hantamkan pada kerasnya ban buldoser
merah
merah
merah
merah
ini sajak merah
yang terukir dalam saung gelisah
dering berbunyi dari dalam lubang kecoa
mengundang para semut dan rayap untuk berkumpul
ternyata siasat dan ulik mengulik sedang terjadi di sana
untuk mengatur siasat memecahkan gerbang bertameng garuda
katanya kutu-kutu telah banyak hinggap di sayapnya
katanya kakinya terantai oleh segitiga bermata satu
katanya kepalanya sudah di tutup masker agar tak dapat melihat jalan
katanya matanya telah tertutup kolera sehingga tak dapat lagi memantau sekitar
terkubur bersama dengan apa yang ada
biarkan makam menganga
supaya cacing lebih mudah menyambangi tubuh di sana
di atas nisan burung bangkai memantau
apa ada lagi korban yang akan di kuliti
karna cakarnya baru saja terasah gerinda
amis daging kematian semakin kental
ketika perang terjadi di meja diskusi
ketika seorang pengemis meminta jatah makan nya yang di curi
saat petani meminta cangkulnya kembali
jangan tutup mata wahai dewa
kenakan saja dasi dan kemeja mewah mu
lalu apa kamu merasakan belatung yang lambat laun menyambangi setiap rongga hati?
dan kemudian kamu juga akan menjadi babu
karna tak seharusnya tangan dan otak mu berliuk dalam resah jutaan kepala
yang setiap detiknya di hantamkan pada kerasnya ban buldoser
merah
merah
merah
merah
ini sajak merah
yang terukir dalam saung gelisah
dering berbunyi dari dalam lubang kecoa
mengundang para semut dan rayap untuk berkumpul
ternyata siasat dan ulik mengulik sedang terjadi di sana
untuk mengatur siasat memecahkan gerbang bertameng garuda
katanya kutu-kutu telah banyak hinggap di sayapnya
katanya kakinya terantai oleh segitiga bermata satu
katanya kepalanya sudah di tutup masker agar tak dapat melihat jalan
katanya matanya telah tertutup kolera sehingga tak dapat lagi memantau sekitar
0
malam dimana bisik jangkrik?
yang biasanya menyambangi kediaman rumah ku
di sini telah aku sugukan beribu cerita
yang biasanya aku lontarkan padanya
bulan mengapa kamu lebih sering tenggelam?
padahal waktu belum menunjukkan tengah malam
sedang mimpiku tergantung padamu
bila kamu pergi maka musnah pula mimpi ku
kemarin wanita memelukku
mendekap ku dan tak ingin lepas dalam rebahan dadaku
namun ketika ayam jantan datang menyapa para kunang-kunang
mengapa dia sudah tak lagi berada dalam sisi ku
yah memang tak mudah menangkap kupu-kupu
ku biarkan dia datang
ku mendekat dia pun lari
ah terlalu lebai saja setiap baris yang ku kenakan
mungkin otak ku telah tersengat bisa ular
sehingga liukan jari-jemari kini makin saja tak tentu dan tak layak untuk di pandang
yang biasanya menyambangi kediaman rumah ku
di sini telah aku sugukan beribu cerita
yang biasanya aku lontarkan padanya
bulan mengapa kamu lebih sering tenggelam?
padahal waktu belum menunjukkan tengah malam
sedang mimpiku tergantung padamu
bila kamu pergi maka musnah pula mimpi ku
kemarin wanita memelukku
mendekap ku dan tak ingin lepas dalam rebahan dadaku
namun ketika ayam jantan datang menyapa para kunang-kunang
mengapa dia sudah tak lagi berada dalam sisi ku
yah memang tak mudah menangkap kupu-kupu
ku biarkan dia datang
ku mendekat dia pun lari
ah terlalu lebai saja setiap baris yang ku kenakan
mungkin otak ku telah tersengat bisa ular
sehingga liukan jari-jemari kini makin saja tak tentu dan tak layak untuk di pandang
Minggu, 25 Juli 2010
oh sajak
berharap sejenak melepas lelah
dalam bisik resah akan putaran waktu
setiap detik terus di pacu
memeriksa denyut jantung yang semakin lemah
dalam ruang sajak lirih terganti
akan perjuangan dan sajak yang semakin sepi
kini menghilang
kemudian timbul dalam kelam
di sini desir mengukir
ukir tangisan akan kesendirian
dimana bentuk yang menjadi harap?
ribuan kilo tak temukan jawaban
goyahkan hati dengan sajak illahi
dalam sujud mencumbu bibir takdir
berharap terang menyambangi kediaman
yang semakin sunyi karna kesendirian
dalam bisik resah akan putaran waktu
setiap detik terus di pacu
memeriksa denyut jantung yang semakin lemah
dalam ruang sajak lirih terganti
akan perjuangan dan sajak yang semakin sepi
kini menghilang
kemudian timbul dalam kelam
di sini desir mengukir
ukir tangisan akan kesendirian
dimana bentuk yang menjadi harap?
ribuan kilo tak temukan jawaban
goyahkan hati dengan sajak illahi
dalam sujud mencumbu bibir takdir
berharap terang menyambangi kediaman
yang semakin sunyi karna kesendirian
Jumat, 23 Juli 2010
sajak linglung
batang ilalang dalam renung
lirih nada di balik irama
tentang yang meminta dan yang menghina
pecahkan saja pembuluh darah di sini
pecahkan dan keluarkan semua urat yang melekat
riang sapi bergumul dalam kubangan
mencari kutu-kutu menghilangkan terik mentari
ini langkah tuyul berjenggot tebal
mencari betina karna uang telah ludas masuk dalam berangkas
ingin membuka namun tak kuat linggis
bom saja biar semua menjadi hancur tanpa sisa
biar arwah disana juga dapat menikmati uang dalam jarahan
dalam senja kita tertawa
di balik senja kita saling menghujam
saat senja kita akan terbuka mata
ketika senja kita mati dan binasa karna kerakusan bak tikus dalam lubang
lirih nada di balik irama
tentang yang meminta dan yang menghina
pecahkan saja pembuluh darah di sini
pecahkan dan keluarkan semua urat yang melekat
riang sapi bergumul dalam kubangan
mencari kutu-kutu menghilangkan terik mentari
ini langkah tuyul berjenggot tebal
mencari betina karna uang telah ludas masuk dalam berangkas
ingin membuka namun tak kuat linggis
bom saja biar semua menjadi hancur tanpa sisa
biar arwah disana juga dapat menikmati uang dalam jarahan
dalam senja kita tertawa
di balik senja kita saling menghujam
saat senja kita akan terbuka mata
ketika senja kita mati dan binasa karna kerakusan bak tikus dalam lubang
Kamis, 22 Juli 2010
jangan bertanya
wajah ku hitam
mimpi ku terantuk batu
langkah ku mati
nafasku beku
hidup dalam lorong
menyalakan cahaya dalam terang
menggali liang lahat
mati dalam lamunan hidup
mimpi ku terantuk batu
langkah ku mati
nafasku beku
hidup dalam lorong
menyalakan cahaya dalam terang
menggali liang lahat
mati dalam lamunan hidup
sajak kebencian tapi ingin
maaf bila pak tani menjadi orang sibuk dan jarang sekali ol.... makanya jarang banget berkunjung ke rumah sobat bloger yang lain...
kali ini pak tani akan memostingkan kembali sajak cinta...
ketika ku ukir sebuah karya yaitu nama mu
saat ku nanti suatu masa
dan itu senyum mu
yang dapat membuatku tenang
tak lain hanya kabar dari sebuah pesan
bahwa kau hadiahkan pelangi pada mimpi malam
langkah yang ku tapak menjadi pasti
saat kamu hadiahkan rangkaian kata-kata
satu tanya dalam ruang
apa kamu tenang dengan sajak ku?
aku pernah buak kamu tak tenang
namun itu dulu
ketika topeng berwajah setan aku kenakan
tapi apa kini kamu telah tau siapa aku?
sehingga banyak rangkaian yang menjadi detik waktu
bisik jangkrik dalam nada sajak
dia bawa keindahan sebenarnya tentang kamu
yang tak banyak orang yang tau
bahwa sebenarnya dirimu keikhlasan tulus
bagi orang yang telah bisa mengenal mu
di sini bila tangan mu menunjuk ke arah rumah mu
akan ku ikuti panggilannya
karna ku ingin mengenal sosok di ujung sana
sosok yang ku cari tuk jadi ibu dari buah hati ku kelak
ok F bila kamu mau bermain, mari sekarang kita mulai permainan dan jangan salahkan saya yang tiba-tiba menjadi seorang yang berbeda dan mungkin mengganggap kamu tak ada. semoga sajak ini terakhir yang ku beri untuk mengganggu hari-hari mu. tapi yakin lah suatu saat kamu pasti akan mencari dimana aku berada. terimakasih F kamu telah memperkenalkan diri mu, walau nyatanya kita tak akan bisa menjadi utuh. maaf bukan nya aku sombong tapi aku telah muak dengan segala permainan yang kita mainkan.
kali ini pak tani akan memostingkan kembali sajak cinta...
ketika ku ukir sebuah karya yaitu nama mu
saat ku nanti suatu masa
dan itu senyum mu
yang dapat membuatku tenang
tak lain hanya kabar dari sebuah pesan
bahwa kau hadiahkan pelangi pada mimpi malam
langkah yang ku tapak menjadi pasti
saat kamu hadiahkan rangkaian kata-kata
satu tanya dalam ruang
apa kamu tenang dengan sajak ku?
aku pernah buak kamu tak tenang
namun itu dulu
ketika topeng berwajah setan aku kenakan
tapi apa kini kamu telah tau siapa aku?
sehingga banyak rangkaian yang menjadi detik waktu
bisik jangkrik dalam nada sajak
dia bawa keindahan sebenarnya tentang kamu
yang tak banyak orang yang tau
bahwa sebenarnya dirimu keikhlasan tulus
bagi orang yang telah bisa mengenal mu
di sini bila tangan mu menunjuk ke arah rumah mu
akan ku ikuti panggilannya
karna ku ingin mengenal sosok di ujung sana
sosok yang ku cari tuk jadi ibu dari buah hati ku kelak
ok F bila kamu mau bermain, mari sekarang kita mulai permainan dan jangan salahkan saya yang tiba-tiba menjadi seorang yang berbeda dan mungkin mengganggap kamu tak ada. semoga sajak ini terakhir yang ku beri untuk mengganggu hari-hari mu. tapi yakin lah suatu saat kamu pasti akan mencari dimana aku berada. terimakasih F kamu telah memperkenalkan diri mu, walau nyatanya kita tak akan bisa menjadi utuh. maaf bukan nya aku sombong tapi aku telah muak dengan segala permainan yang kita mainkan.
Label:
pelangi di sore hari,
puisi,
tentang cinta
Senin, 19 Juli 2010
aku ingin kamu
mungkin aku butuh cinta
tapi aku tak butuh sajak cinta
tolong belai aku sayang
tuangkan senyum dalam gelas di depan mu
tambah sedikit kecup mesra sayang
agar tambah mesra lilin dalam jamuan
dekap aku dengan apa yang kamu bisa
biarkan tangan saling bersanding dalam waktu mesra
dan bila esok kan tiba waktunya
aku akan hiasi jemari mu dengan cincin dari batang bunga
tolong sentuh hatiku pelangi
rasakan degup berbeda kala ini
degup yang entah dari mana datangnya kali ini
mungkin ini rangkaian basi
tapi sebenarnya tulus dari dalam hati
dari alunan pancuran imajinasi
tentang rangkaian waktu yang akan membawa kita pada janji suci
rangkain ini kutujukan untuk F yang masih saja menjadi mimpi di setiap malam ku, semoga kalau kelak waktunya kita akan bisa bersama. merasakan senja dan mengajak anak kita menikmati keindahan langit sore ketika kunang" berlarian di taman. cinta ku memang tak pernah kamu jawab. tapi tak apalah cinta tak selamanya harus bersama, dengan merangkai kata-kata untuk mu saja saya sudah merasa senang. karna aku yakin sebenarnya kamu juga tau apa maksud dan tujuan ku.
tapi aku tak butuh sajak cinta
tolong belai aku sayang
tuangkan senyum dalam gelas di depan mu
tambah sedikit kecup mesra sayang
agar tambah mesra lilin dalam jamuan
dekap aku dengan apa yang kamu bisa
biarkan tangan saling bersanding dalam waktu mesra
dan bila esok kan tiba waktunya
aku akan hiasi jemari mu dengan cincin dari batang bunga
tolong sentuh hatiku pelangi
rasakan degup berbeda kala ini
degup yang entah dari mana datangnya kali ini
mungkin ini rangkaian basi
tapi sebenarnya tulus dari dalam hati
dari alunan pancuran imajinasi
tentang rangkaian waktu yang akan membawa kita pada janji suci
rangkain ini kutujukan untuk F yang masih saja menjadi mimpi di setiap malam ku, semoga kalau kelak waktunya kita akan bisa bersama. merasakan senja dan mengajak anak kita menikmati keindahan langit sore ketika kunang" berlarian di taman. cinta ku memang tak pernah kamu jawab. tapi tak apalah cinta tak selamanya harus bersama, dengan merangkai kata-kata untuk mu saja saya sudah merasa senang. karna aku yakin sebenarnya kamu juga tau apa maksud dan tujuan ku.
Langganan:
Postingan (Atom)

