Kamis, 01 Juli 2010

sajak LAMPU MERAH

satu lagi tontonan menarik
membuat seluruh kepala tak ingin lepas pandangannya
sang bocah dengan ingus yang melulu jatuh
tak tertampung oleh baju nya yang semakin kumel oleh ingus nya

kain bendera tergantung di tiang jemuran
sedang kutang dan celana dalam di jemur di tiang bendera
ada apa dengan sang pemilik pemikiran di rumah sana?
apa dia anggap dia telah merdeka?
atau dia sedang gila dengan sejuta tanda tanya yang tak henti mampir di otak nya

lampu jalan menunjukkan warna merah
bertanda harus berhenti dan menginjak rem dalam-dalam
karna di depan ada pak polisi yang sedang bermain judi dengan para pemburu berita

sedang pemain parade topeng monyet tak henti menabuh kan gendang nya...
menyuruh monyet-monyetnya menghibur agar pikiran tak terlalu penat

aku lihat
aku dengar
tapi aku tak dapat rasakan
arah mana dan tujuan apa yang sedang berjalan di sini

apa benar ini jalan menuju gedung proklamasi
tidak kata pengemis tua dengan kaki pura-pura pincang
ini jalan menuju kuburan yang telah kita gali sendiri

alamak....
pantas saja para pembuat nisan sedang sibuk menyiapkan semen dan papan
ternyata di sini telah banyak orang yang mati karna otak nya terkena virus ideologi

kepak sang burung dara terhenti
bukan karna tertembak juga bukan karna dia lelah
namun dia telah lupa bagaimana caranya mengepakkan sayap nya.
ku belikan dia VCD bajakan caranya terbang
namun karna terlalu pintar
di tabraknya sebuah pesawat dengan bokong terlebih dahulu menghantam badan pesawat..

lari semut kecil dari sarang nya
sambil membawa tisu yang penuh dengan cairan sperma..
di makan nya otak yang seharusnya tumbuh dalam rahim wanita..
tapi apa daya
semut butuh makan dan benih anak telah mati dalam kantung kecil rasa strawbery

hah....
lega aku ketika air masuk dalam tenggorokan..
tapi tak berapa lama tubuh ini menciut.
otak mengerdil
dan jari jemari menjadi tanah...

ternyata kini waktunya aku mati
dalam persimpangan
saat lampu jalan berwarna merah

TUHAN tubuh ini akan kembali padamu
menyerahkan apa saja yang kau minta nanti
dan menerima imbalan dari apa saja yang telah kami perbuat selama ini